Lingkaran Kebajikan

Setiap Sabtu & Minggu | 20.00 WIB

Cang Feng-cu adalah anak yang ceria dan berani. Ayahnya memiliki 2 istri dan ibunya adalah istri muda. Suatu hari, ibunya mengajak Feng-cu dan kakaknya, Fang-ce, meninggalkan ayahnya. Mereka sangat kesulitan dalam segi ekonomi dan selalu terlambat membayar uang sekolah. Fang-ce tidak berani pergi ke sekolah karena takut ditertawakan oleh teman sekelas. Namun, Feng-cu tidak takut ditertawakan. Suatu kali, hanya Feng-cu yang belum membayar uang sekolah. Saat itu, ada seorang guru yang sangat baik padanya, guru itu membayar uang sekolahnya terlebih dahulu. Sejak saat itu, Feng-cu bertekad menyebarkan cinta kasih gurunya itu. Feng-cu yang tidak suka belajar, setelah lulus SD, dia langsung bekerja di pabrik.

Suatu hari, dia dikenalkan pada Lin Wen-seng. Awalnya kesan mereka terhadap satu sama lain kurang baik, tetapi dengan berjalannya waktu mereka menjadi akrab dan memutuskan untuk menjalin hubungan. Setelah mereka menikah, mereka memiliki 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Wen-seng yang awalnya bekerja di perusahaan, akhirnya memulai membuka pabrik. Kondisi ekonomi mereka cukup baik. Suatu kali, karena melihat ibu mertuanya sangat kesepian, Feng-cu berpikir untuk mencari kegiatan baginya. Mulai dari sanalah Feng-cu mulai menyebarkan cinta kasih guru SD yang pernah membantunya dahulu. Awalnya Feng-cu menjadi keluarga asuh, merawat 2 anak kecil selama 3 tahun. Meski awalnya Wen-seng tidak suka terhadap hal itu, tetapi akhirnya Wen-seng yang paling sayang pada kedua anak itu. Karena masa asuh sudah berakhir, kedua anak itu harus kembali. Meskipun Feng-cu dan Wen-seng sedih, tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Feng-cu tidak berhenti menjadi keluarga asuh. Dia terus bertekad untuk membantu lebih banyak orang sebagai tanda balas budi kepada masyarakat karena dahulu banyak orang yang telah membantunya. Sampai suatu kali, mereka merawat tiga anak keterbelakangan mental. Karena tidak ada yang menerima mereka, akhirnya Feng-cu memutuskan untuk mempekerjakan mereka di pabriknya. Awalnya sulit mengajari mereka, tetapi Feng-cu dan Wen-seng mengajari mereka dengan sabar. Pada suatu kesempatan, mereka pun mengenal Tzu Chi. Ketiga anak itu juga suka datang ke Griya Jing Si dan aktif menjalankan berbagai kegiatan Tzu Chi. Cinta kasih Feng-cu pada ketiga anak itu, membuat mereka juga ingin membantu banyak orang dan menyebarkan cinta kasih.

Twitter
Visit Us
YouTube
YouTube
Instagram