Episode 5

Saat masuk SMP, tidak ada lagi orang yang memanggil Jia-xiong dengan nama A Fei. Jia-xiong merasa dia setahap lebih dewasa dan tanggung jawabnya untuk membantu keluarga semakin berat. Sebelum pergi dan pulang sekolah, Jia-xiong selalu membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah. Jia-xiong merasa sangat bersyukur ibunya masih menyekolahkannya hingga SMP dengan ekonomi yang terbilang tidak mencukupi. Di sekolah, Jia-xiong memiliki dua sabahat. Dua sahabatnya berasal dari keluarga berada dan setiap harinya selalu membawa bekal dengan sayur enak, sedangkan Jia-xiong hanya membawa sayur kubis yang ditumis polos. Melihat ibunya sudah bekerja bersusah payah, Jia-xiong tidak berani memberitahukan ibunya kalau dia sakit maag karena setiap hari makan sayur kubis.