
~Serial Drama Guanshan~
Senja Bahagia
Setiap Hari : Pk 19.00 wib
Re-Run 07.00 dan 13.00 wib (next day)
Mulai 10 Maret 2010
13 Episode.
Sinopsis Global
Berkisah tentang perjuangan hidup Li Jin-zhao yang ditinggal suaminya karena kecelakaan dan meninggal. Ia harus membanting tulang untuk melunasi hutang adik iparnya serta menghidupi 3 anak dan ayah mertuanya. Di masa-masa sulitnya, Jin-zhao selalu didampingi oleh Kak Tu Hua-guang di sisinya yang selalu memberikan dorongan dan semangat. Anak-anaknya sebelumnya tidak dapat menerima kehadiran Kak Tu Hua-guang sebagai pengganti ayahnya. Berkat kegigihan Kak Tu Hua-guang yang selalu mencurahkan perhatian pada anak-anak Jin-zhao, akhirnya membuahkan hasil. Mereka bertiga akhirnya bisa menerima keberadaan Hua-guang. Di akhir cerita, Li Jin-zhao bersama dengan Kak Tu Hua-guang tetap aktif bersumbangsih sebagai relawan di RS Guanshan
Drama DAAI : Senja Bahagia, 10 Maret 2010, Episode 1
Jin-zhao dan suaminya, Paman Tu adalah insan Tzu Chi. Paman Tu agak tuli dan selalu malas menggunakan alat bantu dengarnya sehingga selalu menimbulkan sedikit masalah. Saat mereka menjadi relawan di RS Guanshan. Contohnya kali ini RS kedatangan seorang pasien bernama Ceng Zheng-fu. Segerombolan keluarga dan kerabat saudara pasien datang ke RS Guanshan dan berteriak-teriak. Mereka tidak percaya pada RS Guanshan yang belum lama didirikan. Untung ada Jin-zhao membantu menenangkan perasaan keluarga pasien sehingga Kepala RS Lin dapat mengatasi pasien dengan baik. Di samping itu Ting-ru mencari Paman Tu untuk merencanakan merayakan hari ibu, yang bertepatan dengan hari meninggalnya mantan suami Jin-zhao. Ketika hari Ibu tiba membuat Jin-zhao mengenang masa lalunya yang bermula dari hari ulang tahun Ting-wen.
Drama DAAI : Senja Bahagia, 11 Maret 2010, Episode 2
Ulang tahun Ting-wen segera tiba. Ayahnya, A Fu, berencana membelikan boneka beruang sebagai kado ulang tahunnya. Saat perjalanan pulang, A Fu mengalami kecelakaan dan meninggal. Kini Jin-zhao harus bekerja mencari nafkah, membesarkan ketiga putrinya, menjaga ayah mertuanya serta melunasi pinjaman adik suaminya yang menganggur dan setiap hari mabuk. Ia tiap hari banting tulang demi keluarga ini, melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Karena ketiga putrinya yang membuat dia dapat setegar ini. Melihat Jin-zhao kesendirian lelah mencari nafkah untuk keluarga ini, kakaknya, Jin-zhi ingin membujuk ia kawin lagi.
Drama DAAI : Senja Bahagia, 12 Maret 2010, Episode 3
Rekan kerja membantu Jin-zhao mengajukan permohonan bantuan untuk keluarga berpenghasilan rendah. Ternyata mereka memenuhi persyaratan tersebut. Kemudian setiap bulan Tuan Tu akan mengantarkan bantuan uang tunai NTD 3000 dan sekantong beras ke rumah mereka. Tetapi uangnya selalu diambil oleh kakek, sedangkan Jin-zhao hanya diam saja. Suatu hari kakek tidak ada di rumah maka Tuan Tu mendatangi Jin-zhi di tempat kerja. Mengetahui hal ini, maka ia memutuskan untuk menyerahkan bantuan langsung kepada Jin-zhao setiap bulannya. Suatu hari Jin-zhao mau dijodohkan oleh Jin-zhi, tetapi ia bersikeras takkan kawin lagi demi anak-anaknya.
Drama DAAI : Senja Bahagia, 13 Maret 2010, Episode 4
Jin-zhao selalu marah ketika Ting-ru berkata mau kerja paruh waktu. Kak Tu menyarankan Jin-zhao untuk komunikasi baik-baik dengan Ting-ru dan dengarkan pendapatnya. Jin-zhao mengikuti saran ini dan hubungan ibu anak mereka menjadi lebih baik. Jin-zhao baru mengetahui ternyata selama ini adik suaminya selalu sembarangan menghukum anaknya ketika mabuk. Ia ingin pindah keluar, tapi belum sanggup. Ditambah sekarang muncul lagi hutang mertuanya sejumlah NTD 40 ribu. Untuk mengatasi masalah ini, ia membentuk uang arisan dan lembur terus. Dapatkah ia membayar uang tarikan setiap akhir bulan?
Drama DAAI : Senja Bahagia, 14 Maret 2010, Episode 5
Jin-zhao jatuh pingsan saat kerja di pabrik. Untung ada A Hong yang mengantarnya pulang. Ketika Kak Tu mengantarkan vitamin untuk Jin-zhao lalu mengajaknya ikut Kunjungan kasih dan ternyata bisa membuat pemikiran Jin-zhao menjadi lebih terbuka. Dia mulai merasa ternyata dirinya jauh lebih bahagia daripada orang yang kurang mampu. Ternyata yang dia miliki banyak, terutama ketiga putrinya yang perhatian. Beberapa hari kemudian akhirnya Uang arisan telah lunas dan hanya sisa hutang bank saja. Kali ini Jin-zhi kembali mengundang seorang guru SD dari Hualien untuk dijodohkan dengan Jin-zhao. Tetapi sekali lagi Jin-zhao menolak menikah lagi. Akibatnya pria itu pulang dengan kecewa.
Drama DAAI : Senja Bahagia, 15 Maret 2010, Episode 6
Hutang Keluarga Chen telah lunas. Mereka tidak lagi menjadi keluarga yang menerima bantuan dari Tzu Chi. Keputusan Jin-zhao memang luar biasa. Dia rela berkorban demi memberikan hak bantuan ini kepada orang lain. Akhirnya Jin-zhao dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk menemani ketiga putrinya. Ditambah ada Paman Tu yang selalu datang membantu. Anak-anak juga sangat menyukai dia. Putri pertama Kak Tu, Jia-yi, pulang dari Zhongli. Dia mau membujuk ayahnya ke Zhongli tetapi ayahnya bersikeras tidak mau pindah. Maka ia memutuskan untuk tinggal di Chishang hingga menemukan pasangan hidup untuk sang ayah.
Drama DAAI : Senja Bahagia, 16 Maret 2010, Episode 7
Saat ikut sang ayah pergi menagih dana amal ke rumah Jin-zhao, Jia-yi menyadari ayahnya perhatian terhadap Jin-zhao serta ketiga putrinya. Maka dalam hati ia memutuskan untuk menyatukan mereka. Ia bahkan menciptakan permulaan untuk hubungan mereka. Beberapa hari kemudian Adik ipar Jin-zhao kembali mabuk dan buat onar, lalu berkata akan menjual rumah tersebut, hal ini membuat mertua Jin-zhao sangat marah dan memukul anaknya, dalam keadaan mabuk Adik iparnya mendorong Jin-zhao hingga terluka. Saat melihat luka memar di kening Jin-zhao, Kak Tu memutuskan untuk segera melamar Jin-zhao. Jin-zhao terkejut dan bingung, maka ia mendatangi Jin-zhi untuk menanyakan pendapatnya. Jin-zhi menyadari ternyata Jin-zhao menyukai pria tersebut dan mendukung pernikahan mereka.
Drama DAAI : Senja Bahagia, 17 Maret 2010, Episode 8
Jin-zhao menerima lamaran Kak Tu. Tetapi Ting-ru dan Ting-ying tidak menyetujui pernikahan ini. Mereka tidak ingin juga takut mengubah kondisi sekarang. Mereka pikir bagaimana jika kondisi setelah berubah malah lebih buruk. Mereka beranggapan Jin-zhao akan mencampakkan mereka. Sedangkan Ting-wen beranggapan dia hanya ingin melihat ibu senang, maka dia mendukung semua keputusan ibu. Setelah mendengar penjelasan Tante Jin-zhi, maka mereka berdua menyetujui pernikahan ibunya. Tapi mereka tidak ikut pindah ke Guanshan, karena mereka mau terus berada di Chishang untuk menjaga kakek.
Drama DAAI : Senja Bahagia, 18 Maret 2010, Episode 9
Jin-zhao dan Ting-wen telah pindah ke Guanshan. Sebelum pindah, Jin-zhao meminta Ting-ru datang ke Guanshan sebelum berangkat sekolah untuk ambil sarapan. Paman Tu berusaha untuk menyenangkan Ting-ru dan Ting-ying dengan membelikan keperluan mereka. Ting-ying akhirnya bisa menerima Paman Tu, sedangkan Ting-ru tetap bersikap kurang akrab terhadap dia. Beberapa hari kemudian Jin-zhao terjatuh saat bekerja di pabrik beras, dari kejadian ini Paman Tu meminta Jin-zhao untuk berhenti bekerja. Sedangkan Jin-zhao walaupun sakit ia tetap bersikeras menyiapkan sarapan untuk Ting-ru. Melihat wujud sayang ibu terhadapnya dan perhatian Paman Tu pada ibunya, lambat laun Ting-ru mulai menerima Paman Tu dan memutuskan pindah ke Guanshan.
Drama DAAI : Senja Bahagia, 19 Maret 2010, Episode 10
Ting-ru telah besar. Kata Ting-ying ada seorang pria bernama Lin Wen-de yang naksir padanya. Saat pertama kali bertemu Jin-zhao dan Paman Tu, pria itu sama sekali tidak menyahut sapaan Paman Tu, malah pergi begitu saja. Suatu kali Jin-zhao dan Paman Tu melihat pria itu membawa gadis lain. Paman Tu menasehati Jin-zhao untuk tidak memberitahu Ting-ru karena ia pasti merasa mereka hanya ingin merusak hubungan mereka. Tapi suatu hari Ting-ru bertengkar dengan A De karena mengetahui sifatnya yang playboy. Ia bahkan melukai dirinya sendiri.
Drama DAAI : Senja Bahagia, 20 Maret 2010, Episode 11
Ting-ru menjadi tak bersemangat setelah bertengkar dengan A De. Ketika sedang pulang sekolah, Ting-ru bertemu dengan A De di tengah jalan. Setelah mendengarkan penjelasan A De, Ting-ru pun memaafkan dia dan baikan lagi. Kini mereka bahkan berencana setelah Ting-ru tamat SMA akan segera menikah serta A De sudah berencana untuk membuka usaha toko kelontong dan mencari partner karena dananya kurang. Jin-zhao dan Paman Tu masih cemas apakah perubahan sikap A De adalah benaran atau pura-pura, apakah ia serius pada Ting-ru, apakah ia dapat dipercaya. Demi kebahagiaan putrinya, maka Jin-zhao akhirnya memutuskan untuk menanam modal dan memperlakukan A De sebagai seperti menantunya.
Drama DAAI : Senja Bahagia, 21 Maret 2010, Episode 12
Setelah memberikan uang sebanyak NTD 200 ribu kepada A De, selama beberapa hari A De menghilang, tidak dapat ditemukan. Suatu hari Ting-ru melihat dia berjalan bersama gadis lain di jalan. A De malah mengatakan bahwa ia tidak mau menikah dengan Ting-ru yang begitu galak juga tidak jadi buka toko kelontong. Ting-ru gelisah dan mau bunuh diri. Untung ada Paman Tu yang menyadarkannya untuk menghadapi kenyataan ini. Kini pekerjaan tukang cat sudah tiada, rencana buka toko juga batal, maka Paman Tu berencana membuka posko daur ulang di Guanshan.-
Drama DAAI : Senja Bahagia, 22 Maret 2010, Episode 13
Kak Tu mulai menyadari bahwa dirinya memang menbutuhkan alat bantu pendengaran, karena jika terjadi sesuatu padanya siapa yang menjaga Jin-zhao dan ketiga putrinya. Ketika menjadi relawan di RS Guanshan, saat Kak Tu dan Jin-zhaoakan melakukan kunjungan kasih terhadap seorang tua yang tinggal sendirian dan sakit, namun selalu saja di tolak dan di anggap sebagai penipu oleh orang tua tersebut, setelah melalui usaha yang pantang menyerah akhirnya dengan pelahan Paman Yang Yu-sheng menerima Kak Tu dan bersedia untuk memeriksakan kesehatannya di RS Guanshan.
~TAMAT~