Menanti Ranumnya Anggur

Setiap Sabtu & Minggu | 20.00 WIB

Zhan De-quan lahir di keluarga petani anggur. Ketika sudah mau selesai wamil, sebelah kelopak mata De-quan tidak bisa dibuka. Meski sudah berobat ke berbagai dokter, tetapi matanya tetap tidak bisa sembuh dan tidak diketahui penyebabnya. Li Bai-he, teman masa kecil Zhan De-quan, terus menyemangati dan mendukungnya. Awalnya De-quan malu dengan kondisi matanya dan merasa Tuhan tidak adil padanya. Jadi, dia pun mulai berjudi, minum arak, bahkan mengonsumsi narkoba. Karena kebiasaan buruknya itu, dia juga sering meminjam uang pada Bai-he. Karena Bai-he menyukai De-quan, maka dia terus meminjamkan uang pada De-quan. Namun, De-quan tidak menyadari perasaan Bai-he padanya. Dia hanya menganggap Bai-he sebagai teman yang baik yang selalu meminjamkan uang padanya. Karena sudah didesak untuk menikah oleh kedua orang tuanya, Bai-he memutuskan menyatakan perasaannya pada De-quan. Meski sudah menulis surat, tetapi De-quan tidak membalasnya. Akhirnya, Bai-he memberikan ultimatum, jika tidak mau mengembalikan utang, maka De-quan harus menikahinya.

Akhirnya mereka berdua pun menikah. Mereka pulang ke kampung halaman dan De-quan mulai membantu di kebun anggur ayahnya. Dia juga sudah meninggalkan kebiasan buruk berjudi. Bai-he berkenalan dengan insan Tzu Chi dan mulai aktif menjalankan Tzu Chi. Dia pun memikirkan cara supaya bisa mengajak De-quan ikut menjalankan Tzu Chi bersamanya. Karena menyukai fotografi, De-quan tertarik menjadi relawan dokumentasi Tzu Chi. De-quan semakin aktif menjalankan Tzu Chi. Dia pun menyadari bahwa meski hiduonya sangat sulit, tetapi sebenarnya dia masih lebih beruntung dibandingkan banyak orang. Dia pun belajar untuk menghargai berkah dan bersyukur. De-quan sadar bahwa dia adalah orang yang sangat beruntung, karena memiliki keluarga yang bahagia, saudara se-Dharma yang senantiasa membantu, serta dia masih bisa membantu orang lain.

Twitter
Visit Us
YouTube
YouTube
Instagram