DAAI-Drama

 

Drama DAAI : Cermin Ketulusan

cerminKetulusan

Cermin Ketulusan adalah kisah yang menceritakan perjuangan para relawan dan tim medis Tzu Chi dalam menolong warga Yi Li keluar dari belenggu penyakit.Kisah dimulai saat Yayasan Tzu Chi memutuskan untuk membeli RS Hong Te yang ada di Yi Li. RS tersebut kemudian dijadikan RS cabang Tzu Chi yang pertama.

Selanjutnya dimulailah perjuangan para relawan dan tim medis yang ada di RS tersebut. Mereka berusaha mewujudkan sebuah RS yang bisa memasyarakat dengan menyelenggarakan seminar – seminar dan pengobatan gratis.Tapi sayangnya banyak kendala yang menghadang mereka. Selain kekurangan jumlah tenaga, fasilitas yang ada di RS tersebut juga belum memadai. Akibatnya banyak pasien yang perlu menjalani operasi terpaksa harus diantar ke RS pusat yang ada di Hua Lien.Untuk mengatasi hal tersebut, akhirnya dibangun sebuah RS baru di daerah Yi Li. RS tersebut dilengkapi dengan ruang operasi dan fasilitas yang modern.Bagaikan sebuah pelita di tengah kegelapan, usaha mereka dalam menebarkan bibit cinta kasih mendapatkan respon yang hangat dari masyarakat.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 02 Januari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 1 :

Sin Ciau adalah seorang kepala perawat yang bekerja di RS pusat yayasan Tzu Chi yang terletak di Hua Lien. Dia orang yang sangat serius dalam pekerjaannya, tetapi sedang mengalami kebosanan sehingga ingin mengganti lingkungan kerja. Kebetulan di saat yang sama rumah sakit tempatnya bekerja memutuskan akan mengambilalih rumah sakit Hong Te yang ada di Yi Li untuk dijadikan rumah sakit cabang. Tak disangka Ia ditawari untuk mengurus administrasi di rumah sakit cabang tersebut oleh kepala RS Hua Lien.

Sementara itu, isu bahwa rumah sakit mereka akan diambilalih oleh yayasan Tzu Chi membuat seluruh karyawan yang bekerja di RS Hong Te menjadi gelisah, salah satunya adalah Siu Cin. Terlebih saat mendengar bahwa pihak Tzu Chi memiliki tim medis sendiri dan akan melakukan wawancara ulang. Mereka khawatir tidak dapat mempertahankan pekerjaan mereka.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 03 Januari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 2 :

RS Hong Te direncanakan akan diambilalih pada bulan Maret. Karena itu selama masa pra – pengambilalihan, semua relawan Tzu Chi menjadi sibuk. Mereka bertekad membantu usaha Master dengan mengumpulkan sebanyak mungkin tenaga sukarela yang mau membantu merenovasi dan bekerja di RS Hong Te. Sementara itu, setelah mempertimbangkannya masak - masak akhirnya Sin Ciau memutuskan untuk menerima perrmintaan RS pusat untuk pindah ke RS Hong Te.

Keadaan di RS Hong Te sendiri semakin kacau. Banyak dokter dan suster memutuskan untuk pindah ke rumah sakit lain. Akibatnya tenaga medis di rumah sakit tersebut berkurang banyak. Siu Cin dan beberapa rekannya tidak pindah karena mereka memiliki keluarga dan sudah menetap di Yi Li.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 09 Januari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 3 :

Wawancara yang menjadi momok bagi seluruh karyawan RS Hong Te akhirnya dilakukan juga. Tetapi hasilnya ternyata tidak separah dugaan mereka, hampir seluruh karyawan tetap dipertahankan. Sayangnya, sebelumnya sudah banyak tenaga medis yang mengundurkan diri sehingga RS Hong Te hanya memiliki 2 orang dokter. Ini membuat RS pusat di Hua Lien mengeluarkan kebijaksanaan yang mengharuskan setiap dokternya untuk ke Yi Li minimal sekali dalam 1 minggu.

Sementara itu, semakin mendekati hari peresmian RS Hong Te, hati Sin Ciau juga semakin gelisah. Ia menyadari bahwa prinsip dan cara pandang karyawan di RS Hong Te sangat jauh berbeda dengan RS pusat tempatnya bekerja dulu. Karena itu, Ia merasa tanggung jawabnya sangat besar, apalagi Ia belum berpengalaman.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan,10 Januari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 4 :

Setelah menunggu beberapa saat, Sin Ciau akhirnya resmi pindah ke RS Hong Te sebagai kepala bagian yang baru. Sesuai dugaannya semula, tanggung jawab yang dipikulnya sangat berat dan tugasnya juga sangat banyak. Selain itu banyak karyawan lama RS Hong Te yang belum bisa menyesuaikan diri dengan budaya Tzu Chi merasa tidak puas. Mereka tidak senang karena RS harus direnovasi sehingga membuat mereka jadi tidak bisa bekerja. Selain itu, mereka juga memprotes sistem komputer yang terlalu rumit.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 16 Januari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 5 :

Banyaknya karyawan lama RS Hong Te yang merasa tidak puas membuat RS pusat yayasan Tzu Chi mengambil kebijakan baru yang mengharuskan mereka mengikuti Perkemahan Budaya Kemanusiaan yang diadakan selama 3 hari 2 malam. Perkemahan ini dimaksudkan untuk membuat para karyawan tersebut bisa lebih memahami budaya dan tujuan yayasan Tzu Chi. Selama Perkemahan berlangsung, banyak relawan Tzu Chi yang rela mengeluarkan uang sendiri untuk mendukung kegiatan tersebut. Mereka bertekad membantu usaha Master agar peresmian RS Hong Te sebagai RS cabang yang baru bisa berjalan lancar.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan,17 Januari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 6 :

Perkemahan Budaya Kemanusiaan yang diadakan oleh RS pusat yayasan Tzu Chi berjalan dengan lancar. Para karyawan RS Hong Te mulai mengerti akan budaya dan cara kerja yayasan Tzu Chi. Mereka tersentuh oleh semangat relawan – relawan Tzu Chi dalam menyebarkan cinta kasih dalam masyarakat.

Di saat yang sama, waktu peresmian RS Hong Te semakin dekat. Tetapi, sayangnya pekerjaan renovasi yang dijadwalkan belum juga terselesaikan. Puing – puing sisa renovasi masih berserakan di mana – mana dan jaringan komputer juga belum terhubung dengan baik. Hal ini membuat Sin Ciau menjadi sangat cemas. Ia takut mengecewakan mereka yang telah memberi kepercayaan besar padanya.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 23 Januari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 7 :

Dengan dukungan dari semua orang, akhirnya pekerjaan renovasi di RS Hong Te berhasil dirampungkan juga. Demi mengejar waktu peresmian, bukan hanya buruh bangunan yang bekerja tanpa henti, insan – insan Che Ci dan karyawan lama RS Hong Te juga turut menyumbangkan tenaga.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 24 Januari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 8 :

Peresmian RS baru cabang Yi Li akhirnya berhasil dilakukan tepat pada waktunya. Pada hari peresmian tersebut banyak warga dan pasien yang datang berkunjung. Sebagian besar di antaranya datang untuk melihat keramaian.

Walaupun demikian, pasien yang datang berobat ternyata belum bisa menyesuaikan diri dengan prosedur rumah sakit yang baru. Selain itu, para karyawan rumah sakit itu juga belum terbiasa menggunakan sistem komputer. Akibatnya hal ini menimbulkan banyak kekacauan.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 30 Januari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 9 :

Secara perlahan – lahan keadaan di RS cabang Yi Li mulai membaik. Mengenai masalah komputer, Sin Ciau sudah meminta bantuan ke RS pusat agar mengirim orang datang untuk mengajari para karyawan di Yi Li. Sedangkan masalah kurangnya tenaga dokter juga sudah berhasil diatasi. Beberapa dokter yang berasal dari RS pusat bersedia datang ke Yi Li untuk praktek.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 31 Januari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 10 :

RS cabang di Yi Li menghadapi masalah baru lagi. Para pasien yang datang berobat sebagian besar tidak memiliki pengetahuan yang cukup di bidang kesehatan. Sedangkan dokter – dokter di rumah sakit itu hampir semua adalah dokter yang berasal dari RS pusat di Hua Lien. Mereka harus mengejar waktu praktek di Hua Lien sehingga selalu tampak sibuk. Akibatnya situasi demikian membuat banyak pasien yang merasa tidak nyaman karena merasa kurang diperhatikan. Selain itu, banyak dokter yang menghadapi kesulitan untuk berkomunikasi dengan pasien karena kendala bahasa.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 06 Februari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 11 :

 Untuk membuat para pasien merasa lebih nyaman dan diperhatikan, Sin Ciau mengambil kebijakan baru. Ia meminta bantuan para relawan dan suster di RS Yi Li untuk menemani pasien yang berada di ruang tunggu untuk ngobrol dan bermain. Cara ini ternyata efektif, pasien yang datang berobat mulai merasa nyaman, suasana di RS pun berubah. Sayangnya Siu Cin tidak bisa menyesuaikan diri terhadap langkah baru yang diambil tersebut. Ia menganggap itu adalah tindakan sia – sia dan menghabiskan waktu.  

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 07 Februari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 12 :

Cara baru yang ditempuh RS cabang di Yi Li untuk membuat para pasien yang datang berobat bisa merasa nyaman berhasil dengan baik. Sayangnya RS itu tetap kekurangan tenaga medis. Ini lantas menimbulkan masalah baru. Para dokter dan suster terpaksa dituntut untuk bekerja lembur. Hal ini membuat mereka menjadi kelelahan, terutama Siu Cin. Posisinya menjadi serba sulit karena terjepit di tengah – tengah anrtara bawahan dan atasannya. Ini membuat emosinya menjadi tidak stabil yang akhirnya meledak menjadi pertengkaran.

 Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 13 Februari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 13 :

 Siu Cin perlahan – lahan akhinya mulai bisa menyesuaikan diri dengan keadaan di rumah sakit. Para dokter dan suster yang ada juga bekerja keras agar bisa mengatasi masalah kekurangan tenaga. Sementara itu, rencana  Che Ci akhirnya bisa dijalankan. Para relawan yang ada mulai melakukan kunjungan – kunjungan ke rumah pasien. Sayangnya fasilitas di RS cabang Yi Li masih kurang memadai sehingga bagi pasien yang memerlukan pertolongan darurat, tetap harus dibawa ke RS pusat di Hua Lien.  

Drama DAAI : Cermin Ketulusan 14 Februari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 14 :

 Selain masalah fasilitas yang kurang memadai, RS cabang Tzu Chi yang ada di Yi Li menyadari masalah baru yang membutuhkan penanganan. Penduduk yang ada di Yi Li sebagian besar adalah orang tua dan anak kecil. Sedangkan orang muda kebanyakan sudah pindah ke kota lain. Akibatnya mereka tidak memiliki pengetahuan yang memadai di bidang kesehatan. Hal ini membuat Sin Ciau mengambil keputusan untuk mengadakan seminar kesehatan dan pengobatan gratis bagi penduduk miskin yang bermukim di daerah – daerah terpencil. Ia meminta kesediaan seluruh karyawan RS untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan seminar tersebut.

 Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 20 Februari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 15 :

 Kegiatan seminar keliling dan pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh RS Tzu Chi cabang Yi Li diadakan seminggu sekali. Hal ini terasa memberatkan bagi sebagian karyawan RS tersebut sehingga banyak yang tidak bersedia ikut. Tapi di bawah usaha keras Sin Ciau, Siu Cin dan Dokter Cang, kegiatan seminar tersebut akhirnya bisa berjalan lancar. Selain itu, para karyawan juga mulai bisa menyadari makna dan arti penting dari kegiatan seminar tersebut.

  Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 21 Februari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 16 :

 RS Tzu Chi cabang Yi Li mengeluarkan kebijakan baru. Setelah kegiatan seminar berjalan dengan lancar, Sin Ciau mengusulkan untuk menambah kegiatan baru berupa kunjungan ke rumah – rumah pasien. Kebijakan baru ini ternyata cukup disambut oleh karyawan RS tersebut. Mereka bersedia melakukan kunjungan ke rumah pasien bersama dengan para relawan Tzu Chi.

Di saat yang sama, RS kedatangan 2 orang suster baru. Hal ini membuat Sin Ciau teringat dengan masa mudanya ketika masih menuntut ilmu di jurusan perawatan sekolah Tzu Chi dulu.  

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 27 Februari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 17 :

 Kegiatan kunjungan ke rumah – rumah pasien semakin digalakkan. Sebagian besar karyawan RS Che Ci cabang Yi Li turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Tetapi mereka tetap menghadapi masalah dana. Karena itu, Sin Ciau mengajukan permohonan bantuan dana pada departemen kesehatan.

  Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 28 Februari 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 18 :

 Dokter Liang adalah dokter gigi yang bekerja di RS Tzu Chi cabang Yi Li. Ia menemukan bahwa penduduk Yi Li tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai masalah kesehatan gigi. Karena itu, dengan dukungan RS, Ia mengadakan seminar kesehatan gigi ke sekolah – sekolah dan pemukiman penduduk. Tak disangka seminar itu berjalan dengan sukses.

Sementara itu, relawan Tzu Chi yang ada di RS cabang Yi Li menangani dua kasus yang cukup memusingkan. Kasus pertama adalah kasus nenek A Chuen. Setelah suaminya meninggal, anak angkatnya malah membawa lari uangnya sehingga Ia terpaksa hidup menyendiri di hari tua. Sedangkan kasus kedua adalah kasus Tuan Chen. Tuan Chen memiliki seorang keponakan yang sedang sakit parah. Tetapi Ia sama sekali tidak bersedia mengeluarkan uang untuk membantu pengobatan keponakannya tersebut.  

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 06 Maret 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 19 :

 Di bawah usaha keras relawan Tzu Chi, Tuan Chen yang semula keras kepala akhirnya bersedia menanggung uang pengobatan keponakannya. Di saat yang sama, terjadi kecelakaan mobil di daerah Fu Li yang mengakibatkan 12 orang cedera. Para korban segera dibawa ke RS terdekat, yaitu RS Tzu Chi cabang Yi Li. Situasi tak terduga ini ternyata tidak membuat tim medis RS Tzu Chi cabang Yi Li kalang kabut. Bekerja sama dengan 2 dokter bantuan yang didatangkan dari RS Kuan San, para korban kecelakaan tersebut berhasil ditangani dengan baik.

 Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 07 Maret 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 20 :

  Seorang ibu membawa anaknya yang baru berumur 1 tahun berjalan hilir mudik di depan RS Tzu Chi cabang Yi Li. Setelah para suster menghampiri dan menanyakannya barulah diketahui bahwa anaknya menderita demam tinggi. Awalnya ibu itu tidak bersedia masuk karena tidak memiliki uang. Selain itu Ia juga merasa malu karena telah melahirkan seorang anak tanpa suami. Tetapi di bawah bujukan para suster, akhirnya Ia bersedia membiarkan anaknya dirawat inap. Meskipun begitu, Ia beberapa kali ketahuan mencoba  membawa anaknya keluar dari RS tanpa sepengetahuan dokter.

Di saat yang sama, angin topan melanda daerah Taiwan bagian timur. RS Tzu Chi cabang Yi Li juga berada dalam jangkauan angin topan tersebut. Karena itu Sin Ciau segera mengadakan rapat dengan seluruh karyawan untuk mengambil langkah pencegahan yang tepat. Sayangnya angin topan kali ini sangat dashyat, semua tindakan pencegahan yang sudah dilakukan sia – sia. Keadaan dalam RS seketika menjadi kacau, air bocor, kaca pecah tertiup angin dan listrik padam.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 13 Maret 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 21 :

Angin topan yang mendera wilayah Taiwan bagian timur menimbulkan kerusakan yang cukup parah pada RS Tzu Chi cabang Yi Li. Namun, hal ini tidak memadamkan semangat tim medis RS tersebut. Dengan fasilitas yang seadanya, mereka tetap melakukan praktek. Semua karyawan di RS Yi Li sudah menganggap pasien sebagai keluarga sendiri. Selain itu, para relawan Tzu Chi juga tidak henti - hentinya mengunjungi pasien – pasien yang rumahnya terkena dampak angin topan.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 14 Maret 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 22 :

Pasca angin topan menimbulkan kerusakan yang parah. Banyak jalan yang rusak dan rumah warga yang roboh. Akibatnya banyak pasien yang tidak bisa datang untuk berobat. Karena itu RS Yi Li mengutus beberapa dokter untuk mengunjungi rumah pasien dan membawakan obat untuk mereka.
Selain itu, keadaan RS Yi Li yang rusak berantakan di terjang angin membuat Master dan pimpinan di RS pusat memutuskan untuk membangun sebuah RS baru di Yi Li. RS yang direncanakan untuk dibangun tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Dengan demikian diharapkan para dokter bersedia menetap di Yi Li.
Sementara itu, Siu Cin semakin aktif dalam kegiatan kunjungan ke rumah pasien. Ia bahkan berencana menarik suami dan anaknya ikut dalam kegiatan tersebut.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 20 Maret 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 23 :

Seorang anak bernama Chiang Chiang menjalani rehabilitasi di RS Che Ci cabang Yi Li. Sejak mengalami kecelakaan, anak itu menderita kelumpuhan sehingga harus menjalani terapi pemulihan. Keadaannya membuat kedua orang tuanya menjadi sering bertengkar dan saling menyalahkan. Tetapi, Chiang Chiang adalah anak yang tegar. Di bawah bantuan para suster, Ia menjalani terapi dengan tekun.
Para relawan Tzu Chi yang ada di RS Yi Li menghadapi kasus baru. Kali ini mereka mengunjungi seorang nenek lumpuh yang menderita penyakit asma. Suami nenek itu bisu sedangkan kedua anaknya adalah penderita cacat mental. Karena kurang mendapatkan perhatian, nenek itu terpaksa harus berbaring di atas ranjang selama 14 tahun.
Di saat yang sama, RS Tzu Chi cabang Yi Li mengadakan perayaan ulang tahun yang kedua. Acaranya diisi dengan pertunjukan bahasa isyarat dan perlombaan dekorasi. Perayaan tersebut juga dihadiri oleh Master Cheng Yen.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 21 Maret 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 24 :

Relawan Tzu Chi yang ada di RS Yi Li kembali menangani kasus baru. Kali ini mereka menangani seorang pasien yang bernama A Hua. Karena disirami asam belerang, A Hua menjadi buta dan mengalami luka bakar. Ini membuatnya menjadi rendah diri. Karena itu, para relawan Tzu Chi terus mengunjunginya untuk mengembalikan kepercayaan dirinya. Sayangnya, A Hua memiliki seorang kakak yang pengangguran. Kakaknya bukan hanya tidak memberi dukungan padanya, bahkan sering memukulinya dan merampas uangnya.
Sementara itu, demi membangun sebuah RS baru di Yi Li para relawan Che Ci mulai mengumpulkan dana. Mereka melakukannya dengan meminta sumbangan dan mengadakan bazar.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 27 Maret 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 25 :

Demi meningkatkan kegiatan pelayanan masyarakat, RS Tzu Chi cabang Yi Li memutuskan untuk bergabung dengan TIMA (Tzu Chi International Medical Association). TIMA bertujuan mengadakan pengobatan massal berskala besar bagi penduduk miskin yang tinggal di daerah terpencil. Lokasi kegiatan kali ini adalah Yi Li. Karena itu, RS Tzu Chi cabang Yi Li diberi tanggung jawab dalam memilih lokasi diselenggarakannya kegiatan tersebut.
Sementara itu, di bawah dukungan dari para relawan Tzu Chi, A Hua (pasien luka bakar) semakin optimis dalam menghadapi penyakitnya. Dengan bujukan relawan Li Ching, Ia bahkan bersedia tampil untuk bernyanyi di hadapan siswa – siswa Akademi Keperawatan Tzu Chi.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 28 Maret 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 26 :

Walaupun pada mulanya banyak halangan yang menghadang, tapi di bawah usaha keras para dokter dan relawan, kegiatan pengobatan massal yang diadakan oleh TIMA akhirnya berjalan lancar.
Sementara itu jadwal pembangunan RS baru di Yi Li semakin dekat. Karena itu para karyawan RS Tzu Chi cabang Yi Li mengadakan kegiatan seminar yang tujuan utamanya adalah memberi penjelasan dan pelaporan pada warga. Selain itu, juga sudah dibuat rencana perekrutan, training karyawan dan kegiatan kunjungan ke rumah – rumah warga. Semua itu merupakan langkah persiapan agar setelah pembangunan selesai, RS tersebut bisa langsung beroperasi dengan lancar.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 03 April 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 27 :

RS baru di Yi Li akhirnya rampung juga. Pada hari peresmiannya, diadakan pertunjukan tarian rakyat dan bahasa isyarat. Banyak dokter dan warga sekitar yang datang berkunjung.
Tidak lama kemudian, tim medis dari RS Yi Li pun resmi pindah ke RS baru tersebut. Selain itu, juga banyak dokter yang berasal dari RS pusat di Lien. Namun mereka mengalami kendala baru. Banyak karyawan yang merasa sulit menyesuaikan diri sehingga merasa tertekan. Selain itu, ada pasien yang merasa ragu untuk menjalani operasi di RS tersebut. Mereka lebih memilih untuk menjalani operasi di RS yang ada di kota besar.

Drama DAAI : Cermin Ketulusan, 04 April 2010, Pk 11.00, 14.30 dan 23.00 wib, Episode 28 :

RS baru yang dibangun di Yi Li secara perlahan – lahan mulai beroperasi dengan normal. Walaupun ada karyawan baru yang mengundurkan diri, tetapi sebagian besar karyawan lama tetap bertahan. Selain itu beberapa pasien yang menjalani operasi besar berhasil sembuh kembali. Ini semakin mempertebal rasa kepercayaan yang ada di hati masyarakat. Para tim medis di RS tersebut bagaikan pelita di tengah kegelapan yang memberikan harapan dan kasih tak terbatas bagi semua penduduk Yi Li.