![]()

Drama DAAI : Kisah 3 Perempuan
後山姊妹
(Hou Shan Jie Mei)
Setiap Hari : Pk 19.00 WIB
Re-Run 07.00 dan 13.00 WIB (Hari Berikutnya)
Mulai 24 Agustus 2010
57 Episode
Drama ini bercerita tentang kisah 3 wanita yang berlatar belakang berbeda dan awal mulanya Yayasan Amal Buddha Tzu Chi dibentuk juga awal mulanya celengan bambu digalakkan.
Cerita dimulai dari Xie Yu-mei, Li Shi dan Chen A Yu yang tidak saling mengenal sampai akhirnya mereka bertemu dan perlahan akhirnya tali persahabatan diantara mereka bertiga menjadi sangat erat.
Selain kisah persahabatan ketiga wanita tersebut, juga diceritakan kisah awal mulanya Tzu Chi mensurvei kasus, menggalang dana untuk membantu kasus pertama, dan penggumpulan dana untuk membangun RS Tzu Chi Hualien pada tahun 1986.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 24 Agustus 2010, Episode 1
Tahun 1935 di Hualian-Taiwan. Tuan Xie memiliki 4 orang anak, dua putra dan dua putri. Putri pertama bernama Xie Yu-mei, putri keduanya bernama Xie Cui-lian. Ada tradisi zaman dulu yang mengatakan bahwa jika di rumah ada anak perempuan yang menghalangi, maka, anak lelaki takkan panjang umur. Oleh karena itu, setelah putra pertama dan putra keduanya meninggal, Tuan Xie pun memberikan Cui-lian pada orang lain, serta ingin menikahkan putri pertamanya pada keluarga terpandang di Taitung. Dihari yang sama keluarga Xie mengadopsi anak laki-laki, Cui-lian diberikan pada keluarga lain. Tidak lama kemudian, Tuan Xie mendatangi kediaman Tuan Fang, untuk menjodohkan anaknya pada putra tunggal Tuan Fang, yaitu Fang Ze-quan. Tapi sayangnya, Ze-quan berusaha menolak untuk tidak berumah tangga dulu.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 25 Agustus 2010, Episode 2
Tuan Fang sangat keras dalam mendidik anaknya, Ze-quan. Ternyata pengalaman pahit di masa muda begitu membekas dalam ingatannya. Rasa sakit hati akibat ditinggalkan oleh istrinya membuat Tuan Fang melepaskan kebencian dan amarah terpendamnya pada Ze-quan dan Ze-quan terpaksa menikah dengan wanita yang disetujui ayahnya, Yu-mei. Ze-quan yang sejak kecil tumbuh dewasa dalam didikan keras sang ayah juga berperangai keras. Kemarahan dan kekesalan akibat dimarahi ayahnya, dilampiaskan pada Yu-mei. Dia sama sekali tak bersikap baik pada istrinya. Ze-quan dan Yu-mei diminta Tuan Fang membantu di penginapan miliknya dan di dalam hotel ada seorang pelayan yang bernama Kiku. Karena Yu-mei sangat baik terhadapnya, maka dia pun bersikap baik terhadap Yu-mei.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 26 Agustus 2010, Episode 3
Tuan Fang sangat mementingkan kebersihan dalam penginapannya. Seorang pelayan yang bernama Kiku lalai dalam mengerjakan tugas kebersihan. Sehingga mendapat hukuman darinya. Yu-mei yang kebetulan berada di tempat tergerak hatinya untuk membantu Kiku berbicara. Tuan Fang yang sedang marah segera menugaskan Yu-mei untuk memerintahkan Kiku mencari kayu di pantai. Tapi sampai malam pun Kiku belum kembali. Yu-mei yang khawatir segera menuju pantai mencarinya. Tapi terlambat. Keesan harinya mayat Kiku telah ditemukan dengan tangannya menggenggam sebongkah besar kayu yang dicarinya. Yu-mei membawa pulang kayu temuan Kiku. Tapi Tuan Fang tidak mau mengakui perbuatannya dan berdalih. Dengan diliputi kesedihan yang mendalam, Yu-mei menguburkan kayu tersebut. Kayu tersebut memang telah dikuburkan, tapi bukan berarti masalah diantara Yu-mei dan keluarga Fang sudah selesai. Justru jurang pemisah diantara mereka mulai terbuka. Sementara itu hubungan Tuan Fang dan Ze-quan tetaplah sama, hubungan ayah dan anak yang tidak harmonis. Dua tahun setelah Yu-mei dan Ze-quan menikah, Tuan Fang mendesak mereka untuk segera mempunyai anak. Sedangkan Yu-mei berkeinginan untuk sekolah di Jepang. Tuan Fang tidak mengijinkan. Tapi Ze-quan mengijinkan. Yu-mei pun mencari bantuan dari orangtuanya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 27 Agustus 2010, Episode 4
Ayah Yu-mei ternyata merestui keinginan Yu-mei. Ia pun datang menemui besannya, dan meminta agar besannya merestui keinginan putrinya. Tapi Tuan Fang tetap pada pendiriannya. Yu-mei boleh saja pergi ke Jepang, tapi dengan biaya sendiri, tidak dengan biaya dari pihak keluarga Fang. Setelah Yu-mei pergi ke Jepang, Ze-quan tetap membantu ayahnya mengelola penginapan. Suatu hari, Tuan Xie (ayah Yu-mei) meninggal. Yu-mei dari Jepang langsung pulang ke rumah orangtuanya, tidak pulang dulu ke kediamannya. Tuan Fang salah paham, menduga Yu-mei lebih mementingkan pihak keluarga Xie daripada keluarga Fang. Di saat bersamaan Cui-lian, putri Tuan Xie yang sudah dijadikan anak angkat orang lain, hanya melihat dari jauh upacara pemakaman ayahnya. Ia tak berhak hadir dalam upacara, karena ia dianggap sudah bukan bagian dari keluarga Xie lagi. Dalam seminggu pertama, diadakan pembagian warisan Tuan Xie. Yu-mei dan Shou-zhong masing-masing mendapat bagian setengahnya. Tapi Yu-mei bersikeras agar Shou-zhong yang mewarisi semua warisan ayahnya. Cui-lian ternyata sudah lama berdiri di teras rumah. Ia datang untuk mencari tahu apa pesan terakhir ayah untuknya. Lima tahun sudah Yu-mei menikah dengan Ze-quan, akhirnya mereka dikaruniai seorang putra. Dan setelah dikuasai beberapa tahun, akhirnya Taiwan lepas dari koloni Jepang. Tuan Fang segera mengganti suasana penginapannya. Tapi kepergian orang-orang Jepang dari Taiwan malah menimbulkan krisis ekonomi.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 28 Agustus 2010, Episode 5
Rakyat hidup dalam kesusahan, makan pun seadanya. Keadaan ini juga terjadi dalam keluarga Pan. Karena kesulitan uang dan pangan, Pak Pan mencari akal. Ia berniat mengembalikan anak angkatnya yaitu Pan Ju-gui pada ibu kandung anak tersebut. Meski istri Pak Pan tidak menyetujui rencana suaminya, tapi ia tidak bisa menentang keinginan suaminya. Ibu kandung Ju-gui pergi menjemput Ju-gui. Setelah kembali ke rumahnya, Ju-gui memakai kembali nama pemberian ibunya, Chen A Yu. Saat di perjalanan pulang ke rumahnya, seorang pemuda kaya bernama Wang-zhi alias A Wang melihat A Yu dan merasa tertarik dengannya. Sekembali di rumah, ibu dan kakak merasa A Yu harus mencari pekerjaan agar tak membebani pengeluaran rumah tangga. Kakaknya memperkenalkan A Yu bekerja di sebuah kedai mie. Saat di kedai, A Wang bertemu lagi dengan A Yu. Atas saran seorang teman, A Wang pun mencari seorang mak comblang. Berhubung ibunya setuju dengan A Wang, maka A Yu pun menerima lamaran A Wang. Maka pernikahan mereka pun dilangsungkan.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 29 Agustus 2010, Episode 6
A Wang menikahi A Yu tanpa memberitahu latar belakang kehidupannya. Ternyata dia sudah pernah beristri. Dari pernikahan pertama, A Wang mempunyai tiga orang putri. Salah satunya adalah A Cai yang tinggal bersama A Wang. A Cai bersikeras tak mau memanggil A Yu dengan sebutan Ibu, melainkan dengan memanggil Bibi. Meski bukan anak kandungnya, tapi A Yu berusaha bersikap baik terhadap A Cai. Sedangkan A Cai bersikap baik terhadap ibu tirinya hanya bila ada ayahnya. A Wang mengira A Yu tak mau memperlakukan A Cai sebagai anak kandung sendiri. Ditambah lagi A Cai yang berani melawannya membuat A Yu sangat marah. Dengan tegas dia meminta A Cai menuruti dan menganggapnya sebagai ibu. Ketika di sungai, A Cai hampir tenggelam. A Yu yang saat itu berada di tempat segera menolongnya. Setelah tiba di rumah, A Yu memutuskan untuk pergi dari rumah. Tapi justru di saat itulah A Cai berubah pikiran dan memanggilnya Ibu. Sejak saat itulah hubungan keduanya mulai harmonis. Sementara itu di Tainan, seorang gadis dua puluh tahun bernama Li Shi alias A Shi harus kehilangan ibunya yang tiba-tiba meninggal di tempat kerja. Tiga tahun setelah sang ibu meninggal, atas bantuan kakak kedua, A Shi diperkenalkan bekerja dengan Huang Jin-mu.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 30 Agustus 2010, Episode 7
Ternyata pekerjaan Jin-mu bukanlah pekerjaan yang legal. Ia mencari penghasilan dengan menjual uang logam secara ilegal. Tentu saja ini menentang hukum yang berlaku. Sehingga Jin-mu dan A Shi harus bekerja secara berhati-hati, jangan sampai tertangkap polisi. Dari pekerjaan ini, dalam sehari A Shi bisa mengumpulkan uang dalam jumlah besar untuk membantu pengeluran kebutuhan keluarganya. Ayah A Shi sangat berterima kasih pada Jin-mu. Dan A Shi membuatkan bekal makan siang sebagai tanda terima kasihnya pada Jin-mu yang telah banyak membantunya. Jin-mu yang sudah lama hidup sendirian, teringat dengan kebaikan A Shi, hati Jin-mu pun tergugah. Ia jatuh hati pada A Shi. Dengan segera ia mengutarakan perihal ini pada kakak kedua A Shi. Maka kakak kedua pun segera mencari A Shi untuk berbicara mengenai pernikahan. Mulanya A Shi tidak bersedia, tapi akhirnya dia menyanggupi juga. Tapi siapa sangka, di hari pernikahannya A Shi menolak menjadi istri Jin-mu. Tanpa sengaja, Jin-mu mendengar isi perdebatan A Shi dengan kakak kedua. Sehingga Jin-mu rela mengalah dan berniat membatalkan pernikahan. Saat akan pergi, saat itulah kakak kedua muncul dan memberitahu bahwa A Shi sudah bersedia menjadi istrinya. Setelah menikah, pekerjaan mereka berdua tetap sama seperti dulu.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 31 Agustus 2010, Episode 8
Kesehatan ayah A Shi belakangan ini kurang baik, ia pun datang untuk menjenguk ayahnya. Saat menjenguk ayahnya ia melihat kondisi ayahnya semakin lemah, ayahnya bercerita padanya bahwa kemarin ia bertemu dengan ibunya. Malamnya ia mendapat kabar bahwa ayahnya telah meninggal, A Shi merasa sangat sedih. Setelah lewat beberapa waktu, ketika A Shi sedang membereskan baju suaminya ia mendapati banyak uang yang terselip dalam bajunya, akhirnya A Shi tahu bahwa suaminya telah meminjam uang, ia menasehati suaminya untuk segera mengembalikan uang tersebut , tetapi suaminya menyuruhnya agar jangan khawatir biarkan saja urusan bisnis dia yang tangani. Karena pemerintah Taiwan memutuskan menerbitkan uang baru, maka mereka mengalami kesulitan untuk mengembalikan uang tesebut dan Jin-mu terjerat banyak utang, A Shi pun dengan tabah memberi dukungan kepada suaminya untuk segera bangkit lagi. Setelah A Shi melahirkan seorang anak laki-laki, Jin-mu merasa sangat senang. Mereka sekeluarga memutuskan untuk pindah ke Taitung agar bisa memulai usaha baru, yaitu membuat peralatan sekolah.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 1 September 2010, Episode 9
Setelah tiba di Taitung Ji-mu bekerja membuat papan tulis, bangku sekolah untuk sekolah milik pemerintah. Tapi penghasilan yang didapat tidak bisa menutupi pengeluarannya yang besar. Dia menghabiskan uangnya untuk mentraktir minum para relasi yang memberinya order barang. Di lain tempat, hubungan Ze-quan dan ayahnya masih tetap kurang harmonis. Karena ingin menjadi orang terpandang di Taiwan, ayahnya memutuskan untuk menjadi penjamin salah satu proyek bangunan yang ditangani oleh relasi lamanya. Awalnya Yu-mei memberi nasihat agar berhati-hati dalam bekerjsa sama dengan orang lain. Tapi karena ketamakan, Tuan Fang memutuskan untuk menjalani bisnis ini. Karena merasa was-was, maka ayahnya menugaskannya Ze-quan untuk setiap setengah bulan sekali pergi ke Kaohsiung untuk memantau apakah bahan yang dikirim sesuai. Setiba di Kaohsiung Ze-quan dibuat mabuk oleh Tuan Chen, dan mereka berhasil melarikan diri.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 2 September 2010, Episode 10
Saat para karyawan sedang merayakan ulang tahun Yu-mei, tiba-tiba Tuan Fang masuk dan merusak suasana. Dia menyatakan dirinya bangkrut di hadapan menantu dan karyawannya. Bahan-bahan yang mereka kirim ke Kaohsiung untuk proyek, sudah dilarikan Tuan Chen. Karena proyek sudah diberhentikan, maka pihak proyek tersebut menuntut ganti rugi pada penjamin proyek tersebut, yaitu Tuan Fang. Dalam sekejap, Tuan Fang jatuh bangkrut. Tuan Fang merasa dirinya telah mengalami suatu kegagalan yang sangat memalukan. Akhirnya dia pun memutuskan untuk pergi dari Taitung, dan ingin hidup sendiri di tempat terpencil. Sedangkan Ze-quan dan Yu-mei pindah ke rumah yang kecil. Demi mencari uang, Ze-quan yang tidak pernah hidup susah bekerja di sebuah pabrik kayu. Tetapi Yu-mei merasa pekerjaan tersebut sangat membahayakan, karena setiap saat jika lengah, maka tangan kita bisa saja terpotong oleh mesin pemotong kayu. Akhirnya Ze-quan pun mendengarkan nasihat istrinya untuk berhenti bekerja dan akan mencari pekerjaan sebagai supir. Saat sedang makan es, Ze-quan melihat seorang nyonya to beras yang diperas oleh supir truknya. Karena tidak tega, Ze-quan pun memcoba menjalankan truk itu.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 3 September 2010, Episode 11
Melihat Ze-quan bisa membawa mobil, majikan to beras, Jin Ye, tertarik untuk merekrutnya. Setiba di rumah, Ze-quan mendiskusikan hal ini dengan istrinya, Yu-mei. Awalnya Ze-quan tidak terlalu suka dengan tawaran kerja kasar ini, tapi istrinya Yu-mei menyarankan agar menerimanya, lebih baik ada masukan daripada tidak sama sekali. Dengan adanya karyawan seperti Ze-quan, Jin Ye pun merasa tenang sekaligus merasa tertarik pada diri Ze-quan yang sangat bertanggung jawab. Melihat Ze-quan bekerja dengan baik, mantan sopir yang memeras Jin Ye, A Wang, merasa tidak senang. Diapun merusak rem truk yang digunakan untuk mengantar beras itu. Kejahatan A Wang memang berhasil, Ze-quan mengalami kecelakaan dan dilarikan ke rumah sakit. Di hari kedua rawat inap, Jin Ye pulang membuatkan masakan dengan penuh kasih kepada Ze-quan. Di saat bersamaan ketika Jin Ye mau mengantarkan makanan untuk Ze-quan, Yu-mei juga baru tiba di rumah Jin Ye untuk mencari suaminya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 4 September 2010, Episode 12
Di rumah sakit, Ze-quan merasa terharu dengan pengungkapan Jin Ye, bahwa setelah suaminya meninggal, dia dan putrinya telah kehilangan sandaran dan juga sering dipandang rendah oleh pria lain. Dia mengaku, sejak kemunculan Ze-quan, dia merasa telah menemukan sandaran dan takkan mau kehilangan lagi. Mendengar ungkapan ini, Ze-quan pun menjelaskan bahwa dirinya telah berkeluarga. Tapi dirinya tak berdaya untuk menolak Jin Ye yang bisa menerima status dirinya. Yang membuat kecewa adalah, semua ungkapan dan tindakan mereka berdua saat itu, disaksikan Yu-mei dengan mata kepalanya sendiri. Setiba di rumah Yu-mei mengatakan pada anak-anaknya bahwa ayah mereka takkan pernah kembali lagi, dia sendiri akan hidup mandiri untuk membesarkan anak-anaknya. Di lain tempat, suami Li Shi mengajak keluarganya untuk pindah ke Hualien. Di Hualien, dia ingin membuka to baru untuk melanjutkan usahanya. Tapi Li Shi merasa sedikit jengkel dengan suaminya yang tidak pernah mau berubah, yang selalu menjamu para pelanggannya dan sering mabuk-mabukan. Bahkan anaknya sakitpun, Jin-mu menyuruh Li Shi sendiri yang mengantar ke rumah sakit. Sungguh berjodoh, diperjalanan menuju rumah sakit, Li Shi pun bertemu dengan A Yu.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 5 September 2010, Episode 13
Setelah sekian lama menikah, A Wang, suami A Yu, masih sama seperti dulu. Setiap memiliki sedikit uang, A Wang selalu mengabiskannya untuk berjudi. Bahkan uang yang dipinjam dari orang untuk modal usaha pun mau dipertaruhkan di meja judi. Sadar akan kesulitan ibunya, putra sulung A Yu, Deng-shan, menyembunyikan uang pinjaman tersebut. Begitu ayahnya tahu, Deng-shan dikejar sampai ke depan to milik Li Shi. Jodoh ini kembali mempertemukan Li Shi dan A Yu. Karena merasa senasib, mereka pun akhirnya berteman. Li Shi yang gigih mencari uang, kali ini sungguh kesal pada Jin-mu, suaminya. Jin-mu menyuruh Li Shi untuk memasangkan papan basket di salah satu sekolah. Karena melihat bayarannya cukup besar, Li Shi pun menyanggupi. Setelah pekerjaan selesai dan mendapatkan uang, Li Shi terkejut melihat jumlah uang yang diberikan tidak sesuai dengan nilai yang diucapkan oleh suaminya. Setelah bertanya, ternyata Jin-mu telah mengambil uang muka sebesar NTD 1080 terlebih dahulu. Dengan sisa NTD 120 yang dia dapatkan, Li Shi bingung entah harus bagaimana membayar uang para tukang dan uang bahan. Sedangkan dilain tempat, suaminya sedang menjamu teman-temannya dengan senang.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 6 September 2010, Episode 14
Setelah 4 tahun berlalu, Anak sulung Yu-mei, A Long, telah bertumbuh dewasa. Demi meringankan beban ibunya, A Long tidak ingin melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMU. Dia ingin bekerja, membantu ibunya mencari nafkah. Tapi walau bagaimanapun A Long membantah, Yu-mei tetap tidak mengijinkan A Long berhenti sekolah. Melihat kesusahan ibunya selama ini, A Long yang selalu ingin mencari jawaban, kenapa ayahnya meninggalkan mereka dan tidak pernah kembali lagi. A Long membawa serta adiknya, Ming-tang untuk mencari ayahnya. Setiba di depan rumah Jin Ye, A Long melihat ayahnya serta anak-anak ayahnya dari hasil pernikahan dengan Jin Ye. Setelah melihat A Long, Ze-quan tidak berani menghadapi mereka, dia pun bergegas lari masuk. Begitu tahu bahwa mereka adalah anak-anak Ze-quan, Jin Ye merasa bersalah karena dulu telah mengambil Ze-quan dari mereka. Untuk menunjukkan penyesalannya, Jin Ye ingin memberi mereka uang. Tapi uangnya ditolak A Long dan mereka pulang dengan membawa kekecewaan sekaligus membawa kebencian. Karena tidak bisa menghentikan niat A Long untuk tidak berhenti sekolah, maka Yu-mei terpaksa pulang ke rumah orangtuanya untuk meminta bantuan pada paman dan adiknya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 7 September 2010, Episode 15
Tanpa sepengetahuan Yu-mei, Shou-zhong, adik angkat Yu-mei, menjemput Wen-long ke Hualien. Untuk meringankan beban kakaknya, Shou-zhong yang akan membiayai biaya sekolah Wen-long. Tanpa sepengetahuan Yu-mei juga, Shou-zhong pergi ke gudang beras itu untuk mencari Ze-quan. Begitu melihat Shou-zhong, Ze-quan langsung menghindar, tapi tidak berhasil. Setelah berseteru panjang lebar, akhirnya Jin Ye memohon pada Shou-zhong untuk membawa Ze-quan pulang kepada istri pertamanya. Sejak kedatangan Wen-long, Jin Ye merasa dirinya bagaikan pencuri. Dia telah mencuri suami serta ayah orang lain selama 3 tahun. Dia merasa sangat bersalah dan bersedia melepas Ze-quan untuk pulang. Setiba di rumah, Ze-quan merasa entah harus bagaimana menghadap Yu-mei, begitu juga Yu-mei yang entah harus bertanya apa pada suaminya ini. Agar melupakan masa lalu masing-masing, Shou-zhong pun mengajak mereka pindah ke Hualien. Setelah dua bulan di Hualien, Ze-quan merasa kehidupan keluarganya takkan sanggup bertahan dengan pendapatannya yang sedikit. Diapun meminta pada Yu-mei agar memberikan Ming-zhu, putri bungsunya pada orang lain.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 8 September 2010, Episode 16
Awalnya, Yu-mei bersikeras melarang Ze-quan memberikan Ming-zhu pada orang lain. Dia berencana menitipkan Ming-zhu pada adiknya, Cui-lian. Tapi setiba di rumah Cui-lian, dia sadar bahwa kehidupan Cui-lian juga tidak baik. To obat tradisional keluarganya mengalami kemunduran pesat setelah masuknya obat-obat serta dter dari barat. Karena keadaan ekonomi ditambah nasehat dari Cui-lian, akhirnya Yu-mei pun menyerahkan masa depan Ming-zhu pada keluarga angkatnya. Tahun 1961, Taiwan bebas dari perang. Walau keadaan masyarakat Taiwan sudah lebih baik, tapi keluarga-keluarga yang kurang mampu di daerah Houshan tetap susah seperti dulu. Suami Li Shi masih tetap tidak bisa dipercaya. Sekali demi sekali dia membohongi istrinya soal keuangan. Uang yang diberikan untuk membayar pajak, sering kali tidak sampai ditangan petugas perpajakan. Akibatnya, Li Shi yang harus menanggung malu menghadapi petugas pajak, serta harus memberikan uang yang ia dapati dengan kerja kerasnya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 9 September 2010, Episode 17
Li Shi kebingungan karena tak punya uang untuk membayar tagihan, dan saat sedang kebingungan mereka malah menemukan dompet terjatuh di jalan, namun Li Shi bersikeras mengembalikan kepada pemiliknya dan memberitahu ketiga anaknya bahwa mereka tidak boleh mengambil barang yang bukan miliknya. Kepala sekolah tempat Li Shi mensuplai perabotan sekolah datang untuk makan siang ke rumah mereka, dan baru mengetahui sifat Jin-mu dan berjanji kelak akan memberikan bayaran kepada Li Shi, takkan menyerahkannya kepada Jin-mu lagi. Jin-mu yang telah beberapa hari tidak pulang, masih saja meneruskan mabuk-mabukan dengan teman-temannya dan menghamburkan semua uang yang dipunyainya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 10 September 2010, Episode 18
A Wang, suami A Yu berniat berusaha di bidang kayu, namun A Yu masih was-was kebiasaannya berjudi akan kumat.Di saat bersamaan Huan-ran, Li-rong dan Yi-feng berniat membantu meringankan beban ibunya Li Shi, dan berjanji untuk ketemuan sepulang sekolah dan mengumpulkan botol-botol kaca untuk dijual. Namun tindakan mereka terlihat oleh A Yu yang lalu memberitahu Li Shi. Li Shi mengira mereka mencuri maka memukul Huan-ran, setelah mengetahui kebenarannya, Li Shi memberitahu mereka bahwa mereka masih kecil dan tugasnya hanyalah belajar dengan baik. Huan-ran tetap tak putus asa dan memutuskan untuk tetap membantu ibunya. Jin-mu pulang dari perjalanannya dan karena ditagih hutang oleh kedai di depan rumahnya, maka dia mengambil uang hasil dari menyewa komik anak-anaknya, yang mengakibatkan Li Shi marah besar. Yu-mei lalu menghiburnya dan merasa turut bersedih atas penderitaan yang dialami Li Shi.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 11 September 2010, Episode 19
Yu-mei merindukan Ming-zhu namun tak berani mengunjunginya karena takut akan berat melepaskannya, mengetahui hal itu Wen-long memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi dan mempercepat ikut dinas militer, untuk meringankan beban keluarga dan supaya Ming-zhu bisa kembali berkumpul kembali dengan mereka sekeluarga. Karena merasa bersalah maka Ze-quan mengunjungi Jin Ye, setelah itu dia menceritakan semuanya pada Yu-mei dan memberitahunya bahwa semuanya telah berakhir dan dia akan hidup bersamanya dengan hati yang tenang di Hualien. Kebiasan berjudi A Wang tak juga berubah, bahkan uang untuk biaya sekolah anaknya pun dipakai judi.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 12 September 2010, Episode 20
Tahu keadaan keluarganya, Deng-shan tidak mau bayar pendaftaran lanjut ke SMP dan berniat memberikan uang itu untuk biaya pendaftaran kedua adiknya, namun A Yu menasehatinya kalau dia harus lanjutkan sekolah agar kelak bisa berguna dan bisa membahagiakan ibunya. Namun menurut A Wang bekerja bukanlah hal yang buruk, maka dia membawa Deng-shan magang bekerja ke tempat temannya. Karena melihatnya rajin dan gesit, bos tempatnya bekerja menyayanginya dan menasehatinya harus teruskan belajar agar berpengetahuan, jangan sampai menjadi seperti mereka, yang hanya tahu bekerja kasar dan tidak punya pengetahuan lain. Beberapa hari kemudian bosnya mengajak Deng-shan bekerja di atas gunung namun A Yu tak mengizinkan Deng-shan bekerja ke atas gunung, namun Deng-shan tetap bersikukuh untuk pergi karena berniat membantu ekonomi keluarga. Setelah sampai di atas gunung, karena hilang keseimbangan saat akan buang air kecil, Deng-shan terjatuh ke jurang, namun untunglah dia tidak terluka parah.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 13 September 2010, Episode 21
Pada saat terjadi topan besar, Jin-mu malah pergi menghadiri perjamuan dengan alasan membicarakan bisnis besar dan meninggalkan Li Shi dan anak-anaknya, sehingga rumah dan to mereka berantakan diterpa angin topan. Sesudah topan lewat Yu-mei membawakan makanan untuk keluarga Li Shi. Karena hal ini jugalah Li Shi dan Jin-mu bertengkar lagi, namun Jin-mu tetap merasa tak bersalah karena menurutnya dia melakukan semua ini juga dalam rangka mencari bisnis untuk menghidupi keluarganya. Setelah Deng-shan telah selesai melakukan pekerjaannya di gunung selama 3 bulan, dan A Yu menasehati A Wang agar jangan meletakkan semua beban ekonomi keluarga kepada Deng-shan, maka A Wang memutuskan untuk meminjam dana dan membuka usaha pengolahan kayu. Namun karena hal ini mengakibatkan A Wang mengambil pergi semua uang yang ada di rumah.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 14 September 2010, Episode 22
A Yu menceritakan kepedihannya selama menikah dengan A Wang kepada Li Shi dan Yu-mei, A Yu dan Li Shi selalu mengira hidup Yu-mei palinglah bahagia dan tak punya derita, lalu Yu-mei menceritakan kisah hidupnya dulu kepada mereka, dan memberitahu mereka kehidupan itu tak mungkin selalu bahagia, dan harus pernah mengalami penderitaan baru kita akan tahu apa itu kebahagiaan. Seiring waktu berlalu putra kedua Yu-mei, Fang Wen-long telah lulus dan bekerja sebagai pegawai negeri. Sedangkan Deng-shan, putra sulung A Yu pergi mengikuti wajib militer selama 2 tahun, maka A Yu meminta A Wang agar lebih bertanggung jawab, jangan berkeliaran lagi. Beberapa hari kemudian Jin-mu berhasil mendapatkan hak sebagai agen tunggal jual piano di Hualien, namun itu memerlukan dana jaminan sebesar NTD 100.000 sehingga dia meminta Li Shi untuk meminjamnya dari kakak keduanya yang di Taipei. Dan A Shi akhirnya pergi ke Taipei meminjam uang dengan kakaknya dan berhasil mendapatkan uang NTD 100.000
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 15 September 2010, Episode 23
Untuk menjual piano dibutuhkan toko yang memadai dan sesuai, maka Jin-mu memberitahu mereka sekeluarga bahwa mereka harus pindahkan tokonya ke daerah yang paling ramai dan lebih besar, namun Li Shi mengkhawatirkan biaya sewanya. Pada tahun 1966, kunjungan dari 3 orang biarawati Katolik ke rumah Master Cheng Yen tanpa disadari telah mendorong tumbuhnya sebuah benih kebajikan. Lalu Yu-mei menceritakan kisah Tzu Chi yang mulai membantu orang lain, dan bahwa membantu itu bisa dilakukan siapa saja asal berniat dan tidak harus orang kaya, namun menurut Li Shi dan A Yu mau membantu orang lain terlebih dulu haruslah mempunyai kemampuan. Kasus bantuan pertama Tzu Chi adalah nenek Lin yang berumur 80an yang hidup sendirian di gubuk tua dan sakit pula. Kakak-kakak Tzu Chi selain memberikan bantuan materi setiap bulan, mereka juga rutin membersihkan rumahnya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 16 September 2010, Episode 24
Setelah mengunjungi nenek Lin, Yu-mei baru menyadari deritanya dulu hanyalah hal kecil jika dibanding dengan kehidupan nenek Lin. Di tempat lain, teman Yi-feng, A Bin datang ke rumahnya untuk meminjam catatannya, Li Shi tak tega melihatnya berpakaian robek, maka memberikan baju bekas Huan-ran untuknya. Setelah itu Li Shi baru tahu kalau mata ibunya, A Gui btak dapat melihat karena telah 7 tahun menderita glaukoma. Suami A Gui, A Ming tidak percaya akan ada orang lain yang akan datang membantu mereka, maka dia menasehati A Gui agar jangan menaruh harapan terlalu besar. Tetangga-tetangga nenek Lin terharu melihat sumbangsih kakak-kakak Tzu Chi akhirnya memutuskan untuk membiarkan nenek Lin tinggal di rumahnya dan tidak usah tinggal dipanti jompo. Li Shi berniat membeli obat untuk mengobati glaukoma A Gui maka mengajak A Yu untuk menggumpulkan sumbangan.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 17 September 2010, Episode 25
Li Shi menceritakan kegundahannya tentang kekurangan biaya untuk membeli obat mata bagi Lu Dan-gui kepada Master Cheng Yen dan Master meminta mereka untuk membawa A Gui periksa ke dokter, sedang untuk masalah dana, Master meminta mereka untuk menggalang dana amal. Setelah diperiksa ternyata glaukoma A Gui telah menyebabkan syarafnya menyusut dan harus dioperasi yang membutuhkan biaya NTD 5000. Karena Hal inilah akhirnya A Shi bergabung dengan Yayasan Amal, pada awalnya Jin-mu tidak menentang Li Shi bergabung dengan Tzu Chi dengan syarat, tidak boleh menelantarkan rumah dan keluarganya. Li Shi juga diberikan nama dharma Jing Heng, dia juga mengajak A Yu untuk ikut mengalang dana amal untuk Tzu Chi. Demi memecahkan masalah kekurangan dana, Master Cheng Yen memberi instruksi kepada Guru De-ci untuk meminta kakak-kakak komite Tzu Chi untuk menabung di celengan bambu, setiap hari menabung 5 sen, di samping tidak mempengaruhi ekonomi keluarga, nominal yang terkumpul juga lumayan besar dalam setiap bulannya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 18 September 2010, Episode 26
Selama 3 hari Lu Dan-gui selalu saja menunggu kabar dari Tzu Chi, karena dia berharap matanya bisa sembuh dan melihat telah berapa banyak penderitaan yang dia sebabkan terhadap suami dan anaknya. Dana biaya operasi A Gui telah tersedia maka kakak komite Tzu Chi mengantarnya ke Luodong untuk dioperasi. Huan-ran memberikan saran untuk memberikan nama toko baru mereka dengan nama “Toko Hiburan” yang mengandung makna “tempat berjualan peralatan pendidikan dan musik”. Melihat Li Shi mempunyai celengan bambu, maka A Yu juga berniat untuk punya sebuah celengan bambu di rumahnya. Pemandangan yang paling ingin dilihat oleh A Gui setelah penglihatannya sembuh adalah pemandangan di kala malam hari. Di pihak lain A Wang marah-marah karena salah tanggal untuk mengikuti pelelangan kayu, yang disebabkan karena A Yu selalu merobek kalender mereka sehari lebih cepat untuk digunakan mencatat penggalangan dana. Dan Akhirnya tiba hari pelepasan perban A Gui, namun dia menjadi histeris karena akhir yang diharapkan tidak sesuai harapannya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 19 September 2010, Episode 27
Setelah mendapatkan kabar kegagalan operasi mata A Gui, Guru De Ci mengajak kakak-kakak komite Tzu Chi untuk mengunjungi mereka dan berjanji akan memberikan mereka bantuan biaya hidup NTD 200 setiap bulannya. Semenjak gagalnya operasi, suasana hati A Gui semakin memburuk dan emosional, maka ayahnya meminta A Bin untuk lebih bersabar dan lebih memahami ibunya. Toko Hiburan Li Shi dan Huang Jin-mu akhirnya resmi dibuka, karena belum pernah berjualan piano, terjadi hal yang menggelikan. Pertama kali melakukan penjualan, Huan-ran berhasil mendapatkan pesanan, namun Jin-mu tak menyetujui harga yang di tawar sehingga transaksi tersebut gagal.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 20 September 2010, Episode 28
Karena tak tega melihat A Bin kelaparan di malam hari maka A Gui berniat memasakkan nasi dan sayur yang lebih bervariasi untuknya dengan dua buah sayur kol yang tersisa di rumah mereka, yang berniat disisakan suaminya untuk melewati hari-hari menjelang akhir bulan karena keuangan mereka sedang terdesak. Merasa tak berdaya dan terhimpit beban ekonomi, suami A Gui marah besar padanya, yang menyebabkan A Gui nekad mengambil jalan pintas dengan meminum racun serangga. Jin-mu kesal pada Li Shi yang selalu meminta sumbangan pada orang-orang, sementara usaha toko mereka tak juga membaik. Dengan pengalaman kasus Lu Dan-gui, Master Cheng Yen menginstruksikan kelak selain membantu secara materi, mereka juga harus rutin mengunjungi dan memperhatikan keperluan mereka, juga ketidak tenangan batin mereka. A Yu sedang gundah karena takut sepulang dari wamil Deng-shan bisa konflik dengan ayahnya, Wang Zhi yang hingga kini masih saja suka berjudi.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 21 September 2010, Episode 29
Tidak tahan melihat ayahnya yang selalu mengajak teman-temannya berjudi di rumah, Deng-shan bertengkar dengan ayahnya, A Wang. Setelah mendengar penjelasan Deng-shan, A Wang sadar dan menyetujui untuk tak lagi mengajak temannya pulang berjudi. Di lain pihak Huan-ran gundah karena selalu saja tak berhasil menjual piano, maka dia menyarankan agar toko mereka juga menjual alat-alat tulis, mainan juga alat-alat olah raga agar lebih bervariasi. Seiring bertambahnya bahan jualan mereka, cek yang dikeluarkan Li Shi untuk melakukan pembayaran juga semakin banyak. Karena takut penyakit lama Jin-mu kambuh, yang mengambil uang hasil tagihan untuk mengadakan jamuan bisnis, maka Li Shi berniat menagih sendiri, namun Li Shi kecewa sekali karena sesampainya di sekolah, dia baru tahu ternyata tagihannya sedari awal sudah diambil Jin-mu. Di saat yang bersamaan, ada seorang tetangga yang memberitahu A Yu, bahwa ada seorang kakek yang hidup sebatang kara di gubuk di tepian sungai Meilun.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 22 September 2010, Episode 30
Li Shi yang kebingungan memikirkan cara menutupi kekurangan dana untuk membayar cek akhir bulan sebesar NTD 23.000, memberitahu anak-anaknya bahwa kemungkinan terburuk adalah menutup usaha dan mengembalikan barang-barang yang di toko. Namum permasalahan ini akhirnya berhasil diselesaikan oleh Huan-ran. Demi menyelamatkan masa depan anak-anaknya, Li Shi memutuskan tidak lagi membiarkan Jin-mu pulang. Namun setelah memikirkan bahwa, orang asing saja bisa dibantunya, kenapa Jin-mu yang telah dikenalnya selama 20 tahun dia tega tak membantunya? November 1967, setelah mengunjungi Kakek Li A Pao, Master ingin kakek untuk pindah dan tinggal di kota agar lebih aman, namun kakek tidak tega meninggalkan gubuknya sendiri, maka Master memutuskan untuk membangun rumah untuk kakek, karena kalau mau membantu itu harus membantu dengan tuntas.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 23 September 2010, Episode 31
Demi menghemat dana agar bisa membantu lebih banyak orang yang membutuhkan, Master Cheng Yen memutuskan untuk mencari tanah dan membangun sendiri rumah untuk Kakek Li A Pao. Setelah mendengar peringatan bahaya topan, Li Shi segera ke tempat kakek dan memintanya untuk mencari tempat aman, namun kakek tetap tidak mau karena menurutnya segala barang di gubuk itu adalah satu-satunya harta miliknya. Li Shi melihat sebidang tanah kosong yang tak terpakai di dekat stasiun KA, milik kepala stasiun KA, Zhang Rong-hua, maka dia mengajak Guru De Ci dan kakak-kakak Tzu Chi untuk mengunjungi Zhang Rong-hua dan menanyakan apakah dia mau menyumbangkan tanah itu untuk Tzu Chi. Zhang Rong-hua dan istrinya memutuskan untuk menyumbangkan tanah itu setelah mengunjungi Master dan melihat kesedeharnaan hidup mereka.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 24 September 2010, Episode 32
Rumah untuk Kakek Li A Pao selesai dibangun tepat sebelum badai topan. Akhirnya Kakek bisa tenang hidupnya setelah mempunyai tempat beristirahat dan berlindung dari terpaan hujan dan angin. Karena takut tidak bisa menutupi dana cek bulan depan, Huan-ran memberi saran pada ibunya, Li Shi agar biarkan dia yang pergi menagih agar uangnya tidak lagi dihabiskan ayah mereka, Jin-mu. Huan-ran memaksa melewati sungai yang jembatannya putus untuk menagih pembayaran piano, meski telah dinasehati oleh penduduk di sekitar bahwa arusnya deras. Huan-ran terjatuh ke dalam sungai, kepalanya terbentur batu dan terbawa arus. Li shi yang gundah memutuskan untuk mencarinya dan memarahinya kenapa tidak menyayangi dirinya sendiri, karena bagi orangtua, anak itu tiada harganya dan tidak tergantikan.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 25 September 2010, Episode 33
Li-rong dan Yi-feng membeli kue tart untuk merayakan ulang tahun Huan-ran, Li Shi sangat terharu mendengar impian yang diminta Huan-ran di hari ulang tahunnya. Seiring bertambah banyak orang yang dibantu Tzu Chi, semakin banyak pula pihak yang menyumbangkan bahan makanan dan baju untuk dibagikan ke yang membutuhkan. Demi meringankan beban Guru De Ci, Master Cheng Yen memberikannya sebuah motor bekas. Jin-mu melarang Li Shi keluar rumah dan mengharuskannya menjaga toko demi meningkatkan penjualan. Namun Huan-ran, Li-rong dan Yi-feng meyakinkan Li Shi dan Jin-mu bahwa mereka mampu meningkatkan penjualan toko. Ada seorang petugas kelurahan yang mengunjungi Master Cheng Yen, mengabarkan bahwa ada sebuah keluarga yang hidupnya susah di kelurahan Ji An yang suaminya, Wu A Tong yang matanya sudah tak bisa melihat dan istrinya, Xu Qiu-mei mentalnya sedikit terganggu, juga mempunyai 2 orang anak yang sedang sakit.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 26 September 2010, Episode 34
Setelah tiba di rumah Wu A Tong, kakak-kakak sungguh tersentuh melihat keadaan mereka, maka bantu merapikan dan membersihkan rumah mereka dan membelikan bahan kebutuhan hidup untuk mereka. Xu Qiu-mei yang mental dan emosinya terganggu karena masalah tekanan ekonomi, merasa tidak berdaya dengan keadaan anaknya yang sakit, maka memutuskan untuk mengakhiri penderitaan mereka, untunglah saat itu kakak-kakak Tzu Chi masih berada di tempat. Namun keesokan harinya Qiu-mei tetap saja tidak bisa berpikiran terbuka dan kembali mencoba untuk mengakhiri hidup anak-anaknya, meski kakak-kakak Tzu Chi telah berjanji akan membantu kehidupan mereka di kemudian harinya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 27 September 2010, Episode 35
Guru De Ci lalu menasehati Qiu-mei agar jangan berpura-pura tak waras lagi untuk menghindari dan menutup diri dari kesulitan, karena dengan begitu siapapun yang membantunya juga tidak akan ada gunanya. Kakak-kakak Tzu Chi juga menasehatinya bahwa selama dia masih punya niat baik, berarti masih punya harapan dan kesempatan untuk terlepas dari penderitaan hidup. Di lain pihak, Zhang Rong-hua setiap hari mengunjungi kakek Li A Pao dan memperhatikan kebutuhannya. Saat ngobrol Kakek A Pao memberitahunya bahwa dia terpikirkan untuk makan bacang, karena dia telah 40 tahun lebih tidak makan bacang dan bacang terakhir yang dia makan adalah bacang buatan ibunya, maka Zhang Rong-hua dan istrinya membuatkan bacang untuknya. 18 April 1968, Kakek Li A Pao menutup usia pada umur 82 tahun di rumah yang dibangun oleh Tzu Chi untuknya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 28 September 2010, Episode 36
Ze-quan mendadak jemput Yu-mei karena di rumah terjadi masalah, ternyata tanah warisan ayahnya untuk Yu-mei karena daerah tersebut akan dibuat jalan raya. Awalnya Yu-mei berniat membangun rumah di atas tanah ini untuk dijadikan tempat tinggal bagi anak-anaknya yang merupakan keturunan Fang, namun akhirnya tanah tersebut harus diserahkan pada pemerintah. Deng-shan dipanggil pihak tentara untuk diajak berunding masalah projek pembangunan asrama tentara, namun Wang-zhi memintanya menolak projek ini karena keuntungannya tipis, sedang A Yu mendukungnya karena hal itu merupakan sebuah penghargaan baginya. Huan-ran berniat mengadakan pertunjukan musik di depan toko mereka untuk meningkatkan perjualan alat-alat musik mereka.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 29 September 2010, Episode 37
Huan-ran tidak berniat melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi karena dia berniat segera mengikuti wajib militer dan segera membantu kondisi keluarganya. Teman asing yang membantu Huan-ran dalam mengadakan pertunjukan gitar waktu itu bernama, Tu Mao-xing, yang juga tertarik dengan kegiatan kebajikan yang dilakukan oleh Yayasan Amal Tzu Chi. Master Cheng Yen mengajak kakak-kakak Tzu Chi melakukan pembagian bantuan musim dingin untuk pertama kalinya, namun Master berpesan agar mereka harus tetap menghargai penerima bantuan. Berjalan sekian tahun anggota komite telah berkembang sedari 30 orang ibu rumah tangga menjadi 100 lebih orang anggota. Tu Mao-xing berniat mengajak temannya, Chen Jin-wang untuk menjadi anggota donasi amalnya yang pertama, namun donasi yang didapatkannya malah lebih kecil dari biaya taksinya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 30 September 2010, Episode 38
Li Shi memberitahu Tu Mao-xing bahwa menurut Master Cheng Yen, tujuan kita menggumpulkan dana amal dari orang per orang adalah untuk mengembangkan hati welas asih yang menyumbang. Saat akan membagikan barang bantuan, Master berpesan harus dengan hati bersyukur dan berterima kasih karena mereka rela menerima bantuan Tzu Chi, dan tetap harus menghargai dan menghormati yang menerima bantuan. Pada tahun 1969, bulan ketiga penanggalan ke-24 setelah melalui perjuangan sekian lama, Griya Jing Si berhasil dibangun, dan anggota Tzu Chi juga semakin bertambah. Sementara itu Toko Li Shi masih juga tidak membaik penjualannya, sehingga Huan-ran yang telah bersekolah di kelas 3 SMU berpikir untuk menggunakan dekorasi dan promosi untuk meringankan beban ibunya, Li Shi. Tu Mao-xing telah menyelesaikan wamil dan pulang ke Kaohsiung menjadi bibit pertama Tzu Chi di Kaohsiung. Surat panggilan wamil Huan-ran telah diterima, dan bulan depan telah harus tiba di barak untuk melapor, hal ini membuat Li Shi sangat khawatir.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 1 Oktober 2010, Episode 39
Huan-ran mengikuti wamil, maka Jin-mu mengatur ulang cara kerja dan kewajiban mereka sekeluarga, dan memutuskan untuk menagih sendiri semua tagihan toko mereka, juga memutuskan untuk mengembangkan usaha mereka menjadi grosir dan mulai berbisnis ekspor. Dengan alasan itu juga Jin-mu mulai lagi menghabiskan uang tagihan untuk membiayai jamuan bisnisnya. Sementara itu rumah keluarga Wu A Tong rubuh diterpa badai, dan Xu Qiu-mei kabur sehingga tak diketahui kabarnya, Guru De Ci menghibur A Tong, akan meminta kakak-kakak Tzu Chi untuk bantu mencari Qiu-mei dan Tzu Chi juga akan membangun sebuah rumah utnuk tempat berlindung bagi keluarganya dan 2 keluarga lain yang juga menerima bantuan rutin dari Tzu Chi. Meski Li Shi menentang, Jin-mu tetap bersikeras melakukan usaha ekspor impor barang ke Jepang.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 2 Oktober 2010, Episode 40
Li Shi meminta agar Li-rong membantunya menjaga toko setelah tamat SMU agar dia bisa keluar mengunjungi toko-toko untuk mengisi kekurangan barang mereka dan sekalian menagih. Wu A Tong telah pindah ke rumah yang dibangun Tzu Chi untuk keluarganya, namun Xu Qiu-mei masih saja keluyuran di rumah karena keadaan mentalnya yang kurang stabil. Li-rong yang merasa sangat kesal karena mereka sekeluarga harus selalu menuruti keinginan ayahnya maka menentang dan mengeluarkan semua curahan hatinya, namun Li Shi menegurnya karena bagaimanapun Jin-mu adalah ayahnya, dan menasehatinya bahwa dia berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Master Cheng Yen mengurus ijin rawat Qiu-mei di RS Yuli agar dia bisa menerima perawatan yang semestinya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 3 Oktober 2010, Episode 41
Qiu-mei berniat kabur dari rumah karena menolak untuk dibawa ke RS untuk menjalani perawatan. Nenek Lin yang telah berumur 91 tahun dan yang telah menerima bantuan rutin Tzu Chi selama 5 tahun bercerita pada Yu-mei bahwa belakangan ini dia sering mendengar ada orang yang berbicara dengan bahasa daerahnya di sisinya pada tengah malam saat dia tidur sehingga Yu-mei merasa tidak tenang dan mencemaskannya. Akhirnya pada malamnya nenek Lin meninggal. Guru De Ci meminta mereka harus bersikap biasa dan bisa memahami bahwa kepergiaan nenek Lin itu adalah hal yang wajar dan inilah ketidak kekalan hidup. Li Shi khusus ke Taizhong untuk menagih, namun ternyata semua tagihan telah ditagih oleh Jin-mu, untunglah ada seorang kepala sekolah yang membantunya. Kepala sekolah tersebut ternyata juga tertarik dengan kegiatan kebajikan yang dilakukan yayasan amal Tzu Chi.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 4 Oktober 2010, Episode 42
Li Shi lalu menjelaskan kepada kepala sekolah dan istrinya cara kerja dan siapa saja anggota yang berdana untuk Tzu Chi, mereka juga meminta pada Li Shi untuk mengirimkan buku donasi kepada mereka, karena berniat bergabung dengan Tzu Chi dalam melakukan kebajikan, ini juga merupakan bibit pertama Tzu Chi di Taizhong. Li Shi pergi ke Taipei untuk mengembalikan uang pinjaman dari kakak keduanya, kakak keduanya juga tertarik dan menyumbangkan uang pinjaman Li Shi kepada Tzu Chi. Kakak keduanya juga mengenalkan seorang temannya, Li Shui-yue yang ternyata juga tertarik untuk bergabung dalam Tzu Chi, dan juga pemilik penginapan yang dikenalnya, Fang Ming-mei, mereka merupakan bibit pertama Tzu Chi di Taipei. Jin-mu kesal karena dilarang Li Shi ke Jepang untuk mengunjungi pelanggan ekspornya. Di pihak lain Master Cheng Yen berniat melakukan bakti sosial kesehatan untuk mengobati penyakit bagi kaum yang memerlukan.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 5 Oktober 2010, Episode 43
Jin-mu menggunakan tipuan, dengan meminta Tuan Chen menelepon ke rumah untuk melancarkan rencananya pergi ke Tokyo, Jepang, yang membuat Li Shi terpaksa menyetujuinya. Yu-mei pergi mengunjungi Jin Ye di Taizhong dengan tujuan mengajaknya, putri dan kedua putra Ze-quan dari hasil hubungannya dengan Jin Ye pulang ke Hualian untuk dipertemukan dengan ayah mereka. Jin Ye yang merasa bersalah atas tindakannya dulu memutuskan untuk tidak ikut dengan Yu-mei ke Hualian.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 6 Oktober 2010, Episode 44
Jin-mu berangkat ke Tokyo namun sesampainya di sana, dia dibujuk Tuan Chen untuk pergi berwisata dulu, karena sudah tiba di Jepang, yang menyebabkan Li Shi tidak bisa menghubunginya untuk mengkoordinasi usaha dan harus memohon pada para penyalur bahan mereka mengundurkan waktu pembayaran. Tuan Chen lalu menelepon dan membohongi Li Shi kalau barang yang mereka kirim ke Jepang cacat dan tidak sesuai standar, dan meminta mereka untuk mengirim ulang barang kalau tidak pembayaran sebanyak 80% dari tagihan tidak akan dilunasi. Demi melakukan pengiriman barang sekali lagi ke Jepang, Li Shi meminjam uang dari rentenir untuk membeli barang. Jin-mu segera mencari Li Shi setibanya dia di Hualien untuk memberitahunya penipuan yang dilakukan oleh Tuan Chen, namun semuanya telah terlambat.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 7 Oktober 2010, Episode 45
Li Shi berniat bunuh diri karena tidak tahan dengan tekanan dan beban harus menangung hutang sebanyak itu, untunglah Li-rong menemukannya di saat yang tepat. Li Shi lalu mengumpulkan pihak pemasok barang, bank dan rentenir untuk mendiskusikan cara pembayaran yang lebih baik. Bakti sosial kesehatan Tzu Chi yang pertama selesai diadakan pada tanggal 10 September 1972, yang juga merupakan cikal bakal dimulainya misi kesehatan Tzu Chi. Jin-mu menerima surat panggilan untuk rapat bersama agensi penjualan piano di Taipei, dan dia berencana untuk mengajak semua agen lain untuk mengajukan pemotongan harga kepada kantor pusat. Wang Zhi merasa ada sebuah benjolan di pipi kirinya, setelah diperiksa dokter ternyata dia mengidap kanker mulut dan harus segera rawat inap di RS.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 8 Oktober 2010, Episode 46
Huan-ran telah kembali dari dinas wajib militer, namun pada saat bersamaan juga hak keluarga mereka menjadi agen tunggal penjualan piano di Hualien dicabut, karena tindakan Jin-mu yang memprovokasi agen-agen lainnya untuk melakukan penekanan harga, maka dia memutuskan untuk segera ke Taipei untuk berunding dengan kantor pusat. Meski keluarga mereka sedang ada masalah, Li Shi dan A Yu tetap melakukan kegiatan kebajikan di Tzu Chi. Tak disangka Huan-ran berhasil membujuk pihak kantor pusat Taipei dengan ketulusan hatinya untuk mengembalikan hak agen tunggal di daerah Hualien pada mereka. Pada saat ini jugalah Huang Jin-mu mengenang kembali janjinya untuk membahagiakan Li Shi dan keluarganya, juga segala tindakan dan perilakunya selama ini, sehingga dia meminta Li Shi untuk bercerai dengannya karena dia bukan suami yang bertanggung jawab dan bersalah padanya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 9 Oktober 2010, Episode 47
Karena Li Shi tak setuju untuk bercerai, Huang Jin-mu pergi meninggalkan keluarganya, Li Shi berpesan pada anak-anaknya bahwa dia selamanya adalah ayah mereka, maka sampai kapanpun mereka tetap harus menemukannya. Wang Zhi kembali ke rumah setelah menjalani perawatan di RS, dan dokter meminta mereka untuk merawatnya dengan sebaik-baiknya, jangan sampai penyakitnya kambuh dan memburuk. Master Cheng Yen berniat mengadakan bakti sosial kesehatan di Taizhong. Pada suatu malam saat akan menutup toko, Huan-ran berkesempatan untuk mengenal Nona Xie yang ternyata sangat menyukai musik dan bermain kecapi. Li Shi menerima surat dari Jin-mu yang memberitakan bahwa sekarang ini dirinya sedang berada di Jepang dan akan melanjutkan pergi ke Amerika juga tempat-tempat lainnya, dan meminta agar mereka jangan menunggu kepulangannya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 10 Oktober 2010, Episode 48
Sepulang dari nonton, Nona Xie ikut menyiapkan dan makan malam bersama keluarga Li Shi. Tanggal 6 Mei 1973 Tzu Chi melakukan bakti sosial kesehatan pertama di luar Hualien, yaitu di Taitung. Huang Huan-ran menikah dengan Xie zhan-zhi, yang juga menandakan keturunan insan Tzu Chi periode pertama telah dewasa. Fang Ming-zhu telah tamat SMU, lalu Yu-mei mengajaknya untuk membantu di Tzu Chi, dan sangat bahagia anaknya juga bisa membantu di Tzu Chi seperti putra A Yu, Deng-shan dan putri Li Shi, Li-rong. Ming-zhu memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah dan membantu Guru De Ci menanam bunga dan menjualnya di pasar, namun setelah Yu-mei menerima surat pemberitahuan penerimaan mahasiswa Ming-zhu lalu memberitahunya untuk pergi ke Taipei melanjutkan sekolahnya, jangan sampai dia menghambat masa depannya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 11 Oktober 2010, Episode 49
Ming-zhu melanjutkan kuliah diplomanya selama 2 tahun di Taipei, dan menyewa rumah bersama Liu Yi-zhen, seorang karyawati di bidang properti. Demi mendapatkan tambahan uang, Ming-zhu ikut Yi-zhen pergi menjadi pemasar properti paruh waktu. Karena melihat ketulusan dan prestasinya, Ming-zhu ditawarkan untuk menjadi karyawati tetap namun dia ragu karena masih harus kuliah. Tahun 1975 merupakan masa keemasan properti di Taiwan, sehingga Ming-zhu melepaskan pendidikannya dan total menjadi pemasar properti sukses di Taipei, juga secara perlahan melupakan dunianya di Hualien.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 12 Oktober 2010, Episode 50
Karena berniat menggunakan koneksi pelanggannya dan kepercayaan dari klien, Ming-zhu sebagai asset untuk sumber daya penjualan perusahaannya kelak, maka Ming-zhu diangkat menjadi manajer penjualan. Saat mengikuti rapat supplier di Taipei, Li-rong menyempatkan diri mengunjungi Ming-zhu untuk mengurangi kecemasan Yu-mei. Dengan kesibukannya yang demikian padat di Taipei, Ming-zhu merasa selalu tidak punya waktu dan sangat lelah juga tidak berdaya, namun Li-rong menasehatinya bahwa kita adalah tuan bagi diri sendiri dan kita yang mengatur waktu kita dan bukan orang lain. Demi membujuknya supaya bekerja lebih keras lagi, Ming-zhu diangkat menjadi wakil general manajer. Fang Ming-zhu dan Liu Yi-zhen memutuskan untuk mengundurkan diri dan membuka usaha sendiri.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 13 Oktober 2010, Episode 51
Tuan Chen menolak proposal projek mereka karena GM Lin mengiming-imingi Tuan Chen bahwa perusahaan mereka akan sepenuh hati dan mengunakan dana besar untuk melakukan promosi besar-besaran, namun setelah mendengar penjelasan proposal Ming-zhu yang berisikan pemecahan masalah transportasi dan konsep baru perumahan, Tuan Chen memutuskan untuk memberikan projek ini kepada mereka yang menyebabkan Ming-zhu batal pulang ke Hualien. Master Cheng Yen memutuskan untuk membangun RS di Hualien agar bisa membantu penduduk yang tinggal di pedalaman. Untuk pertama kalinya Li-rong dan Zhan-zhi melihat Li Shi menangis karena terharu akan niat mulia Master Cheng Yen untuk membangun RS. Yu-mei menulis surat ke Ming-zhu yang telah 6 tahun berjuang demi karirnya di Taipei, memberitahunya bahwa Master berniat membangun RS dan Li-rong, putri Li Shi dan Deng-mao, putra kedua A Yu yang ikut berpartisipasi dalam projek kali ini. Beberapa saat kemudian Huan-ran, Zhan-zhi, Li-rong dan Yi-feng menyumbangkan NTD 300.000 atas nama ibunya untuk pembangunan RS.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 14 Oktober 2010, Episode 52
A Yu merasa malu karena tak sanggup menyumbang banyak, Guru De Ci menasehatinya bahwa dia telah banyak bersumbangsih untuk Tzu Chi dan harus bangga karena anak-anaknya juga merupakan insan zu Chi. Huan-ran memutuskan melepas usaha keluarganya untuk diurus Yi-feng dan pergi ke Taipei memulai usaha baru, Li Shi menentang karena menurutnya usaha mereka bisa sebaik ini sebagian besar karena usaha Huan-ran. Yi-feng merasa diremehkan karena dipaksa menerima usaha perjuangan Huan-ran, kakaknya, menurutnya dia tidak pantas menerimanya namun akhirnya masalah tersebut berhasil dipecahkan. Li Shi meminta Yi-feng untuk menarik uang sebesar NTD 200.000 untuk dana Huan-ran dan Zhan-zhi memulai usaha di Taipei. Ming-zhu yang merasa lelah dan jenuh dengan kehidupan di Taipei, bertemu Guru De Ci di stasiun saat akan pulang ke Hualien, Guru De Ci memberitahunya bahwa Hualien selamanya adalah rumahnya dan dia harus meluangkan lebih banyak waktu untuk menemani ibunya, Yu-mei.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 15 Oktober 2010, Episode 53
Yu-mei menasehati Ming-zhu agar bisa menggengam kehidupannya dan menjadi diri sendiri agar tidak gundah, karena hanya kehidupannya yang nyata dan bukan barang ciptaan yang palsu, juga memberitahunya bahwa bersumbangsih tidak dilihat dari kekayaan namun niat. Guru De Ci juga menjelaskan pada Ming-zhu bahwa semua biaya hidup Guru-guru di Griya dihasilkan oleh mereka sendiri dan jika ada sisa harus disumbangkan untuk membantu orang lain, karena membantu orang yang membutuhkan adalah kewajiban. Ming-zhu memutuskan berhenti bekerja di Taipei karena dia telah menemukan makna hidupnya, yaitu bersumbangsih di Tzu Chi dan membantu orang lain, namun Fang Ze-quan menasehatinya agar jangan sampai menyesal karena meninggalkan kehidupan metropolisnya di Taipei. Ming-zhu mengadakan bazaar amal untuk menggalang dana amal dalam pembangunan RS. 17 agustus 1986, 14 tahun setelah bakti sosial pertama Tzu Chi, akhirnya RS Tzu Chi di Hualien beroperasi. Li Shi memberitahu A Yu dan Yu-mei bahwa dia berniat menyerahkan posisinya sebagai ketua grup kecil untuk regenerasi penerus insan Tzu Chi. Huan-ran berhasil menemukan ayahnya, Huang Jin-mu berdasarkan informasi yang diberikan oleh teman usahanya, Li Shi memberitahunya bahwa dia selamanya adalah ayah mereka dan di Hualien selamanya ada sebuah rumah yang menunggu kepulangannya.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 16 Oktober 2010, Episode 54
Jin-mu memutuskan untuk pergi dan menghindar dari Huan-ran dan Zhan-zhi yang akan membawanya pulang ke Hualien, karena masih belum bisa menghilangkan rasa bersalahnya terhadap Li Shi dan anak-anak mereka. Jin-mu meneruskan petualangannya ke segala penjuru dunia, setelah tahu dirinya mengidap kanker, Jin-mu memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya di Pulau Hainan. Tanpa disadari Yu-mei telah sepuluh tahun lebih pulang dan bersumbangsih bersama Tzu Chi di Hualien, namun suatu hari saat jalan-jalan di kota Hualien, tiba-tiba Ming-zhu merasa rindu akan keramaian di kota Taipei. Yu-mei tahu bahwa sifat Ming-zhu sama seperti dirinya, yang takut akan kemonotonan hidup yang tiada perubahan, Ze-quan lalu bertanya pada Yu-mei, apakah dia bahagia dengan hidupnya yang hanya setiap hari melakukan hal yang sama selaku istri dari seorang pegawai negeri. Karena kesepian ditinggal Ming-zhu yang membuka usaha kafe di Taipei, Yu-mei dan Ze-quan memutuskan untuk berjalan-jalan dan mengenang masa-masa yang telah mereka lewati.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 17 Oktober 2010, Episode 55
Yu-mei diantar ke RS karena pingsan kesakitan dan mengalami pendarahan hebat saat makan malam bersama Ze-quan, dan setelah diperiksa dokter di RS Tzu Chi Hualian, Yu-mei divonis menderita kanker. Sepulang dari menjenguk Yu-mei, A Yu memberitahu Wang Zhi agar jangan lagi menakutinya dengan menceritakan tentang berapa lama lagi dirinya bisa bertahan hidup. Setelah dirawat selama seminggu Yu-mei diizinkan keluar dari RS, dan saat berjalan-jalan di lapangan bola yang dibangun di tanah miliknya dulu, Yu-mei minta agar Ze-quan membantunya mewujudkan impiannya, yaitu membangun rumah untuk anak-anaknya di tanah milik sendiri. Wang Zhi pingsan saat menjaga toko dan diantar untuk rawat inap di RS, namun dokter memberitahu mereka bahwa kanker mulut Wang Zhi telah memasuki stadium akhir dan masa hidupnya tidak lama lagi.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 18 Oktober 2010, Episode 56
Yu-mei berhasil menemukan tanah impiannya untuk membangun rumah bagi anak-anaknya dengan bantuan Li Shi, pada saat yang bersamaan Ze-quan merasakan ada keanehan pada tenggorokannya. Tidak tega melihat A Yu demikian susah, Wang Zhi memutuskan untuk pulang, namun tak disangka itu merupakan kepulangannya untuk selamanya. Yu-mei menjual semua emas permata pemberian orangtuanya dan mas kawinnya untuk menambah dana pembangunan rumah yang dia rencanakan untuk dibangun setinggi 3 lantai. Saat diperiksa dokter memberitahu bahwa Ze-quan menderita kanker hidung dan tenggorokan stadium akhir, Yu-mei menasehati Ze-quan agar berlapang dada menghadapi kematian, karena sejak lahir telah ditentukan kapan hari kematian kita. Ze-quan menelepon dan meminta Ming-zhu pulang, lalu menceritakan perihal penyakitnya dan penyakit Yu-mei serta impian Yu-mei kepadanya karena dia adalah anak bungsu mereka dan yang belum berkeluarga, agar dia punya persiapan mental dan memintanya untuk menjaga ibunya kelak.
Drama DAAI : Kisah Tiga Perempuan, 19 Oktober 2010, Episode 57
Yu-mei pingsan karena kaget melihat Ze-quan mengalami pendarahan dalam tidurnya, sehingga Ming-zhu harus bergegas mengantar mereka berdua untuk dirawat inap di RS Tzu Chi Hualien. Enam bulan kemudian Fang Ze-quan meninggal. Ming-zhu mengkhawatirkan ibunya, Yu-mei, maka dia memintanya untuk jalan-jalan ke Taipei, Yu-mei lalu mengajak Li Shi dan A Yu untuk pergi bersama mereka. Yu-mei memutuskan baru akan memberitahu anak-anaknya masalah penyakitnya jika dia masuk RS lagi, karena dia juga jelas akan kondisi kesehatannya sendiri. Pada tahun 1998, Yu-mei yang berusia 82 tahun dirawat inap di kamar pasien perawatan khusus RS Tzu Chi Hualien, dan dia tidak bisa meyumbangkan jasadnya karena mempunyai penyakit kanker. Pada tahun 1999, Xie Yu-mei menyelesaikan perjalanan hidupnya selama 83 tahun, sedang Li Shi tidak lagi melakukan tugas di luar dan menjadi seorang yang menjelaskan sejarah Tzu Chi bagi pengunjung Griya Jing Si.
Tamat