Tempatku Pulang

Setiap Senin s/d Jumat | 21.00 WIB

Tidak lama setelah Xiao Xiu-zhu lahir, orang tuanya bercerai karena ayahnya berselingkuh. Ibunya kemudian menikah lagi dengan Zheng Zi-yin.  Namun karena pihak laki-laki tidak mengizinkan ibu Xiu-zhu membawa anak, Xiu-zhu pun kemudian dititipkan pada neneknya di Chiayi. Xiao Xiu-zhu kecil sangat berharap bisa tinggal bersama ibunya di Hsinchu. Saat berumur 8 tahun, ibu dan ayah tirinya datang menjemput Xiu-zhu untuk tinggal di Hsinchu dan menyekolahkan dia. Tidak disangka, kehidupan yang baik tidak berlangsung lama. Usaha ayah tiri Xiu-zhu bangkrut. Mereka pun berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Karena ingin membantu ekonomi keluarga, Xiu-zhu pun rela meninggalkan sekolahnya. Bahkan karena ingin agar ibunya dapat diterima dengan baik oleh keluarga ayah tirinya, Xiu-zhu rela bekerja di penginapan teman ibunya. Berharap suatu hari ibunya dapat menjemputnya untuk kembali pulang.

Kehidupan di Penginapan Feng Lai semakin hari semakin buruk. Xiu-zhu yang sangat menjaga kehormatan dirinya dijerumuskan dengan paksa oleh Bibi Feng-jiao ke dalam pelacuran. Seorang preman yang sangat perhatian pada Xiu-zhu dan ingin bertobat mengetahui niat buruk dari Bibi Feng-jiao. Dia ingin mengeluarkan Xiu-zhu dari sarang harimau dan mengantarkan Xiu-zhu kembali pulang ke ibunya. Namun nahas, dalam suatu perkelahian antar geng  dia kehilangan nyawanya. Tanpa memedulikan bahaya yang mengancam jiwanya, Xiu-zhu berhasil melarikan diri dan berkumpul kembali bersama ibunya. Tadinya Xiu-zhu menyangka yang menunggunya adalah sebuah pertemuan keluarga yang mengharukan dan bukan sebuah konflik keluarga. Karena rumor, ayah tiri Xiu-zhu mengira Xiu-zhu memiliki hubungan dengan seorang preman. Selain itu, masalah pernikahan Xiu-zhu, membuat konflik di antara ayah dan anak semakin runcing. Masalah yang bertubi-tubi membuat Xiu-zhu tidak berpikir panjang. Untung saja ada teman sekerjanya, Xiu-lian yang menyukai Xiu-zhu kemudian memberi tahu ibu mertuanya untuk menjodohkan Xiu-zhu dengan Song-tian.

Tiga hari setelah menikah, Song-tian dan Xiu-zhu pergi ke pasar Taipei untuk berjualan buah-buahan. Karena kepolosan Song-tian, ditambah lagi Xiu-zhu tidak berpengalaman, usaha yang mereka jalani mengalami kerugian. Melihat buah-buahan yang terus membusuk, Xiu-zhu pun mulai mencari akal untuk menjual sesuatu yang tidak akan busuk. Akhirnya mereka mulai menjual plastik dan peralatan makan dari styrofoam. Saat wabah hepatitis B menyerang, pemerintah menggalakkan masyarakat untuk menggunakan peralatan makan sekali pakai dan ini membuat usaha mereka mendapat banyak penghasilan. Karena terlalu sibuk mencari uang, temperamen Xiu-zhu berubah menjadi sangat buruk dan keras kepala. Hubungan antar suami-istri pun berubah menjadi kurang harmonis. Karena sifatnya itu, suaminya menyebutnya sebagai Kaisar Wu Ze-tian. Apa yang dia katakan, tidak seorang pun boleh membantahnya. orang lain merasa sulit berkomunikasi dengannya, Xiu-zhu sendiri pun tidak merasa gembira. Saat mereka sudah mencapai titik jenuh dalam berbisnis, ada seorang teman yang mengenalkan Tzu Chi dan mengajak mereka melakukan daur ulang. Dan karena mendengar ajaran Master hubungan suami istri yang tadinya kurang harmonis kembali baik.

Twitter
Visit Us
YouTube
YouTube
Instagram