Lukisan Kalbu

Setiap Sabtu & Minggu | 20.00 WIB

Sejak muda, Hong Mang sudah membantu suaminya memikul beban keluarga. Meski demikian, dia tidak pernah mengeluh, bahkan saat anak-anaknya sudah besar, dia masih tetap bekerja, meski anaknya sudah membuka pabrik. Saat Bao-zhen, anak laki-laki sulungnya akan menikah, Hong Mang memberikan semua tabungannya pada Bao-zhen sebagai modal menikah. Tak lama kemudian, Dang-jing, anak laki-laki bungsunya juga menikah. A Mang merasa tanggung jawabnya sebagai ibu sudah selesai. Berkat ajakan Bos Chen, Dang-jing mulai aktif menjalankan Tzu Chi. Melihat ibunya mulai ada tanda penuaan karena tidak memiliki kegiatan di rumah, Dang-jing pun mengajak ibunya melakukan daur ulang bersama. Suatu hari, saat memilah barang daur ulang, ibu Dang-jing menemukan sebuah kotak spidol warna. Saat mencoba apakah spidol tersebut masih ada tinta tidak, ibunya menjadi tidak sengaja menggambar. Melihat ibunya menggambar dengan serius, Dang-jing pun mendaftarkan ibunya mengikuti pelajaran menggambar.

Setelah menceritakan kejadian yang menimpanya dahulu melalui lukisan, pemikiran Hong Mang menjadi semakin terbuka dan menjadi bersemangat. Selain bisa melepaskan beban pikirannya dahulu, kehidupannya menjadi semakin bermakna. Hong Mang sungguh tidak menyangka dirinya yang buta huruf dan tidak pernah mengenyam pendidikan bisa menggelar pameran lukisan dengan  bantuan Pak Guru Zhang. Anak-anak Hong Mang sangat senang melihat ibunya bisa melakukan hal yang disukainya untuk pertama kalinya, terutama Dang-jing. Dang-jing semakin mendukung ibunya untuk terus menggambar. Melihat Dang-jing begitu sedih mencemaskan Shu-rong di diagnosis kanker payudara, ibu Dang-jing terus memberikan dukungan pada Dang-jing. Ibu Dang-jing sungguh bijaksana, setelah belajar menggambar dan menjalankan Tzu Chi, dia tidak lagi mengutamakan uang, bahkan saat tahu anak-anaknya menjadikannya sebagai komisaris kehormatan, reaksinya juga sungguh di luar dugaan Dang-jing. Selain menjalani hidup dengan optimis, ibu Dang-jing masih mempraktikkan ajaran Master dalam kehidupan sehari-hari.

Twitter
Visit Us
YouTube
YouTube
Instagram