Embun Musim Semi

Setiap Sabtu & Minggu | 20.00 WIB

Sejak ibunya tiada, Liang Ming-yi menjadi murid yang nakal di sekolahnya. Ming-yi terkenal sangat suka memolos dan membantah guru. Dengan dukungan Pak Guru Zhang Jing-kun, prestasi Ming-yi pun meningkat pesat. Demi membalas budi Pak Guru, Ming-yi berjanji dia akan menjadi murid yang bisa dibanggakan. Untuk tidak mengecewakan Pak Guru Zhang dan ayahnya, Ming-yi belajar dengan giat agar bisa masuk akademi militer. Perjuangan Ming-yi tidak sia-sia, dia sungguh diterima di akademi militer. Ayah Ming-yi meninggal sebelum Ming-yi mengajak Jia-en pulang dan sebelum Ming-yi lulus akademi militer. Setelah resmi berpacaran, Jia-en mengajak Ming-yi pulang ke rumahnya untuk menemui ibunya. Saat menceritakan latar belakang keluarganya dan kakaknya yang masuk lapas karena kasus narkoba, Ming-yi berpikir ibu Jia-en akan memandang rendah dirinya. Namun, tidak disangka, ibu Jia-en tidak menentang mereka berpacaran. Tidak lama kemudian, Ming-yi dan Jia-en pun membina rumah tangga bersama.

Tidak lama menikah, Ming-yi dan Jia-en sudah dikaruniai tiga anak. Anak sulung Ming-yi dan Jia-en yang bernama Ling-yu lebih nakal dan ceroboh dibandingkan kedua adiknya. Sebelumnya, Ming-yi dan Jia-en selalu menggunakan cara marah untuk mendidik anak-anaknya. Setelah mengikuti pelatihan di Asosiasi Guru Tzu Chi, Ming-yi mengubah caranya mendidik anak. Suatu kali, saat anak sulungnya melakukan kesalahan, Ming-yi tidak lagi memarahi anaknya. Ming-yi lebih memilih menggunakan cara memberikan perhatian dan mencari tahu pokok permasalahannya. Anak sulung Ming-yi sangat heran melihat perubahan ayahnya itu. Karena itu, hubungan mereka tidak lagi renggang seperti dahulu. Anak-anak juga menjadi sangat perhatian. Kakak Ming-yi tidak henti-hentinya terjerumus ke dalam narkoba meski sudah beberapa kali masuk lembaga pemasyarakatan dan pusat rehabilitasi. Ming-yi sudah mengerahkan banyak cara untuk membantu kakaknya, tetapi tetap tidak berguna. Hal itu membuat Ming-yi sangat kecewa. Suatu kali, karena terus memikirkan masalah kakaknya dan tidak berfokus menyetir, Ming-yi sampai mengalami kecelakaan mobil.

Selama beberapa tahun terakhir, Ming-yi terus mencari keberadaan Pak Guru Zhang Jing-kun, tetapi tidak membuahkan hasil. Jalinan jodoh sungguh begitu menakjubkan. Ming-yi sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan pak gurunya itu di kamp yang diadakan oleh Tzu Chi. Di sisi lain, karena kakak pertamanya pernah terjerumus ke dalam narkoba, Ming-yi menggalakkan kegiatan anti narkoba di sekolah. Ming-yi tidak berharap anak muda terjerumus ke jalan yang salah seperti kakaknya.

Twitter
Visit Us
YouTube
YouTube
Instagram