Episode 2

Karena mengalami kerugian saat menanam buah beligo sebelumnya, Guo-xi memutuskan untuk berganti profesi sebagai pengantar barang. Melihat Guo-xi begitu serius mau memulai lembaran baru, Mei-rui sangat senang. Dia begitu mendukungnya, lalu memberikan perhiasannya pada Guo-xi untuk membeli mobil barang. Suatu hari Mei-rui mendengar tetangga mengatakan bahwa dahulu suaminya memiliki banyak pacar dan hal itu mulai membuat benih keraguan tumbuh di hatinya.  Penghasilan mengantar barang ternyata tidaklah sebanyak yang Guo-xi bayangkan. Karena merasa uang yang didapatkan tidak cukup untuk membayar utang, Guo-xi pun membeli hadiah untuk Mei-rui sebagai hadiah 100 hari pernikahan mereka. Saat pulang ke rumah, karena Mei-rui terpengaruh perkataan tetangganya, dia pun menanyakan masalah pendapatan suaminya. Guo-xi tidak mengatakan bahwa dia membeli hadiah untuk istrinya karena mau menjadikannya sebuah kejutan. Melihat Guo-xi menjawab dengan terbata-bata, Mei-rui pun menuduhnya memberikan uang itu pada perempuan lain. Mendengar hal itu, Guo-xi sangat marah dan tidak pulang ke rumah semalaman. Guo-xi yang tidak pulang ke rumah tentu membuat Mei-rui semakin berpikir sembarangan. Di saat mereka berdua sedang bertengkar seperti ini, Guo-xi tanpa sengaja bertemu dengan seorang wanita.  Sebagai permintaan maaf karena hampir menabrak wanita itu, Guo-xi pun memberikan gadis itu hadiah yang awalnya mau diberikan kepada Mei-rui.