Episode 20

Mengetahui Mei-xiang tengah malam menangis sendirian, Ibu Hong, Shang-ren, Mei-juan dan Mei-li membahas cara agar dapat mengurangi kesedihan Mei-xiang yang kehilangan suaminya. Meskipun keluarga sangat memperhatikannya, Mei-xiang memilih menutup diri dan larut dalam kesedihannya. Ayah Hong melihat Mei-xiang tidak makan teratur dan terpuruk dalam kesedihan, berniat ingin menasihati Mei-xiang. Akan tetapi kata-katanya membuat Mei-xiang semakin marah. Kesedihan Mei-xiang pelan-pelan berubah menjadi kebencian, keluarga menjadi sasaran pelampiasan emosi. Demi menambah nafsu makan Mei-xiang, Ibu Hong dan Nonya Lin sengaja ke gunung memetik sayuran kesukaan Mei-xiang. Mei-xiang tidak bisa menahan kerinduannya pada A Ren. Agar anak-anak merasa ayah mereka tidak meninggalkan mereka, Mei-xiang memperbesar foto A Ren dan ditempelkan di seluruh kamar.