![]()

Drama DAAI :
DAWAI KEHIDUPAN
(真愛人生)
Mulai 2 September2010
Pk 21.00 WIB
Re-Run 09.00 dan 16.00 WIB (hari berikutnya)
27 Episode
Dawai Kehidupan. Dawai tak pernah berbohong. Di dalamnya terangkai irama demi irama.
Bagaikan rangkaian peristiwa dalam kehidupan yang mengalir begitu saja.
Di dalamnya terangkai nada kehidupan yang penuh suka-duka, jatuh-bangun, gagal-berhasil, tangis-canda, serta cinta dan kasih sayang.
Xue Shu-zhen atau yang akrab disapa Yoshiko, saat masih kecil sudah tertarik ingin menjadi bhiksuni. Sayang, niat mulianya tak tercapai. Saat beranjak dewasa, ia bertemu kembali dengan teman semasa kecilnya, Lai Zi-yu. Singkat kata, mereka berpacaran. Berkat keteguhan hati mereka berdua, ayah Yoshiko yang tadinya menentang keras akhirnya merestui pernikahan. Setelah menikah, Yusiko dan Zi-yu mulai merintis usaha kantong kertas dari nol. Tapi perjalanan usaha mereka tak selamanya berjalan mulus. Ditambah lagi 2 orang kakak kandung Zi-yu yang tak hentinya datang meminjam uang sejumlah besar dengan berbagai macam alasan. Keharmonisan rumah tangga mereka pun tak luput terkena imbasnya. Tapi mereka tetap menjalankan usaha dengan optimis dan tegar.
Anak-anak mereka satu persatu tumbuh dewasa. Diantara ketujuh anaknya, yang berminat meneruskan usaha hanya putra kedua, Lai Ying-kun. Dalam menjalankan usaha, berbagai hambatan dan cobaan datang silih berganti. Jatuh-bangun, suka-duka, derai tawa dan air mata menghiasi perjuangan mereka. Hingga suatu saat Yoshiko dan Zi-yu terpaksa menerima kenyataan pahit, selamanya kehilangan perusahaan yang sudah mereka rintis berpuluh tahun lamanya dengan bersusah payah…!
Tekanan dan beban pikiran yang berat membuat kesehatan Zi-yu menurun. Ia menderita sakit kanker liver stadium akhir dan nyawanya tak tertolong. Usaha keluarga yang kandas, ditambah kepergian sang ayah, membuat Ying-kun menjalani hari-harinya dengan beban pikiran yang berat dan kurang menjaga kesehatan.. Hingga suatu saat kesehatannya terganggu, ia dinyatakan radang pankreas. Nyawanya juga tak tertolong.
Menghadapi berbagai persoalan hidup yang datang bertubi-tubi, Yoshiko mencoba tetap tegar, tabah dan sabar dalam menjalani hari-harinya. Untunglah, jauh sebelumnya saat perusahaannya masih berjaya dan Zi-yu masih ada, Yoshiko sudah mengenal Tzu Chi dan aktif di dalamnya. Bahkan dia adalah ketua regu kedua. Setelah Zi-yu meninggal dan perusahaannya sudah tak ada, Yoshiko tetap aktif dalam Tzu Chi. Yoshiko menderma baktikan waktu dan tenaga untuk bergabung dalam Tzu Chi. Maka dengan demikian, impiannya untuk membantu orang lain yang butuh bantuanpun berhasil dicapai… Ia juga berharap agar di kemudian hari, insan Tzu Chi benar-benar bisa tersebar luas di seluruh pelosok dunia, menebarkan cinta kasih dengan membantu lebih banyak orang yang butuh bantuan…
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 02 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 1
Seorang gadis kecil bernama Yusiko sering ikut neneknya sembahyang di klenteng. Sejak kecil sudah tertarik untuk berderma, bahkan berniat untuk menjadi bhiksuni. Ucapan seorang peramal yang mengatakan ia sangat berjodoh dengan Buddha semakin membulatkan niatnya. Namun sayang, keinginannya tak tercapai lantaran tak mendapat persetujuan ayahnya. Meski demikian, Yusiko tak patah semangat. Diam-diam belajar dharma dan berderma. Hanya neneknya yang begitu memahami keinginannya. Hubungannya dengan nenek pun begitu dekat. Suatu hari ketika belajar bersama di rumah temannya, You Ming-hui, Yusiko bertemu dengan Lai Zi-yu, adik dari bos yang berbisnis dengan ayah You Ming-hui. Setelah lulus SD, Yusiko bekerja di sebuah tempat menyulam. Setiap malam pulang kerja dan waktu libur, tanpa sepengetahuan orangtuanya ia pergi ke klenteng dan mengajak orang-orang untuk sembahyang. Hanya neneknya yang tahu aktivitasnya ini.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 03 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 2
Dari hari ke hari semangat Yusiko untuk berderma dan menjadi bhiksuni semakin kuat. Suatu hari ketika sembahyang di klenteng, ia mengutarakan keinginannya menjadi bhiksuni. Namun seorang guru berkata bahwa dalam kehidupan ini ia belum bisa mewujudkan keinginannya karena jasa pahalanya belum cukup, masih banyak karma yang harus dilunasi. Yusiko sedih dan hanya nenek yang mampu menghibur dan memberi pengertian padanya. Seiring berjalannya waktu, Yusiko kecil telah tumbuh dewasa. Bersama teman-temannya ia pun bekerja di Taipei. Yusiko bekerja sebagai akuntan di sebuah toko selimut. Suatu hari lewat rekomendasi You Ming-hui, Yosiko datang ke sebuah perusahaan untuk melamar kerja sebagai akuntan. Tak disangka ia bertemu dengan teman lama yang dikenalkan oleh You Ming-hui, yaitu Lai Zi-yu. Karena tempat Yosiko melamar kerja adalah tempat Lai Zi-yu bekerja. Di tempat kerja yang baru Yusiko bekerja dengan giat dan rajin.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 04 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 3
Rasa suka yang tertanam sejak kecil serta kebersamaan di tempat kerja telah menyemai benih cinta di hati Yusiko dan Lai Zi-yu. Mereka pun berpacaran. Ayah Lai Zi-yu menyetujui hubungan mereka dan menganjurkan untuk segera menikah. Teman-teman Yusiko di Taipei pun turut senang, namun Yusiko masih ragu apakah keluarganya akan menyetujui pilihan hatinya. Tapi sungguh tak disangka, saat ayah Lai Zi-yu datang melamar Yusiko untuk Lai Zi-yu, ayah Yusiko tak menyetujui pernikahan. Dengan alasan keberatan bila nantinya akan tinggal berjauhan dengan putri tersayang. Yusiko sangat sedih, namun Lai Zi-yu takkan menyerah begitu saja. Ia bertekad akan berusaha dengan cara lain untuk mewujudkan cinta mereka dalam ikatan pernikahan. Maka meski tak mendapat restu ayah Yusiko, keduanya diam-diam terus bepacaran.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 05 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 4
Keteguhan hati membuat Lai Zi-yu kembali melamar Yusiko. Sayang, ayah Yusiko tetap tak mengizinkan. Kesedihan yang mendalam membuat Yusiko memutuskan berhenti bekerja agar tak perlu bertemu Lai Zi-yu. Sementara itu, diam-diam ayah Yusiko sudah menyelidiki latar belakang keluarga Lai. Ternyata harta keluarga mereka telah dihabiskan oleh kakak-kakak Lai Zi-yu. Takut anaknya hidup menderita dalam kemiskinan, ayah Yusiko pun mengatur perjodohan Yusiko dengan seorang pemuda kaya. Yusiko mencari akal membatalkan niat ayahnya. Sehingga ayahnya sangat murka. Meski Yusiko berkata dia rela berjuang bersama Lai Zi-yu, apa daya ayahnya tetap tak mengizinkan. Berkat nasehat neneknya yang bijak, ayah Yusiko pun luluh dan merestui pernikahan. Setelah menikah, Yusiko dan Lai Zi-yu tinggal bersama ayah, kakak dan kakak ipar Lai Zi-yu. Tak lama, kakak dan kakak ipar memutuskan mengajak ayah Lai Zi-yu untuk pindah dan membuka usaha baru. Atas nasehat ayahnya, Lai Zi-yu merintis usaha sendiri. Yusiko pun bertekad, sebelum usaha suaminya berhasil, ia takkan pulang ke kampung halaman di Yilan. Kebahagiaan keduanya bertambah setelah kelahiran anak pertamanya, Li-lin. Berkat nasehat dari ayahnya, usaha Lai Zi-yu perlahan-lahan mulai menampakkan hasil.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 06 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 5
Ayah Lai Zi-yu pindah tinggal bersama Lai Zi-yu sekeluarga di Taizhong. Perlahan usaha mereka mulai berkembang. Tapi perbedaan pendapat diantara keduanya juga tak jarang. Untunglah ada ayah Lai Zi-yu yang menjadi penengah dan memberi nasehat. Mereka juga membuka usaha sampingan sebagai distributor obat serangga. Di saat usaha baru mulai berjalan, tahun 1959 badai topan menerjang Taiwan, Taizhong tak luput dari banjir parah. Pabrik usaha kantong kertas terendam banjir, beberapa toko dan apotik tempat mereka menjadi distributor obat serangga pun lenyap tersapu banjir. Dalam waktu sekejap mereka mengalami kesulitan keuangan. Hutang yang harus dibayar, ditambah lagi Yusiko sedang hamil kedua. Meski dilanda banyak masalah, namun Yusiko tetap pada pendiriannya. Sesulit apapun hidup yang akan dilaluinya bersama Lai Zi-yu, ia takkan mau merepotkan orangtuanya. Meski ada bantuan pangan dari Amerika untuk Taiwan, namun Yusiko bersikeras tak mau menerima bantuan tersebut. Karena ia merasa malu, ia yang dulu bercita-cita ingin membantu orang lain kini malah dibantu. Ia merasa sedih. Untunglah ada Lai Zi-yu, suami yang setia dan baik hati yang selalu menghiburnya.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 07 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 6
Dengan berat hati Yusiko pergi mengambil bahan makanan, bantuan dari pemerintah Amerika. Kondisi keuangan yang pelik membuat Yusiko memberanikan diri meminjam bantuan pada ibunya. Sehingga hutang-hutang mereka bisa dilunasi. Sisa uang yang mereka gunakan untuk usaha mulai menampakkan hasil, bahkan berkembang pesat. Kondisi keuangan pun sudah membaik. Berkat bantuan seorang teman, Zi-yu mulai mengembangkan usaha di Taipei dan mereka sekeluargapun pindah ke sana. Kali ini usaha Zi-yu juga berhasil. Yusiko melahirkan anak keempatnya di Taipei. Meski sudah tujuh tahun menikah, namun belum sekalipun ia pulang ke kampung halamannya. Tapi usaha Zi-yu di bidang kantong kertas mengalami sedikit masalah dengan munculnya usaha kantong plastik milik orang lain. Merekapun mencari akal, akhirnya mendapat ide untuk membuat kotak makanan dari kertas karton. Cara ini berhasil, tapi siapa menyangka kotak makanan buatan mereka ada yang memalsukan. Sehingga Zi-yu berkeinginan untuk mematenkan produk buatan mereka. Melihat usaha Zi-yu demikian sukses, kakak keempat Zi-yu yang terlilit hutang datang meminjam uang.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 08 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 7
Tak hanya kakak keempat yang meminjam uang, kakak pertama juga demikian. Sementara itu untuk mematenkan hak cipta produk ternyata biayanya mahal, mereka berencana mencari tahu dulu tentang hak paten. Kerinduan Yusiko terhadap keluarga di Yilan semakin mendalam. Delapan tahun setelah menikah, untuk pertama kalinya Yusiko dan Zi-yu membawa anak-anaknya menjenguk keluarga di Yilan. Kedatangan mereka disambut dengan suka cita, terutama nenek yang begitu merindukan Yusiko. Putri kedua yaitu Fu-mei, memiliki bakat bermain piano. Sehingga Zi-yu membelikan piano untuk Fu-mei. Kakak pertama Zi-yu semakin menjadi. Telibat hutang dalam jumlah besar, lagi-lagi datang meminjam dengan Zi-yu, sisa uang malah digunakan untuk berfoya-foya. Ayah Zi-yu sangat berang dengan kakak keempat Zi-yu yang tidak berguna, selalu memanfaatkan kebaikan orang lain.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 09 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 8
Ayah Zi-yu berobat di Taipei, dan untuk sementara tinggal di rumah adik Zi-yu. Permainan piano Fu-mei sudah semakin baik, bahkan oleh guru piano ia didaftarkan ikut lomba piano. Zi-yu berhasil mendapatkan hak paten untuk kotak puding ciptaannya. Juga mendapat seorang penasehat/konsultan bisnis yang handal, Liao Han-hua. Kakak keempat lagi-lagi datang meminjam uang. Setelah kotak puding mereka berhasil, kali ini Zi-yu membuat kotak kue bulan yang juga laris di pasaran. Usaha Zi-yu dan Yusiko benar-benar sangat memuaskan, kesuksesan telah mereka raih. Tapi pada tahun 1997, bencana alam angin topan kembali melanda Taiwan. Kerugian yang dialami Zi-yu sungguh sangat besar. Mereka terlibat hutang dalam jumlah besar dimana-mana dan kesulitan membayarnya. Bahkan pengadilan sudah mengirim surat, Zi-yu terpaksa mengambil jalan dipenjara demi melunasi denda pengadilan. Hari dimana Fu-mei mengikuti lomba piano adalah hari dimana Zi-yu melapor ke penjara Taizhong. Ia akan menghabiskan masa setengah tahun mendekam dalam penjara. Semua urusan perusahaan kini ditangani oleh Yusiko.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 10 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 9
Yusiko tak memberitahu anak-anaknya perihal Zi-yu dipenjara. Ia hanya mengatakan kalau ayah mereka pergi ke Jepang. Demi melunasi hutang, Yusiko terpaksa menjual piano milik Fu-mei. Meski berjuang sendiri, tapi Yusiko bisa membuktikan bahwa dia mampu mengurus usahanya dengan baik. Kakak keempat dalam keadaan mabuk datang lagi untuk meminjam uang. Ternyata ia tidak tahu bahwa Zi-yu sedang dipenjara.
Selama Zi-yu dipenjara, Yusiko mengirimkan beberapa buku paritta untuknya. Sehingga Zi-yu bisa tabah menjalani hari-harinya. Enam bulan berlalu, Zi-yu pun dibebaskan dari penjara. Ternyata penjara telah mengubah pola pikir Zi-yu sedikit lebih terbuka. Mereka mendapat kabar bahwa ayah Zi-yu sakit dan harus diopname. Zi-yu meminta agar setelah keluar dari rumah sakit, sang ayah bisa dirawat di rumah mereka saja. Karena sibuk, Yusiko menggaji seorang perawat untuk merawat mertuanya. Tapi adik iparnya merasa tidak senang. Karena dia beranggapan semestinya Yusiko yang merawat ayahnya, bukan orang lain.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 11 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 10
Ayah Zi-yu meninggal dunia. Namun sebelum meninggal, ia sempat berpesan pada Yusiko untuk mengadakan upacara kematiannya dengan ritual Buddhis dan vegetarian. Tapi kakak pertama dan kakak keempat tidak setuju. Sampai akhirnya mereka terkena diare. Mungkin ini adalah karma mereka yang tidak menaati amanat almarhum. Zi-yu dan Yusiko mengundang seorang guru yang bernama Liao Meng-qiu untuk mengajar etika berbisnis pada para pegawai. Anak-anak Zi-yu dan Yusiko satu persatu sudah tumbuh dewasa. Kakak keempat semakin sering datang meminjam uang. Sampai Zi-yu dan Yusiko pun bertengkar karena hal ini. Meski Zi-yu sudah mendapatkan hak paten untuk kotak segi delapan ciptaannya, masih ada juga yang berani memalsukan kotak buatannya, yaitu A Chang seorang mantan pegawainya. Anak-anak Zi-yu lebih senang bekerja di luar, tidak di perusahaannya. Tentu saja hal ini bertolak belakang dengan harapan Zi-yu yang ingin mewariskan usaha pada anak-anaknya.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 12 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 11
Akhirnya permasalahan dengan A Chang mengenai pemalsuan kotak bisa diselesaikan. Sementara itu kakak ipar datang menemui Zi-yu untuk mencari keberadaan suaminya. Ternyata uang yang dipinjam dari Zi-yu dipakai untuk berfoya-foya. Kakak ipar tak punya uang untuk membiayai pendidikan anak-anak. Zi-yu dan Yusiko berbaik hati membantunya. Salah satu teman Zi-yu yang bernama Cai Bo-qi membawa kabar gembira mengenai Yayasan Amal Tzu Chi yang membantu orang-orang kurang mampu dengan berlandaskan cinta kasih. Yusiko merasa tertarik dan meminta bantuan Cai Bo-qi mencari tahu. Kakak keempat Zi-yu ternyata berbohong. Ia tidak berusaha di Kaohsiung. Karena kesedihan yang mendalam, kakak ipar jatuh sakit dan diopname, namun tak ada biaya. Mendengar kabar ini, Zi-yu dan Yusiko segera pergi membantu kakak ipar. Zi-yu dan Yusiko pergi ke Taipei menemui Dosen Chen untuk mengurus hak paten tas kertas buatan mereka. Ternyata Dosen Chen juga tahu tentang Tzu Chi. Yusiko semakin penasaran, Zi-yu memutuskan bila ada waktu luang akan berkunjung ke Hualian untuk mencari tahu mengenai yayasan ini. Selang beberapa waktu setelah mereka pergi ke Hualian, ada yang mencari Yusiko untuk mengambil uang sumbangan bulanan. Kakak ipar keempat sakit, sampai tak tertolong. Kakak keempat baru pulang setelah kakak ipar meninggal, bahkan tragisnya ia tidak tahu istrinya sendiri sudah meninggal. Ying-kun, anak ke dua ternyata tak berminat untuk meneruskan sekolah. Hanya tamatan SMU, Zi-yu dan Yusiko khawatir dengan masa depannya, sehingga meminta Ying-kun untuk bekerja membantu di perusahaan. Kali ini Yusiko tak mau merepotkan kakak-kakak dari Tzu Chi mengambil uang sumbangan, ia sendiri yang datang langsung dari Taipei ke Taizhong untuk mengantar uang sumbangan bulanan.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 13 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 12
Putri pertama mereka, Li-lin berniat ingin bekerja di Taipei, meski tidak setuju, tapi mengingat pengalamannya di masa muda, akhirnya Yusiko pun memberi ijin. Yusiko semakin aktif ikut kegiatan Tzu Chi. Jumlah uang sumbangan Zi-yu dan Yusiko tertera dengan jelas di buku jurnal Tzu Chi, hal ini semakin meyakinkan mereka bahwa Tzu Chi adalah yayasan yang jujur. Pendiri yayasan ini, Master Cheng Yen berniat mendirikan rumah sakit, Yusiko tergerak hatinya untuk menggalang dana membantu mengumpulkan uang. Bersama beberapa orang kakak, Yusiko pergi mengunjungi fakir miskin. Di sinilah Yusiko baru merasakan beratnya penderitaan hidup orang tak mampu. Dan baru menyadari bahwa membantu orang lain tidak hanya dengan berderma uang, melainkan dengan hati. Yusiko pun mulai aktif mengumpulkan orang-orang untuk ikut bersamanya aktif dalam kegiatan Tzu Chi sebagai anggota relawan. Serta memperkenalkan Tzu Chi ke beberapa kenalannya. Kakak keempat datang lagi pinjam uang dengan langsung membawa cek. Yusiko bertekad tidak mau lagi memberi pinjaman, tapi apa daya Zi-yu tetap mengijnkan. Ternyata cek itu adalah cek kosong. Lagi-lagi mereka tertipu.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 14 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 13
Kunjungan ke rumah fakir miskin memberi kesan yang mendalam bagi Yusiko. Kakak keempat Zi-yu lagi-lagi datang meminjam uang dalam jumlah banyak dengan alasan untuk modal usaha. Kali ini Yusiko sudah tidak bisa menahan sabar dan bersikeras tidak akan memberi pinjaman sepeser pun. Demi membantu Master Cheng Yen membangun rumah sakit, Yusiko berniat mengadakan kegiatan amal di perusahaan dan meminta semua pegawai turut terlibat sebagai anggota relawan Tzu Chi. Suatu ketika, di waktu luang, Zi-yu dan Yusiko pergi ke Hualian. Setelah kembali, Yusiko semakin giat menggalang dana dan menganjurkan orang-orang untuk banyak berbuat kebajikan.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 15 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 14
Orang-orang yang diajak Yusiko untuk mengunjungi fakir miskin merasa sangat tersentuh melihat secara langsung bagaimana kehidupan fakir miskin. Yusiko telah membantu membuka mata hati mereka. Dalam hati Yusiko terbesit keinginan dan pengharapan agar suatu hari nanti insan Tzu Chi bisa tersebar di seluruh dunia, menolong orang-orang yang membutuhkan dengan penuh rasa cinta kasih. Yusiko juga menyempatkan dirinya datang ke rumah para dermawan/donatur untuk mengambil uang sumbangan. Kakak keempat sengaja datang saat Yusiko tak ada di rumah, dengan harapan lebih gampang mendapat bantuan dari Zi-yu. Setelah berhasil berusaha di bidang kertas dan pengepakan, kali ini Zi-yu bermaksud membuka usaha di bidang makanan. Yusiko semakin serius dan giat ikut kegiatan Tzu Chi. Sementara Zi-yu lebih fokus pada urusan perusahaan, bahkan sedang mempersiapkan anak-anaknya terutama putra pertama dan putra keduanya untuk menggantikan posisinya di perusahaan bila ia sudah tua nantinya. Namun putra pertama, Ying-zhang tak berniat kerja di perusahaan. Ia lebih suka membuka usaha toko roti.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 16 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 15
Tak hanya meminta bantuan dari Zi-yu, kakak keempat sekarang mulai datang mencari bantuan pada anak-anak Zi-yu. Zi-yu juga berinisiatif membantu Yusiko menyumbang untuk Tzu Chi. Akhirnya Zi-yu dan Yusiko setuju Ying-zhang belajar ilmu pangan dan gizi. Serta memintanya belajar di Jepang. Suatu hari mereka dikejutkan oleh kabar bahwa kotak buatan mereka dipalsukan lagi. Zi-yu berkeinginan, nantinya perusahaan Yu Tang diserahkan pada Ying-kun, sementara usaha di bidang makanan diserahkan pada Ying-zhang. Dan Zi-yu berniat untuk berinvestasi di bidang makanan. Kakak keempat tak henti-hentinya datang meminta bantuan bahkan mengadu domba Zi-yu dan Yusiko. Juga menghina Penasehat Chen. Sehingga Penasehat Liao mengambil kesempatan ini untuk mengundurkan diri dari perusahaan dan pensiun karena usianya sudah paruh baya. Kakak keempat bermaksud membayar hutang dengan memberikan sertifikat tanah ayah mereka yang sempat diambil alih oleh paman sepupu mereka. Ternyata sertifikat tersebut hanya fotokopi bukan sertifikat asli. Atas masalah ini Zi-yu memberi mereka waktu satu tahun untuk mengembalikan sertifikat tanah yang asli. Yusiko masih tetap aktif dalam kegiatan Tzu Chi, bahkan kenalannya dari hari ke hari semakin bertambah.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 17 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 16
Sementara Yusiko sibuk menggalang dana, Zi-yu bingung dan kesal mengenai masalah kakak keempat dan paman sepupu, ditambah lagi masalah investasi yang butuh banyak uang. Ying-kun memberitahu Yusiko masalah mengenai penipuan yang dilakukan kakak keempat dan paman sepupu. Yusiko sangat emosi sehingga bertengkar lagi dengan Zi-yu. Hati Yusiko sangat terpukul. Bersusah payah ia membangun usaha, supaya punya kehidupan yang lebih baik dan bisa berderma. Tapi Zi-yu malah banyak menghabiskan uang untuk kakak keempat. Selang beberapa waktu hubungan keduanya mulai membaik. Zi-yu meminta Yusiko untuk pergi ke Jepang bersama Profesor Chen dan istri. Tekad Zi-yu semakin mantap, ia ingin menjadikan Yu Tang sebagai perusahaan besar. Selama Yusiko ke Jepang, Zi-yu mengambil kesempatan ini untuk mengalihkan penanggung jawab perusahaan atas namanya, juga nama rekening dan stempel perusahaan telah diubahnya. Tapi ternyata investasi mereka tidak berhasil.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 18 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 17
Masih sama seperti dulu, Yusiko tetap giat mengajak orang-orang untuk aktif di kegiatan Tzu Chi. Ia dianggap sebagai contoh teladan bagi orang-orang disekitarnya. Investasi Zi-yu gagal. Uang perusahaan sisanya tak seberapa. Rencana meminta paman sepupu untuk mengembalikan uang pinjaman juga tak berhasil. Mereka hanya bisa meminta bantuan rekan bisnis untuk mengundur masa pembayaran hutang. Untunglah Pak Lin berbaik hati memberi kemudahan, bahkan meminjamkan uang untuk modal usaha. Dalam kondisi yang genting ini, Yusiko berniat menyerahkan perusahaan Yu Tang pada Pak Lin selama 3 tahun. Dengan harapan dapat melunasi hutang dan jika suatu saat kakak pertama dan keempat datang lagi pinjam uang, ada Pak Lin yang bisa membantu mereka mengatasi masalah. Meski Pak Liao tidak lagi bekerja sebagai penasehat, namun untuk masalah ini Zi-yu tetap mencarinya untuk berunding. Akhirnya, Yu Tang diserahkan ke tangan Pak Lin sebagai direktur. Meski tak rela, tapi ini adalah satu-satunya jalan terakhir untuk menyelamatkan Yu Tang. Para pegawai merasa kurang senang akan hal ini. Terutama Ying-kun sebagai putra Zi-yu dan Yusiko, sekaligus calon penerus perusahaan. Zi-yu dan Yusiko bukan lagi bos dan nyonya, melainkan pegawai biasa yang menerima gaji bulanan. Sehingga memutuskan untuk pindah sementara. Namun suatu ketika, tanpa persetujuan kedua belah pihak, Pak Lin menjual perusahaan Yu Tang pada orang lain dengan alasan kesulitan keuangan.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 19 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 18
Zi-yu mulai sakit-sakitan, penyakit flu yang tak kunjung sembuh. Ia bersikeras tidak ingin berobat ke dokter, karena ia beranggapan hanya flu biasa. Persediaan uang terakhir sudah dipakai Zi-yu untuk membuat kotak es kering. Ternyata ia malah didenda.
Sehingga Zi-yu mengambil keputusan untuk bersembunyi sementara di suatu tempat. Untuk sementara Zi-yu menginap beberapa hari di rumah penasehat Liao dan temannya, Cai Bo-qi. Menghadapi permasalahan rumit yang datang tiada henti, Yusiko hanya bisa bersabar, mencoba untuk tetap tegar, serta memohon perlindungan dan bantuan dari Buddha. Sementara itu Yusiko mengisi hari-harinya dengan tetap aktif dalam kegiatan Tzu Chi.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 20 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 19
Akhirnya Zi-yu tertangkap dan untuk kedua kalinya harus mendekam dalam penjara. Kesehatannya semakin hari semakin memburuk dan harus dirawat di rumah sakit. Ternyata hasil diagnosanya adalah kanker liver stadium 4, hidupnya tak lama lagi, hanya 1-3 bulan saja. Oleh karena khawatir Zi-yu belum siap mental mengetahui penyakitnya, maka Yusiko memutuskan untuk merahasiakannya dulu, sehingga hanya memberitahu bahwa Zi-yu hanya radang liver. Ini merupakan pukulan berat bagi Yusiko, namun ia tetap merawat suaminya dengan sabar. Yusiko memutuskan untuk tegar menghadapi cobaan ini, bertekad menemani Zi-yu hingga akhir hayat. Yusiko sangat berterimakasih pada Master Cheng Yen yang menyetujui Zi-yu pindah RS dan dirawat di RS Tzu Chi di Hualian. Hasil diagnosa dari dokter Tzu Chi juga sama, Zi-yu menderita sakit kanker liver stadium 4. Kali ini Yusiko sudah siap mental, karena ia tahu kapan saja Zi-yu bisa meninggalkannya. Kakak pertama dan keempat datang menjenguk Zi-yu. Mereka menginginkan Zi-yu mengetahui apa penyakitnya. Dalam kebingungan, Yusiko menelepon ayahnya minta pendapat. Ayah Yusiko ternyata juga menginginkan Zi-yu mengetahui apa penyakit yang diderita oleh Zi-yu.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 21 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 20
Yusiko meminta bantuan ayahnya menghubungi anak-anaknya untuk mengatur pertemuan terakhir mereka dengan Zi-yu. Kakak keempat memberitahu Zi-yu mengenai penyakitnya. Zi-yu sangat terkejut dan marah. Ia tidak menyangka penyakitnya sudah separah itu. Zi-yu berpesan agar nantinya setelah ia meninggal, jangan biarkan anak-anaknya belajar berbisnis. Anak-anak Zi-yu dan Yusiko berkumpul, semuanya datang mengunjungi ayah mereka di rumah sakit. Zi-yu memberikan pesan-pesan terakhir untuk anak-anaknya dan meminta mereka menyanyikan sebuah lagu untuknya, yang mana harapannya adalah sama seperti isi lagu tersebut. Di saat Zi-yu memberi pesan terakhir pada Yusiko, kebetulan kakak keempat datang dan menguping pembicaraan mereka. Saat itulah Yusiko baru tahu alasan Zi-yu bersikap begitu baik terhadap kakak keempat sekalipun ia sudah berkali-kali dibohongi. Mendengar alasan tersebut, kakak keempat baru sadar dan terharu akan kebaikan adiknya. Tiba-tiba Zi-yu muntah darah dan tak sadarkan diri. Dalam kondisi demikian genting, semua begitu tegang dan berdoa, termasuk juga kakak keempat. Namun Zi-yu tak tertolong, ia meninggal...
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 22 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 21
Setelah Zi-yu meninggal, Yusiko memanfaatkan waktunya untuk semakin aktif dalam kegiatan Tzu Chi. Dengan giat menggalang dana dan mengajak orang-orang untuk ikut serta dalam kegiatan Tzu Chi. Berkat usahanya, semakin hari semakin banyak orang yang tertarik ikut serta. Bahkan banyak orang yang sejak terlibat dalam kegiatan Tzu Chi merasa hidupnya jauh lebih baik, karena Tzu Chi telah membuka hati dan jiwa mereka. Sementara itu hasil kerja Ying-kun di tempat kerjanya tergolong bagus, demikian juga dengan Ying-zhang yang sudah bekerja di toko roti. Bos toko roti sangat sayang pada Ying-zhang karena kejujuran dan kemauannya untuk kerja keras.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 23 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 22
Soal pekerjaan, Ying-kun memang bekerja dengan baik. Tapi ia sering pergi minum arak bersama rekan-rekan kerjanya. Dan ia berniat mengikuti bosnya untuk bekerja di Taipei. Namun Yusiko tidak setuju karena khawatir ia salah pergaulan. Untunglah Ying-kun berubah pikiran, ia akan tetap bekerja di Taizhong. Kali ini ketika mengunjungi fakir miskin, mereka baru mernyadari bahwa dalam masyarakat, ada orang yang mau menipu dan memanfaatkan kebaikan Tzu Chi. Dari hari ke hari anak-anak Yusiko sudah dewasa semuanya, dari ketujuh anaknya hanya LI-lin yang sudah menikah. Sementara Ying-zhang dan Ying-kun meski sudah cukup umur tapi belum juga berniat berumah tangga. Hal ini jadi bahan pemikiran Yusiko. Pak Lin, yang pernah menjabat sebagai komisaris Yu Tang kembali mencari Yusiko dan mengajak Yusiko bekerja sama merintis usaha baru.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 24 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 23
Yusiko bimbang, di satu sisi ia teringat ucapan Pak Lin yang ingin mengajaknya kembali berusaha, namun di sisi lain ia teringat pesan almarhum suaminya yang tak mengizinkan anak-anaknya berbisnis. Atas nasehat dari Master Hsuan, Yusiko tak ingin lagi berbisnis agar tidak diganggu lagi oleh kakak ipar pertama dan keempat. Kesehatan kakak pertama kurang baik karena terkena stroke. Melihat kondisi kakak pertama yang begitu memprihatinkan, Yusiko sadar dalam hidup ini tak seharusnya menyimpan dendam amarah, semua ada karmanya. Kebaikan hati Yusiko untuk memaafkan kakak ipar telah menggugah perasaan haru kakak ipar dan anaknya. Setelah menuruti nasehat Yusiko untuk melafalkan paritta dalam hati, akhirnya kakak ipar pertama bisa meninggalkan dunia dengan lebih tenang, mengakhiri penderitaannya di dunia. Tiga tahun setelah Zi-yu meninggal, Fu-mei menikah.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 25 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 24
Anak-anak semuanya sudah punya penghasilan sendiri, beban Yusiko jadi berkurang. Yusiko sekarang lebih memusatkan perhatiannya untuk Tzu Chi. Bersama para pengurus Tzu Chi kantor penghubung Taizhong, Yusiko sering mengadakan kegiatan kunjungan ke kediaman fakir miskin (survei kasus). Sebagai ketua regu, Yusiko menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati. Banyak rekan-rekan relawan yang mengagumi kepandaian, kebijaksanaan dan kewelas-asihannya. Tak jarang setiap ada masalah, baik masalah pribadi maupun Tzu Chi mereka mencari Yusiko untuk bertukar pikiran dan mencurahkan beban/isi hati. Sementara itu, dari semua putra Yusiko belum seorangpun yang menikah. Yusiko berniat mencarikan jodoh untuk Ying-zhang, anak pertamanya. Tapi Ying-zhang belum berniat untuk berumah tangga. Ia ingin punya usaha toko roti sendiri baru berumah tangga.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 26 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 25
Yusiko juga berharap putra keduanya, Ying-kun segera menikah. Kakak ipar keempat berpulang, menyusul kepergian kakak pertama dan Zi-yu. Yusiko semakin giat aktif dalam kegiatan Tzu Chi. Jumlah anggota komite dan relawan/dermawan Tzu Chi semakin hari semakin bertambah banyak. Jin-xia sudah punya pacar, Yusiko merasa senang. Ia berharap tak lama lagi bisa menambah seorang menantu. Cita-cita Ying-zhang sudah tercapai, akhirnya ia bisa membuka sebuah toko roti. Ketika mengantar barang pesanan pelanggan, tanpa sengaja mobil yang dikendarai Ying-kun menabrak seorang kakek tua. Meski sudah dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Sejak kejadian tersebut, Ying-kun sering murung, jiwanya terguncang.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 27 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 26
Usaha Ying-zhang berjalan dengan baik, Yusiko mengingatkannya lagi untuk segera berumah tangga. Bos tempat Ying-kun bekerja ingin mengembangkan usaha di Tiongkok. Tapi Yusiko tidak setuju bila Ying-kun mengikuti bosnya bekerja di Tiongkok, karena khawatir ia akan banyak minum arak dengan pelanggan perusahaan. Akhirnya atas nasehat Yusiko, Ying-kun bekerja membantu di toko roti milik Ying-zhang. Namun kebiasaannya minum arak belum juga hilang. Hingga akhirnya terkena radang pankreas. Ying-kun berencana merahasiakan penyakitnya, tapi tanpa sengaja malah ketahuan oleh Yusiko.
DAAI Drama : DAWAI KEHIDUPAN , 28 September 2010, Pk 21.00 WIB; Episode 27
Tiba-tiba terjadi gempa yang hebat di Taizhong, akibatnya mempengaruhi ekonomi toko Ying-zhang. Untuk sementara ia menutup tokonya dan kembali bekerja di tempatnya dulu. Rumah sekaligus tempat usaha Yusiko dulu semasa Yu Tang berjaya harus dibongkar karena ternyata terlibat kasus hak milik. Sekalipun sudah bertekad tidak akan minum arak lagi, tapi Ying-kun sungguh benar-benar tidak sanggup menahan godaan untuk minum. Kali ini kondisinya fatal, akibat minum arak sampai harus diopname. Sekeluarnya dari RS, Ying-kun sungguh-sungguh bertekad tidak akan lagi minum arak. Tapi Tiba-tiba Ying-kun demam, panasnya tinggi sekali. Sehingga harus dibawa lagi ke rumah sakit. Kondisinya kritis, setiap saat bisa saja terjadi hal yang tidak mereka inginkan. Ternyata apa yang dikhawatirkan Yusiko benar-benar terjadi. Ying-kun meninggal. Meskipun sedih telah kehilangan dua orang yang dicintainya, namun Yusiko tetap menjalani hidupnya dengan tegar. Kekuatan cintanya akan sesama telah menumbuhkan ketegaran dalam dirinya. Ia pun mengabdikan dirinya dengan sepenuh hati menebarkan cinta kasih dan membantu orang-orang yang membutuhkan, aktif dalam Tzu Chi.
- Tamat -