Mendengar Suara Cinta

Setiap Senin s/d Jumat | 21.00 WIB

Lin Jin-ba adalah putri yang sangat dimanja oleh orang tua dan kedua kakak laki-lakinya, sehingga dia menjadi perempuan yang sama sekali tidak bisa melakukan hal lain selain belajar. Sejak kecil, Jin-ba selalu patuh pada orang tuanya. Hingga lulus SMP, dia memutuskan sendiri untuk tidak meneruskan sekolah dan memilih bekerja di pabrik. Di saat itulah dia baru menyadari bahwa dirinya tidak kompeten dalam bekerja. Jin-ba pun kembali mematuhi orang tuanya untuk meneruskan sekolah dan masuk ke sekolah keguruan. Kemudian dia berpacaran dan menikah dengan kakak kelasnya, Xie Ming-liang, walau ditentang oleh orang tuanya. Setelah menikah, Jin-ba yang sejak dulu tidak terbiasa memutuskan segala sesuatunya sendiri, tentu akan mengikuti arahan suaminya. Dia mengira suaminya sama seperti keluarganya dulu yang penuh perhatian dan selalu mendukungnya. Namun ternyata suaminya malah menjadi sumber tekanan terbesar bagi Jin-ba.

Ming-liang bersifat tegas, memiliki tuntutan tinggi dan tidak pengertian. Dia sering berkata, “Turuti saya saja.” Sifat seperti itu terbentuk karena saat kecil, Ming-liang merasa ayahnya pilih kasih. Dia selalu mengejar keberhasilan dengan dukungan dan kerja kerasnya sendiri demi mendapatkan pengakuan dari ayahnya. Maka setelah dewasa, Ming-liang pun mendidik anak dan muridnya dengan cara yang keras. Cara didiknya yang terlalu keras membuatnya menjadi guru yang bukan disegani, tetapi ditakuti oleh murid. Namun, di balik ketegasannya, Ming-liang ingin menjadi seorang guru baik yang dan guru yang berpengaruh bagi muridnya. Itu karena saat dia kecil dan hampir putus sekolah, ada seorang guru yang dia anggap sebagai penyelamat hidunya, telah  membujuk ayahnya dan bersedia membiayai sekolahnya sehingga dia bisa terus bersekolah.

Ming-liang selalu menuntut Jin-ba untuk menuruti perkataannya, baik dalam menjalani hidup maupun dalam mendidik murid dan anaknya sendiri. Hubungan suami istri menjadi tidak harmonis karena kurang komunikasi akibat kesibukan Ming-liang yang disebabkan kenaikan jabatannya dan tuntutan pekerjaannya. Hingga suatu ketika Jin-ba melihat ceramah Master yang mengatakan “Didik anak sendiri dengan hati Bodhisattva, didik murid dengan hati seorang ibu.” Jin-ba pun sadar bahwa dirinya harus berubah dahulu. Perubahan besar Jin-ba membuat pernikahannya yang hampir hancur dapat terselamatkan. Dia pun dapat mengubah suaminya dan mendapatkan kembali hati anaknya yang sempat kesal dan kecewa terhadap orang tuanya. Jin-ba akhirnya mengerti bahwa saat kita mendengarkan suara hati anak dan seluruh anggota keluarga, dia  akan dapat “mendengarkan cinta”. Ada cinta, maka akan ada tindakan. Mengatasi rintangan dengan cinta.

Twitter
Visit Us
YouTube
YouTube
Instagram