Episode 30

Sikap Guo-ming yang blak-blakan dan sering memutuskan secara sepihak sungguh membuat Xiu-zhu tak berdaya. Kali ini Guo-ming merekomendasikan Xiu-zhu untuk membantu merencanakan kurikulum dan kegiatan untuk kamp pendewasaan yang akan diadakan oleh para relawan Tzu Chi. Tanpa bertanya terlebih dahulu pada Xiu-zhu, Guo-ming langsung menyetujuinya. Walau sempat merasa kesal, tetapi Xiu-zhu merasa ini adalah kesempatan yang sangat baik. Akhirnya Xiu-zhu pun melakukannya dengan baik dan dengan serius. Walau dia harus meluangkan waktu untuk rapat dengan para relawan Tzu Chi, tetapi dia sungguh melakukannya dengan sangat gembira. Sewaktu Xiu-zhu sibuk mempersiapkan materi kamp pendewasaan, Guo-ming terluka akibat terkena pemotong rumput. Lukanya cukup dalam dan sangat sakit. Namun, mengingat ayahnya yang meninggal akibat ditangani di di rumah sakit, Guo-ming bersikeras tidak mau ke rumah sakit dan tidak ingin memberi tahu Xiu-zhu. Dia hanya membeli obat di apotek. Hingga akhirnya Yu-bang mengetahuinya dan memberi tahu Xiu-zhu. Seiring bertambahnya usia, Guo-ming mendapati Yu-bang sudah mulai dewasa dan dia semakin tua. Masih ada hal yang ingin dia lakukan. Dia ingin menjadi komisaris kehormatan. Namun, karena jumlahnya cukup besar dan takut diketahui Xiu-zhu, Guo-ming memilih untuk mencicilnya. Guo-ming berusaha mengajar lebih banyak dan berhemat dengan makan siang di rumah agar uangnya cukup untuk membayar donasi.