Melihat Bintang Bersamamu

Setiap Senin s/d Jumat | 21.00 WIB

Tahun 1945, Chao-sen lahir di sebuah keluarga kurang mampu di desa Dajia. Meski sudah bekerja banting tulang agar bisa menghidupi anggota keluarganya, tapi keluarga mereka tetap tidak melepaskan diri dari kekurangan. Karena kedua kakaknya sudah bekerja membantu keuangan keluarga, Chao-sen bisa tetap melanjutkan sekolahnya. Awalnya Chao-sen berniat melanjutkan pendidikan ke sekolah keguruan, tapi dia tidak lulus ujian. Atas saran pamannya, Chao-sen mendaftar ke sekolah teknik. Pamannya bahkan membantu membiayai uang sekolahnya. Setelah tamat, Chao-sen bekerja di departemen pemerintah di Yilan. Karena dikenalkan oleh kakak iparnya, Chao-sen dan Li-xue pun akhirnya menikah. Karena tempat kerja yang berpindah-pindah, Chao-sen terpaksa membawa serta istri dan anaknya. Sifat Chao-sen yang serius, membuatnya sangat tegas dalam mendidik anak-anaknya.

Agar bisa tidak tinggal berpindah dan bisa membeli rumah, Chao-sen dan Li-xue hidup dengan berhemat. Kesehatan Ayah dan Ibu mulai menurun. Ayahnya menderita kanker paru-paru sedangkan ibunya menderita penyakit Parkinson. Agar ayah dan ibunya bisa sembuh, Chao-sen melakukan ritual Namaskara dari Dajia ke Taipei. Meski akhirnya ayah dan ibunya tetap tidak bisa melawan takdir, tapi Chao-sen tidak menyesal. Setelah mengenal Tzu Chi dan mendengar ceramah Master, Chao-sen memutuskan untuk bersumbangsih. Sedangkan Li-xue melihat Chao-sen yang perlahan-lahan berubah, juga memutuskan ikut bersumbangsih di Tzu Chi.

Twitter
Visit Us
YouTube
YouTube
Instagram