Halaman Utama | Profil | Jadwal Acara | Tv Program | Tanggapan Pemirsa | Media Cetak | Karir | Pesan

DAAI-Drama

 

Menyongsong Hari Esok : Seputih Cahaya Rembulan

seputih]
facebook

Kisah ini terjadi dijaman perang dunia kedua. Disaat rakyat Taiwan sedang memperjuangkan hak mereka, menantu keluarga Chen melahirkan seorang anak perempuan yang bernama Chen Chua. Chen Chua tumbuh menjadi gadis yang cantik, pintar serta pemberani dibawah asuhan nenek buyutnya. Walau A Chua seorang perempuan, tapi ia dianggap sebagai cucu emas oleh nenek buyutnya. Saat berumur 17 tahun dia menikah dengan seorang pemuda yang bernama, You Jin Yuan. Tidak lama setelah menikah, kelakuan You Jin Yuan semakin menjadi, dia tidak bekerja, sering mabuk dan suka mencari perempuan hiburan. Karena kondisi keluarga, Chen Chua harus banting tulang untuk menghidupi ibu mertua, dua putra kandungnya sendiri dan dua orang anak kakak You Jin Yuan. Disaat kondisi ekonomi mereka sudah agak mapan, You Jin Yuan jatuh cinta dengan seorang gadis penghibur, A Rui, dan ingin menikahinya menjadi istri kedua. Karena melihat suaminya begitu mencintai wanita itu, Chen Chua pun merestui pernikahan mereka dan menjemput A Rui untuk tinggal bersama. Tidak lama kemudian, karena kesalahanYou Jin Yuan pabrik yang dirintis Chen Chua bangkrut. Sejak itu keluarga Chen Chua menjadi berantakan, karena tidak bisa membayar hutang maka You Jin Yuan dan A Rui kabur dari rumah, sedangkan Chen Chua terpaksa harus meninggalkan ibu mertua dan putranya untuk mencari nafkah. Hingga tua, Chen Chua masih harus mencari uang sendiri walau putranya sudah ada penghasilan yang mapan. Puluhan tahun telah berlalu, karena tidak tega melihat ibu mertuanya begitu mengkhawatirkan putranya, maka Chen Chua mengijinkan You Jin Yuan dan A Rui tinggal dirumahnya. Karena ibu mertuanya juga Chen Chua harus merawat You Jin Yuan dan A Rui hingga akhir hayat mereka. Tapi Chen Chua tidak pernah mengeluh melakukan semua ini, karena dengan melakukan semua ini, hatinya merasa tenang dan bahagia. Di usia tuanya, Chen Chua menjadi relawan di Tzu Chi, dilubuk hatinya, dia merasa puas. Kebijaksanaan yang bersinar dari dalam dirinya, seperti sinar rembulan, dengan tanpa ego menyinari dunia fana ini.

Seputih Cahaya Rembulan, 1 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode 1

Di tahun ke 28 Jepang menguasai Taiwan, Chen Lin Yue melahirkan cucu pertama bagi keluarga Chen. Nenek Chen Xi Hai, yaitu istri dari paman ayah Chen Xi Hai, sangat senang menyambut kelahiran cucu buyutnya. Walau bukan seorang putra, tapi Nenek Chen Xi Hai menganggap cucu buyutnya sebagai cucu emas. Karena berharap kelak cucu buyutnya bisa meramaikan rumah keluarga Chen dengan adik-adiknya, maka dia diberi nama Chen Chua, yang artinya membawa. Setelah genap 30 hari, A Chua harus tidur dengan nenek buyutnya, Lin Yue hanya boleh menyusui saja. Untung saja kekosongan hati Lin Yue terobati oleh A Man, putri angkatnya yang ikut kemanapun dia pergi.

Seputih Cahaya Rembulan, 2 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode 2

Walau A Yue melahirkan dua cucu bagi keluarga Chen lagi, Xiu Chun (putri) dan Qing Sheng (putra), tetap saja tidak bisa menggeser kedudukan cucu emas A Chua. Dari tidur makan hingga mandi, harus nenek buyut yang merawatnya. Ini membuat jarak A Chua semakin jauh dari ibunya. Jelas-jelas A Chua adalah putri kandungnya, tapi Lin Yue justru sama sekali tidak bisa menyentuh dan merawatnya. Melihat A Chua begitu berbakat, Xi Hai ingin mengajarinya bahasa Mandarin, tapi A Chua lebih memilih belajar di sekolah. Karena tidak diijinkan, A Chua nekat menggunting rambutnya dan mengambil uang ayahnya untuk daftar sekolah. Beda dengan A Man yang lebih suka mengerjakan pekerjaan rumah seperti ibu angkatnya. 

Seputih Cahaya Rembulan, 3 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode 3

Harapan nenek buyut jadi kenyataan, sesuai dengan arti namanya, A Chua membawa adik-adik lagi meramaikan suasana keluarga Chen. A Chua adalah anak yang berbakat, baru diajari berhitung dia sudah bisa membantu ayahnya menghitung pembukuan toko. Sejak itu A Chua selalu ikut ayahnya pergi antar barang ke pelanggan, karena itu juga, A Chua jadi jarang pergi kesekolah, tapi semangat belajarnya tidak luluh, dia sering mengulangi pelajarannya sendiri dirumah. Sering ikut ayahnya mengantar barang, perlahan-lahan A Chua menyadari kalau ayahnya adalah seorang pria baik hati yang memegang prinsip setia dan suka menolong. A Chua pun memutuskan untuk menjadikan prinsip hidup ayahnya ini menjadi cermin hidupnya. 

Seputih Cahaya Rembulan, 4 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode 4

A Man diam-diam menjalin hubungan dengan tetangganya, A Shun. Tapi tidak lama kemudian, ibunya mengetahui hal ini dan berunding dengan ayahnya untuk menikahkan mereka, karena menurut ibunya, sudah saatnya A Man untuk menikah.  Walau hanya anak angkat, tapi keluarga Chen menikahkan A Man layaknya keluarga kandung. Guru Kurukawa memang seorang guru yang teladan, dia tidak segan mendatangi rumah murid-muridnya dan minta mereka untuk ikut ujian kelulusan Sekolah Dasar. A Chua yang sudah lama berhenti sekolah setuju ikut ujian itu. Kelulusan A Chua juga merupakan akhir dari masa kanak-kanaknya, kini dia tumbuh jadi seorang gadis yang ceria.

Seputih Cahaya Rembulan, 5 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode 5

A Chua yang berumur 17 tahun bagaikan bunga yang sedang bersemi, dia tidak tahu apa itu keresahan. Dia  memiliki wajah yang cantik dan kasih sayang nenek buyut yang membuat orang iri.  Dia tidak pernah menyangka, kegelapan semakin mendekati kehidupannya. A Yuan adalah seorang pemuda yang suka bermain dan mata keranjang. Setiap hari kerjanya hanya berdandan dan terlambat masuk kerja. Ibu, kakak dan kakak iparnya hanya bisa menghela napas melihat kelakuannya. Saat belanja kerumah Mei Ying, A Fu terpesona melihat kecantikan A Chua. Dia bergegas mencari A Yuan untuk beritahu hal ini. Tapi A Yuan tidak percaya dengan omongan A Fu, dia minta A Fu untuk membuktikan perkataannya itu.

Seputih Cahaya Rembulan, 6 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode 6

Karena ingin membuktikan kecantikan A Chua pada A Yuan, A Fu tidak henti-hentinya merayu  Mei Ying untuk mempertemukan mereka. Akhirnya Mei Ying mengajak A Chua pergi jalan-jalan, begitu juga dengan A Fu dan A Yuan. Tiba ditempat rekreasi, A Fu pura-pura menyapa Mei Ying seolah-olah kebetulan bertemu. Saat pandangan pertama, A Yuan langsung jatuh hati pada A Chua. Awalnya A Chua biasa-biasa saja, tapi setelah bertemu untuk yang kedua kalinya, A Yuan memaksa mengantarnya pulang, saat itu A Chua mulai merasakan kehangatan seorang pria yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

Seputih Cahaya Rembulan, 7 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 7

Kakak A Yuan, satu-satunya harapan keluarga You meninggal karena radang selaput perut. Karena tidak bisa menerima kenyataan ini, kakak iparnya menjadi pecandu alkohol, bengkel mesin jahit yang dirintis bersama istrinya akhirnya ditutup. Kini ganti A Yuan yang menjadi tumpuan keluarga You. Dalam waktu yang bersamaan, A Chua menderita penyakit yang penyebabnya tidak diketahui, tiba-tiba dia tidak siuman dari tidurnya. Walau sudah diperiksa beberapa dokter dan sudah banyak minum obat, tapi tidak sembuh juga. Setelah mendengar berita ini dari Mei Ying, A Fu bergegas cari A Yuan, dia ingin A Yuan pergi menjenguknya. Begitu tiba dirumah keluarga Chen, A Yuan bertemu dengan Xi Hai dan berbincang-bincang tentang kehidupan A Yuan. Awalnya biasa-biasa saja, tapi tidak lama kemudian, Xi Hai mulai tertarik dengan perawakan A Yuan.  

Seputih Cahaya Rembulan, 8 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 8

Karena penyakit A Chua tidak sembuh-sembuh, maka nenek buyutnya menyarankan agar A Chua dinikahkan pada orang lain, karena menurut tradisi putri yang sudah menikah baru boleh disembahyangi keluarganya sendiri. Atas saran seorang teman, Xi Hai mencoba alternatif baru, yaitu mencari pelamar yang menggunakan beras. Hasil yang diperoleh, A Chua diganggu oleh unsur air, untuk lepas dari gangguan itu A Chua harus dinikahkan. Ketika sedang berunding dengan ibunya untuk mencari orang yang mau menikah dengan A Chua, A Yue langsung menyebut nama You Jin Yuan. Keluarga Chen pun meminta mak comblang ke rumah A Yuan. Tidak lama setelah acara perjodohan, A Chua langsung siuman dari tidurnya. Tapi dia sendiri belum siap untuk dinikahkan, karena dia lebih suka membantu ayahnya berbisnis daripada jadi isteri orang. Tapi bagaimanapun A Chua tidak bisa menolak pernikahan ini. 

Seputih Cahaya Rembulan, 9 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 9

Walau tidak suka, tapi A Chua harus menerima pernikahan ini dengan ikhlas. Apalagi keluarga Chen menganggap A Yuan adalah jodoh sekaligus penyelamatnya. Tahun 1939, A Chua resmi menjadi istri You Jin Yuan. dihari pernikahan, A Chua merasa sedih karena harus berpisah dengan keluarganya, tapi demi keselamatan A Chua, rela atau tidak nenek buyutnya harus merelakan cucu emasnya ini. Setelah menikah, A Chua harus belajar banyak hal yang tidak pernah dia kerjakan, seperti memasak, mencuci pakaian dan mengerjakan pekerjaan rumah. A Chua merasa tidak enak dengan ibu mertuanya yang harus repot mengajarinya banyak hal, tapi A Chua tidak pernah mengeluh dan belajar dengan giat. 

Seputih Cahaya Rembulan, 10 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 10

Sebulan setelah pernikahan, A Yuan yang baru mendapat upah dari Tuan Lin mengajak A Chua pergi ke pasar malam. Saat A Yuan menjepit sayur untuknya, A Chua merasakan kebahagiaan yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Dibalik kebahagiaan itu, A Chua tidak tahu bahwa suaminya adalah pria yang suka berfoya-foya dan bermalas-malasan. Setelah sekian lama sedih kehilangan istri, A Quan, kakak ipar A Yuan membawa pulang seorang wanita untuk tinggal bersama. Awalnya ibu mertua A Chua bisa memaklumi hal ini, tapi saat mendengar tawa canda mereka berdua, ibu mertua A Chua merasa sedih dengan nasib A Xiu, putrinya yang meninggal diusia muda. Tapi dia harus menerima kenyataan ini, karena dia juga tidak ingin melihat menantunya bersedih terus. 

Seputih Cahaya Rembulan, 11 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 11

Karena kepiawaiannya, A Yuan mendapatkan kepercayaan dari majikannya. Gajinya cukup besar. Tapi penghasilan yang lumayan ini membuat kehidupan A Yuan bertambah parah, ia sering minum-minum dengan ditemani wanita penghibur. A Chua yang sedang mengandung sudah hampir tidak tahan dengan tindakannya ini. Sibuk dengan keluarganya sendiri,  A Chua tidak tahu kalau usaha keluarganya dalam keadaan krisis, karena ayahnya selalu tidak tega menagih pada keluarga yang tidak mampu. Akhirnya usaha keluarga Chen terpaksa harus berhenti karena kehabisan modal.  

Seputih Cahaya Rembulan, 12 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 12

A Chua yang kecewa dengan suaminya, tidak sadar bahwa perang dengan You Jin Yuan sudah berlangsung.  Perkelahian dan parang menjadi bagian dari hidupnya. Sepuluh hari setelah perang dunia kedua meletus, yaitu tahun 1941, A Chua yang berumur 19 tahun melahirkan seorang putra dan diberi nama Zhi Long. Walau sudah menjadi ayah, A Yuan tidak berubah sedikitpun, dia tetap suka foya-foya dan mencari wanita penghibur. Tapi saat ditanyai, dia tidak mengakui perbuatannya sama sekali, bahkan ia menganggap A Chua wanita gila. Karena tidak tahan lagi, akhirnya A Chua nekat mencarinya dirumah hiburan, tapi yang A Chua dapat malah gunjingan dan hinaan dari para wanita penghibur itu.

Seputih Cahaya Rembulan, 13 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 13

Tahun 1943, A Chua melahirkan putra keduanya, You Wen Xiong. Tidak lama setelah putranya lahir, A Yuan dikirim perusahaannya ke Jepang untuk membeli mesin. Di Jepang A Yuan bertemu dengan seorang gadis, Xue Zi (Yuki), mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka mulai menjalin hubungan dan Yuki mengandung disaat A Yuan sudah mau pulang ke Taiwan. Karena masalah ini, A Yuan menunda kepulangannya, tapi mesin yang dibeli dikirim lebih dulu. Saat perang semakin menjadi, A Yuan dapat kabar bahwa kapal yang ditumpangi A Yuan karam. karena menunda kepulangannya, A Yuan berhasil selamat dari bencana itu. Tapi walau A Yuan berhasil lolos dari maut, dia tidak bisa kembali bekerja, karena dia dipecat oleh majikannya.

Seputih Cahaya Rembulan, 14 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 14

Tidak bisa menahan rindunya, Xue Zi tidak henti-hentinya menulis surat untuk A Yuan. karena penasaran, A Chua membuka dan membaca surat yang dikirim dari Jepang itu. A Chua benci sekali begitu tahu A Yuan menghianatinya dengan perempuan lain, tapi setelah membaca sampai terakhir, A Chua malah jadi simpatik dengan  Xue Zi, karena sudah tertipu dengan rayuan A Yuan. untuk meminta kepastian, Xue Zi minta tolong pada temannya untuk menemui A Yuan, saat bertemu dengan A Chua, A Yuan berbohong pada teman Xue Zi kalau A Chua adalah adiknya. Karena merasa A Yuan kurang bisa dipercaya, akhirnya teman Xue Zi menyelidiki keadaan rumah A Yuan, dan tahu bahwa A Chua adalah istri A Yuan.   

Seputih Cahaya Rembulan, 15 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 15

A Chua terpaksa harus ikut bersama A Yuan ke Gang Shan dalam rangka tugasnya. Walau A Chua sedih meninggalkan dua orang putranya, tapi dia lebih berharap agar A Yuan bisa bangkit kembali dari keputus asaannya, maka saat A Yuan memintanya untuk merawatnya disana, dia pun menyanggupinya. Harapan A Chua ternyata sia-sia, karena sudah sebulan bekerja, A Yuan belum juga mendapatkan gaji. Akhirnya A Chua memikirkan cara untuk mencari nafkah sendiri, yaitu berdagang kebutuhan pokok yang diambil dari sawah petani untuk dijual ke kota. Dengan cara inilah A Chua bisa mengirim uang untuk ibu mertuanya dan bisa lepas dari masa sulitnya. 

Seputih Cahaya Rembulan, 16 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 16

11 Januari 1944, Amerika menyerang daerah Gao Xiong untuk mengusir tentara Jepang. Seluruh Gang shan dikelilingi peperangan dan banyak yang kehilangan nyawa. Saat itu, dengan bersusah payah A Yuan dan A Chua berhasil meloloskan diri dari serangan tersebut dan berhasil  kembali ke Zhang Hua. Tapi tidak lama kemudian, serangan tersebut meluas sampai ke Zhang Hua.  A Yuan sekeluarga terpaksa bersembunyi di rumah kosong saudaranya diatas gunung. Menghadapi situasi seperti ini, A Chua yang pasrah hanya bisa memandangi A Yuan yang selalu menyalahi keadaan. kehidupan tidak tahu akan menjadi seperti apa, tidak ada pilihan lain A Chua hanya bisa menghadapinya dengan tegar. Karena ingin menghidupi keluarga, A Chua kembali menjalani usaha gelapnya.  Tahun 1946, Jepang menyerah karena kalah perang, rakyat Taiwan menyambut hari kemerdekaan dengan gemilang. Akhirnya A Chua bisa kembali kerumahnya yang di Zhang Hua. 

Seputih Cahaya Rembulan, 17 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 17

Walau Taiwan sudah lepas dari penjajah, tapi kehidupan masih susah, demi mencari nafkah, A Chua masih harus pergi ke utara untuk terus menjual kebutuhan pokok. Penderitaan A Chua tidak pernah ada habisnya. Hidup didalam kemiskinan siapapun akan menderita, walau ibu mertuanya tahu A Chua mati-matian mencari nafkah, tapi dibalik semua ini dia juga sama seperti ibu mertua lainnya yang membicarakan kejelekan menatu. Karena harus masak, mencuci pakaian dan menjaga cucu, ibu mertua A Chua merasa beban yang ditanggungnya sangat berat, ia mulai mengeluh pada A Chua yang sering pergi pagi pulang malam dan meninggalkan pekerjaan rumah untuknya. Karena mengeluh pada Shu Hui, maka Shu Hui jadi benci pada A Chua. Seberapa baik A Chua padanya, Shu Hui tetap tidak mengubah sikapnya yang dingin pada A Chua. 

Seputih Cahaya Rembulan, 18 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 18

Demi pendidikan Shu Hui, A Chua menggadai satu-satunya emas kawin dari ayahnya yang tersisa untuk membayar uang sekolah Shu Hui. Karena tahu A Chua menggadai mantelnya, A Yuan tidak segan-segan minta uang padanya, karena tidak diberi A Yuan marah-marah dan menampar A Chua. Keadaan sudah seperti ini, A Chua memutuskan untuk meninggalkan rumah, tapi tidak lama kemudian, A Yuan berhasil menemukannya dan mengajaknya pulang. Karena tidak bisa berbuat apa-apa, A Chua hanya bersikap pasrah dan ikut A Yuan pulang.  Setelah pulang, A Chua membuka sebuah kedai yang menjual minuman dan makanan.

Seputih Cahaya Rembulan, 19 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 19

Kedai A Chua sangat laris, para tentara senang berbelanja dengan A Chua. Kali ini A Chua mengira sudah bisa hidup tenang, walau penghasilannya tidak banyak, tapi ini bersifat lama, dan tidak perlu meninggalkan rumah untuk mencari uang. Tapi tidak lama kemudian, para tentara tersebut menerima misi rahasia, mereka terpaksa harus meninggalkan pangkalan dan pergi kepangkalan lain. Mendengar berita ini, A Chua menjadi bingung, karena dia harus mulai mencari nafkah dengan cara lain lagi. Akhirnya atas rekomendasi ketua tentara yang sudah dianggap seperti adiknya, A Chua dan A Yuan bekerja sebagai penjaga toko.

Seputih Cahaya Rembulan, 20 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 20

karena tidak tahan kerja keras, baru kerja dua mingguA Yuan sudah pulang ke Zhang Hua. Tidak lama kemudian, karena majikannya ingin pulang ke daerah asalnya, maka A Chua yang meneruskan usahanya. A Chua yang piawai dalam berdagang membuat kedai tersebut semakin laris. Tahun 1947, terjadi pengusiran terhadap orang-orang yang dari luar Taiwan. Karena situasi semakin kacau, maka A Chua terpaksa harus meninggalkan usahanya. Tidak lama setelah kepulangan A Chua, A Song, kakak adik angkat A Chua membawa istrinya untuk bersembunyi dirumah A Chua. Tidak lama kemudian menyusul teman-temannya yang minta bantuan pada A Chua. Menghidupi keluarga sendiri saja sudah susah, sekarang tambah beberapa orang lagi yang makan dirumahnya, ini membuat A Chua dan ibu mertuanya merasa serba salah. 

Seputih Cahaya Rembulan, 21 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 21

Karena melihat A Chua begitu rajin dan gigih berdagang, maka dia diajak berdagang, A Chua sumbang tenaga, sedangkan dua orang lainnya mengeluarkan modal, dan hasilnya dibagi rata.  A Chua mengira kalau dia ajak A Yuan untuk mengambil barang dagangan, mungkin tenaganya bisa dipakai, tapi malah sebaliknya, A Yuan bermalas-malasan membantunya angkat barang, dia bahkan harus mengeluarkan dua kali lipat biaya termasuk biaya untuk beli arak. Begitu A Chua tidak mau mengajaknya lagi, dia malah mengusir A Chua dari rumah. Sejak kejadian itu, A Chua berhenti berdagang barang kelontong. Dia bekerja sama dengan Tuan Zhang untuk menjual barang impor.    

Seputih Cahaya Rembulan, 22 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 22

Diam-diam ternyata Tuan Zhang suka pada A Chua, dia menawarkan posisi istri kedua pada A Chua, tapi A Chua menolaknya. Karena tolakan itu, mata pencaharian A Chua juga tidak bisa diteruskan lagi. Menghadapi suami yang malas dan suka mabuk-mabukan, A Chua mengambil keputusan yang terbesar dalam hidupnya, dia meninggalkan rumah dan mencari temannya, Cai Hui Ling yang tinggal di Taipei. Setelah mendengar cerita A Chua, Hui Ling mengenalkan pamannya pada A Chua. Paman Hui Ling membuka usaha manisan di Fu Zhou, agar bisa belajar membuka usaha, A Chua terpaksa harus tinggal di Fu Zhou. Sejak ditinggal A Chua, A Yuan merasa kehilangan sandaran dan terus berlarut dengan alkohol. Karena sudah lama tidak bertemu Xi Hai mengunjungi putrinya A Chua, tapi yang dia dapat hanya kabar tentang kepergian A Chua. Xi Hai merasa kecewa dan merasa bersalah telah buru-buru membuat keputusan menikahkan A Chua dengan A Yuan.   

Seputih Cahaya Rembulan, 23 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 23

A Chua memutuskan untuk meninggalkan rumah karena ingin A Yuan bangkit kembali. Tapi pengorbanan A Chua sia-sia, tidak hanya bertambah sering minum, A Yuan juga membawa Jin Hua, teman wanita yang kerja dirumah hiburan tinggal bersamanya dan memaksa anak-anak memanggilnya ibu. Kesedihan A Chua sedikit terhibur oleh kesibukan dan Tuan Gao, pengusaha asal Shanghai yang menjadi langganan ditempatnya bekerja. Walau orang kaya, tapi Tuan Gao tidak pernah bahagia, dia dipaksa menikah dengan putri orang kaya yang kerjanya hanya tidur, makan, belanja dan main mahjong. Setelah bertemu A Chua dia kembali menemukan kebahagiaan yang sudah hilang. Tapi sayang sekali, tidak lama setelah mereka berteman, A Chua memutuskan untuk kembali ke Zhang Hua demi anak-anaknya. 

Seputih Cahaya Rembulan, 24 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 24

Begitu tahu A Chua ingin kembali ke Taiwan, Tuan Gao mencoba segala upaya untuk menahannya, dia bahkan ingin meninggalkan segalanya demi A Chua. Tapi A Chua tetap saja memilih pulang. Melihat istrinya sudah pulang, A Yuan terpaksa harus mengusir Jin Hua dari rumahnya. A Chua yang tidak ada respon sama sekali terhadap masalah Jin Hua membuat A Yuan merasa was-was, tidak tahu apa yang akan dilakukan A Chua terhadapnya. Setelah kembali, A Chua mengajak ibu mertuanya pindah kerumah baru dan membuka usaha menjahit dari keuntungan yang dia dapat saat bekerja di Fu Zhou. Usaha A Chua lumayan ramai, karena hal ini juga A Yuan bersemangat sekali memperbaiki mesin jahit dan membantu usaha yang dirintis A Chua. Sedangkan A Chua sendiri larut dalam kesibukan agar bisa melupakan hari-hari yang pernah dia lewati bersama Tuan Gao.   

Seputih Cahaya Rembulan, 25 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 25

Pergi menagih hutang adalah hal yang menggembirakan bagi A Yuan. Karena banyak pelanggan yang mentraktirnya ke tempat hiburan dan tidak perlu mendengar ocehan dari istri dan ibunya, dia bagaikan burung yang lepas dari sangkar. Dia tidak tahu tujuannya menagih hutang ke Bing Dong malah mengubah jalan hidupnya. Di Bing Dong dia dikenalkan seorang wanita penghibur yang bernama A Rui. A Rui adalah wanita kedua dalam hidupnya setelah Xue Zi. Beda dengan wanita penghibur yang biasa dia temui, terhadap A Rui, A Yuan merasakan perubahan yang baru. 

Seputih Cahaya Rembulan, 26 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 26

 A Yuan yang pergi menagih ke Ping Dong. Setelah bertemu A Rui, dia pun lupa pulang rumah. A Chua yang sedang sibuk menguber pesanan orang, terpaksa pergi mencarinya. Saat tiba di hotel, dia pun menangkap basah A Yuan dan A Rui. A Chua sangat kesal. Langsung membawa A Yuan pulang. A Yuan bersumpah tidak akan mencari perempuan lagi.

Seputih Cahaya Rembulan, 27 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 27

Walau sudah dipaksa pulang, A Yuan tetap saja tidak bisa melupakan A Rui. Dia berbohong pada A Chua ingin menagih hutang di Yan Shui, tapi sebenarnya di pergi ke mencari A Rui dan mengajaknya jalan-jalan ke Taipei. Dijalan ada seorang pelanggan yang melihatnya, dan kabar tersebut sampai ditelinga A Chua. Tapi A Yuan tidak takut sama sekali A Chua tahu hal ini, dia malah ingin memperistri A Rui. Dinasehati seperti apapun A Yuan tidak mau mendengarnya, ia mengaku sangat mencintai A Rui, jika tidak menikahinya dia rela mati. Untuk menyelesaikan masalah ini, A Chua terpaksa harus pergi mencari A Rui untuk berunding, setiba dirumah A Rui, A Chua bertemu dengan adik laki-lakinya yang idiot. A Chua mengerti keadaan A Rui dan menasihatinya untuk mempertimbangkan kondisi keluarga A Yuan. Tapi sepertinya ini sia-sia, karena A Rui sudah jatuh cinta dengan A Yuan. 

Seputih Cahaya Rembulan, 28 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 28

Karena ingin membuktikan bahwa A Yuan bukan pria yang bertanggungjawab, A Chua menawarkan A Rui untuk tinggal bersamanya selama satu bulan. Untuk menebus A Rui selama satu bulan A Chua menghabiskan biaya sebesar 600 dolar. A Rui yang pertama kali naik kereta cepat merasa senang sekali karena tidak lama lagi dia akan bertemu dengan A Yuan. Tapi A Chua yang berada dikereta yang sama merasa pedih melihat masa depan A Rui yang sudah akan hancur ditangan A Yuan. A Rui yang kelihatannya polos, ternyata tidak sepolos yang dibayangkan, dia senang sekali melihat A Yuan marah-marah pada  anaknya. Sejak kedatangan A Rui, A Chua bertambah gigih kerja dari pagi sampai malam karena dia tidak ingin mendengar suara canda tawa suaminya dengan A Rui. Setelah lama tinggal bersama A Yuan, A Rui tidak menunjukkan sikap ingin pergi dari rumah itu. Melihat keadaan ini, A Chua terpaksa harus merelakan A Yuan menikahi A Rui untuk menjadi istri kedua.    

Seputih Cahaya Rembulan, 29 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 29

Setelah lulus dari sekolah, Shu Hui menjadi seorang guru dan membawa pulang calon suaminya kerumah untuk bertemu dengan keluarganya. Di saat satu keluarga sedang gembira menyambut kedatangan calon suami Shu Hui, A Rui yang diatas loteng merasa diperlakukan secara tidak adil, karena dia tidak boleh makan bersama mereka.  Bukan hanya itu saja, A Rui juga ingin A Yuan menjadi miliknya sendiri, setiap kali keluar dia selalu mencari A Yuan. Keramahan A Yuan terhadap wanita membuat A Rui cemburu dan memicu pertengkaran, karena digigit, maka A Yuan menamparnya. Sedih diperlakukan seperti itu, A Rui ingin memberi pelajaran pada A Yuan dengan cara bunuh diri. Tapi nyawanya selamat berkat A Chua. 

Seputih Cahaya Rembulan, 30 Juni 2009, Pk 21.00 - Episode : 30

Menyaksikan Shu Hui dijemput dengan mobil pengantin, A Chua bagaikan melepas putri kandungnya, sejak menikah dengan A Yuan, A Chua lah yang membesarkan dan bekerja keras untuk  menyekolahkan Shu Hui dan Zhi Ming, anak dari mendiang kakak A Yuan. Karena hal ini juga, Zhi Ming tidak ingin melanjutkan sekolahnya ke Universitas. Karena ingin menghindar dari A Yuan dan A Rui, untuk kesekian kalinya A Chua meninggalkan rumah dan membuka usaha sendiri di Bing Dong. A Yuan memang tidak bisa dipercaya, tidak lama setelah kepergian A Chua,  A Yuan membuat masalah besar, dia terjerat hutang, dan akan dipenjara jika tidak bisa melunasinya. Semua usaha A Chua sia-sia, keluarga mereka kembali merasakan kemiskinan

Seputih Cahaya Rembulan, 1 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 31

A Chua sudah kehilangan cara untuk menghadapi situasi keluarganya, menghadapi kepedihan ibu mertua serta suami yang selalu bersandar padanya. Karena takut putranya dipenjara, ibu mertua A Chua tidak henti-hentinya memohon pada A Chua untuk mencari jalan keluar masalah ini. Melihat ibu mertua yang sama sekali tidak pernah memikirkan kesusahannya dan hanya berpihak pada putranya, membuat hari A Chua semakin putus asa. Masalah demi masalah menghampiri A Chua, ditengah kesibukannya memikirkan cara membayar hutang, A Chua divonis menderita Tumor rahim, tapi demi keluarag A Chua mengabaikan penyakitnya. Karena A Chua sangat pandai berbisnis dan memegang janji, maka banyak yang ingin mengajaknya berbisnis, A Chua kembali membuka toko mesin jahit bersama dua orang kenalannya.  

Seputih Cahaya Rembulan, 2 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 32

Setiap kali kehabisan uang, A Yuan selalu mencari A Chua untuk minta uang. Hal ini membuat rekanan bisnis A Chua tidak suka dan merasa lambat laun akan menjadi masalah. A Chua yang tidak mau menunduk dengan nasib lagi memutuskan untuk cerai. Setelah tahu A Chua ingin cerai dengan A Yuan, ibu A Yuan tidak henti-hentinya memohon agar A Chua membatalkan perceraiannya. Dia tahu begitu A Chua menceraikan putranya, maka kelak keluarga mereka tidak ada sandaran lagi. Demi melarang A Chua mencabut namanya dari kartu keluarga You, ibu A Yuan mencoba bunuh diri, tapi diselamatkan oleh A Chua. Karena ibu mertuanya begitu sayang padanya, maka A Chua memutuskan untuk tidak mencabut namanya dari keluarga You. Setelah cerai, kehidupan A Chua menjadi lebih tenang, dia memusatkan semua perhatian pada bisnisnya.

Seputih Cahaya Rembulan, 3 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 33

A Chua mempertaruhkan 10 ribu yang ada ditabungannya untuk membuka pertambangan, A Chua berharap agar bisa memperoleh sedikit untung untuk biaya sekolah anaknya. Tapi nasib masih belum berpihak padanya, tambang yang mereka gali tidak ada hasil sama sekali, modal yang ditanamkan hilang begitu saja. Untuk yang kesekian kalinya, A Chua harus mulai lagi dari awal. Untung saja anak-anaknya begitu pengertian, Zhi Long berhasil diterima di sekolah pendidikan guru yang sama dengan Shu Hui, karena itu A Chua tidak perlu kuatir dengan biaya sekolahnya. Selain itu Zhi Ming juga membantu membiayai pengeluaran rumah. Tapi bagaimana pun A Chua harus tetap berusaha mencari uang, dia ingin salah satu dari anaknya bisa sekolah sampai ke perguruan tinggi.   

Seputih Cahaya Rembulan, 4 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 34

Karena ingin mencari kembali modal yang hilang, A Chua mempertaruhkan segalanya untuk usaha besi bekas. Tapi bisnisnya tetap saja mengalami kegagalan. A Chua tidak habis pikir, kenapa dia begitu berusaha tapi langit tetap tidak memberinya jalan. A Chua yang tidak tahu harus bersandar pada siapa, terpaksa memohon bantuan pada adik laki-lakinya. Untung saja A Chua bertemu dengan Mu Lan, adik perempuan dari adik iparnya. Dia sangat baik dan sudah menganggap A Chua sebagai ibunya, bahkan ingin menikah pun dia minta pendapat pada A Chua. Begitu tahu usaha A Chua gagal lagi, ibu mertuanya sangat kuatir. Keluarga yang tadinya begitu ramai, kini hanya tinggal 3 orang cucu, selayaknya seorang ibu, dia selalu memikirkan bagaimana nasib A Chua, serta putranya dan A Rui yang tanpa kabar.

Seputih Cahaya Rembulan, 5 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 35

Sepanjang malam, A Chua merenungi perlajanan hidupnya, dari menjual barang kelontong sampai membuka pabrik sendiri semua dia kerjakan dengan sepasang tangannya sendiri. Kali ini dia tidak percaya kalau sepasang tangannya ini tidak bisa mencari nafkah hidupnya lagi. Dia mencari Mu Lan untuk belajar merebus mie dan membuka sebuah kedai mie. Kedai A Chua boleh dikatakan lumayan ramai, dari penghasilannya dia juga bisa mengirim uang untuk ibu mertuanya. Tapi tidak lama setelah A Chua buka kedai mie, tumor yang diperutnya semakin membesar, dan mengundang gunjingan tetangganya yang ada di Zhang Hua. Dokter menganjurkan A Chua untuk operasi, tapi karena  masalah keluarga dan pernikahan Zhi Ming, A Chua harus menunda operasinya.

Seputih Cahaya Rembulan, 6 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 36

Tahun 1961, Wen Xiong, putra kedua A Chua berhasil diterima dijurusan Bahasa Asing, Universitas Taiwan. Hal ini membuat keluarga You sangat bangga, walau biaya pendaftaran sebesar 700 dolar membuat A Chua kesulitan, tapi melihat anak sendiri bisa masuk perguruan tinggi, ini sangat menghibur bagi A Chua. Tumor yang ada dirahim A Chua semakin hari semakin membesar dan sakit perutnya semakin menjadi. Demi keselamatan, akhirnya A Chua bersedia dioperasi. Setelah operasi, A Chua pulang ke Zhang Hua dan berkumpul dengan ibu mertua dan anak-anaknya.

Seputih Cahaya Rembulan, 7 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 37

Tidak terasa berlalu dengan cepat, setelah menikahkan kedua keponakannya, Shu Hui dan Zhi Ming, kini saatnya dia sendiri yang menyambut calon menantunya. Dihari Raya Imlek,  Wen Xiong membawa pulang teman wanitanya, Shi Chun Juan adalah gadis yang dia kenal sejak masih duduk dibangku SMP. Tapi dibalik kegembiraannya ini, A Chua masih harus memusingkan biaya kuliah Wen Xiong yang sudah akan jatuh tempoh. Entah pertolongan dari dewa atau bukan, saat melewati jembatan, A Chua melihat sebuah dompet yang berisi ribuan dolar. Agar bisa mengembalikan ke pemiliknya, A Chua berdiri sepanjang hari, tapi pemiliknya tak kunjung tiba. Ibu mertua A Chua menasihati A Chua menggunakan uang tersebut untuk bayar uang semester Wen Xiong, ibu mertuanya percaya kalau itu adalah pemberian dewa. 

Seputih Cahaya Rembulan, 8 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 38

 Karena Dewa mengijinkan A Chua memakai uang tersebut, maka uang semester Wen Xiong bisa tertutupi, selain itu A Chua juga memanfaatkan uang yang tersisa sebagai modal usaha. Setelah sekian lama berhenti dari dunia usaha, A Chua kembali membeli barang-barang impor untuk didagangkan. Karena kelaparan, A Yuan yang sudah lama kehilangan kabar kembali kerumah dan minta ibunya mencarikan rumah kontrakan di Zhang Hua. Tapi kepulangan A Yuan tidak mendapat sambutan sama sekali, terutama Zhi Long. Saat diacara perjodohannya dia tidak segan-segan memberitahu calon mertuanya bahwa ayahnya sudah tidak ada. Kejadian ini membuat neneknya kehilangan muka.

Seputih Cahaya Rembulan, 9 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 39

Selama ini A Chua tidak pernah menceritakan  kondisi A Yuan pada putranya, A Chua tidak tahu sejak kapan Zhi Long mulai begitu membenci ayahnya, sampai didepan orang lain pun dia tidak memandang muka ayahnya. Di resepsi pernikahan Zhi Long, A Yuan seharusnya menjadi orang yang paling bahagia, tapi justru sebaliknya, dia merasa canggung. Dalam hatinya sempat berpikir jika dulu dia lebih bertanggung jawab lebih sayang pada istri dan anak, maka dia tidak akan secanggung ini. Walau ibu A Yuan sering marah anaknya tidak berguna, tapi dibalik hati seorang ibu, dia masih tetap sayang pada anaknya. Dia sering mencuri uang dan barang dagangan A Chua untuk A Yuan dan A Rui. Walau tahu hal ini, A Chua tidak marah, hatinya justru merasa pedih melihat ibu mertuanya yang sudah setua ini masih harus memikirkan anaknya. Kebahagiaan A Chua datang secara berantai, tidak lama setelah pernikahan Zhi Long, menyusul Wen Xiong dan setelah pernikahan Wen Xiong, A Chua menjadi nenek untuk yang pertama kalinya.

Seputih Cahaya Rembulan, 10 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 40

Istri Zhi Long, Mei Sui, melahirkan seorang putri dan diberi nama  Han Qiao. Tahun 1967 merupakan tahun yang menggembirakan bagi A Chua. Setelah mengalami penderitaan yang begitu panjang, akhirnya dia bisa menjalani hidupnya dengan tenang,  hidup yang seperti ini membuat A Chua penuh semangat menghadapi masa depan. Setelah punya cucu, A Chua menjual rumah tuanya dan membeli rumah baru. Setelah  beberapa kali berpisah dari anaknya, kini keluarga A Chua boleh dikatakan telah bersatu kembali. Anak-anaknya memutuskan untuk tinggal bersama dengan ibu dan neneknya. Tidak lama mengajar, Wen Xiong sudah menjadi guru yang terkenal, tapi karena sering batuk dia terpaksa berhenti jadi guru dan bekerja disebuah perusahaan. Tidak lama kemudian,  Wen Xiong ditugaskan untuk bekerja di perusahaan yang ada di Taipei.

Seputih Cahaya Rembulan, 11 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 41

Karena A Chua pindah rumah, maka Chen Lin Yue untuk yang pertama kalinya datang kerumah putrinya. A Chua yang sejak kecil diasuh oleh nenek buyutnya sebenarnya kurang dekat dengan Lin Yue, ibunya. Tapi melihat hati ibunya penuh dengan rasa syukur membuat A Chua mengerti akan kasih sayang orangtua. Ini merupakan kesempatan terakhir A Chua bisa begitu dekat dengan ibunya, hingga ibunya meninggal. Seiring berjalannya waktu, A Chua yang berusia 55 tahun akhirnya bisa keluar dari kesulitan ekonominya. Walau begitu, hari-hari yang dilewati A Chua sama sekali tidak berubah. Dia masih tetap berdagang dari pagi hingga malam, menjalani hidup dengan begitu nyata. Sepertinya yang masa-masa yang dilalui A Chua bukanlah suatu kekejaman, melainkan seuntai kehidupan yang selalu baru.         

Seputih Cahaya Rembulan, 12 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 42

Waktu telah lama berlalu, kehidupan A Chua juga banyak perubahan, tapi kehidupan A Yuan dan A Rui masih tetap seperti dulu, tidak bisa lepas dari minuman beralkohol dan rokok, serta penghasilan yang tidak menetap. Karena tidak ada cara lain untuk mendapatkan uang,  A Yuan minta tolong pada ibunya untuk meminjam uang dengan A Chua. Kelakuan ibu A Yuan masih seperti dulu, suka mengomel dan suka mengambil barang dagangan A Chua. Karena tidak suka melihat ini, Mei Shui mengunci pintu kamar A Chua, hal ini membuat nenek mertuanya marah. Begitu tahu nenek Zhi Long mau pindah kembali kerumah, Mei Shui sangat mencemaskan hal ini, ia tahu ia tidak mungkin bisa rukun dengan Zhi Long.  Pembicaraan Mei Shui dan Zhi Long ini terdengar oleh A Chua, untung saja sebelumnya A Chua membeli sebuah rumah baru, karena tidak ingin Mei Shui merasa terbebani, maka A Chua pindah kerumah baru dan tinggal bersama ibu mertuanya.   

Seputih Cahaya Rembulan, 13 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 43

Sejak kecil Xi Hai selalu mengajari A Chua harus berbakti pada orangtua, sehingga apapun yang dilakukan ibu mertuanya selalu ia maafkan. Karena faktor usia, ibu mertua A Chua selalu marah-marah dan mengeluh pada A Chua. menghadapi situasi seperti ini, A Chua hanya bisa bersabar dan bersabar. Memandangi ibu mertuanya yang tidur lelap, hati A Chua merasa pedih,  sudah setua ini masih belum bisa lepas dari beban keluarga, baik dari masalah besar maupun kecil. Sekarang yang A Chua bisa lakukan untuknya ialah berbakti. Saat pulang membeli minuman, A Rui mendapati A Yuan tergeletak tanpa sadar di lantai. Menurut diagnosa dokter, A Yuan terserang stroke, jika tidak bisa sadar akan membahayakan nyawanya.  

Seputih Cahaya Rembulan, 14 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 44

A Chua terpaksa memberitahu pada ibu mertuanya tentang penyakit A Yuan. Melihat kamar yang pasien yang ditempati putranya panas, ibu mertua A Chua memohon pada A Chua untuk memindahkan A Yuan ke kamar ber AC. Sekali lagi demi ibu mertuanya A Chua menolong A Yuan. Mengingat pernikahannya dengan A Yuan,  A Chua mengeluarkan sejumlah uang mengadakan upacara  untuk menolak bencana A Yuan. Selama ini A Chua sudah memutuskan tali jodohnya dengan A Yuan, tapi tali jodoh dengan ibu mertuanya justru semakin mendalam. Dia menemani ibu mertuanya jadi vegetarian demi kesehatan A Yuan, karena hal ini juga, A Chua yang berhati lembut pertama kali mengenal kitab suci agama Buddha. 

Seputih Cahaya Rembulan, 15 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 45

Karena Mu Lan sering pergi sembahyang dan sering mengajak teman-temannya makan dan minum dirumah, maka suaminya, Lao Guo meminta A Chua untuk menasihati Mu Lan. Siapa sangka A Chua yang tadinya tujuannya hanya menasihati Mu Lan malah menjadi kesempatannya pergi ke Griya perenungan Tzu Chi yang ada di Hua Lian dan bertemu dengan Master. Setelah mendengar ceramah Master, A Chua merasa beban dihatinya menjadi lega, begitu tahu Master ingin membangun rumah sakit, atas nama dua orang putranya A Chua langsung menyumbangkan uang yang tadinya ingin membeli barang dagangan.Dia juga minta  Lao Guo agar tidak khawatir, karena griya yang Mu Lan datangi adalah Griya yang berunsur positif.  

Seputih Cahaya Rembulan, 16 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 46

Karena tidak tega melihat perputaran modal A Lian macet, A Chua meminjaminya sejumlah uang. Tapi tidak disangka suami dan akuntannya lari membawa sisa uang dari pabrik mereka dan meninggalkan hutang pada A Lian. Merasa bersalah tidak bisa membayar hutangnya pada A Chua, A Lian menyuruh A Chua untuk menyita perabot rumahnya, tapi A Chua yang pernah mengalami masa-masa sulit tidak tega melakukan hal ini, ia malah meninggalkan sedikit uang agar A Lian bisa beli susu untuk anaknya. Disaat sedang memusingkan angsuran rumah yang sudah akan jatuh tempoh, ibu mertuanya memohon untuk yang kesekian kalinya agar A Chua bisa meminjamkan uang pada A Yuan lagi. A Yuan bukan hanya tidak bisa membayar uang yang dipinjam dari A Chua, dia juga terjerat masalah hukum , karena telah menipu komisi kantor. Menghadapi situasi yang seperti ini, membuat A Chua menjadi serba salah. 

Seputih Cahaya Rembulan, 17 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 47

Satu-satunya cara agar bisa membayar angsuran rumah ialah, A Chua harus menjual rumah yang dia pinjam pada You Jin Yuan. Setelah tahu rencana  ini, ibu mertuanya mulai mencemaskan kelak putranya akan tinggal dimana. Dia bahkan membujuk agar A Chua mengijinkan A Yuan dan A Rui  untuk tinggal bersamanya. Hal ini membuat A Chua merasa sedang bergelut didalam kesulitan, apalagi setelah  melihat ibu mertuanya diam-diam membersihkan gudang dirumahnya supaya bisa ditempati A Yuan. Karena tidak tega, A Chua berjanji pada ibu mertuanya untuk mempertimbangkan hal ini. Merasa dirinya tidak bisa lepas dari A Yuan, A Chua mencari seorang peramal untuk mengetahui jalan kehidupannya. A Chua ditakdirkan tiga kali mengikat jodoh dengan A Yuan. dari kehidupan sebelumnya, sekarang dan masa yang akan datang, A Chua akan tetap bersamanya.       

Seputih Cahaya Rembulan, 18 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 48

Karena ditakdirkan akan bersama selama tiga kali kehidupan, maka dikehidupan sekarang, A Chua mencoba membayar hutangnya pada A Yuan sekaligus. Karena itu juga dia setuju A Yuan dan A Rui tinggal dirumah bersamanya. Walau A Chua tahu dengan jelas kehidupannya akan seperti apa jika tinggal bersama A Yuan dan A Rui, tapi demi harapan ibu mertua dan membayar hutangnya pada A Yuan, A Chua hanya bisa menghadapi kehidupannya dan terus melangkah ke depan.

Seputih Cahaya Rembulan, 19 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 49

Setelah A Yuan pindah kerumahnya, A Chua bagaikan kembali ke masalalu. Karena segan mendengar canda tawa A Yuan dan A Rui, A Chua lebih giat berdagang , pergi pagi pulang malam, sampai Mei Shui dan Zhi Long pun tidak tega melihatnya. Tapi dibalik semua ini, A Chua mendapatkan ketenangan batinnya di klenteng. Entah kenapa setiap kali bersembahyang di klenteng, jiwa A Chua merasa tenang dan tanpa beban, oleh karena itu, dia berencana menjadi bikshuni, tapi A Chua baru akan menjadi biksuni jika ibu mertuanya sudah meninggal. Melihat A Chua begitu ingin mendalami  ajaran Buddha, teman seimannya mengajak dia ikut mendengarkan ceramah seorang guru yang berasal dari Hualian. A Chua tidak menyangka dia akan bertemu lagi dengan guru yang pernah dia temui di Hualian 2 tahun yang lalu. Begitu tahu guru akan membangun rumah sakit, A Chua pun mulai  mencari sumbangan pada orang setiap orang yang dia kenal, termasuk para pelanggannya.   

Seputih Cahaya Rembulan, 20 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 50

Selain aktif mengumpulkan sumbangan, A Chua juga mulai diajak untuk kunjungan. Mengunjungi keluarga tidak mampu bersama kakak-kakak yang bergabung di Tzu Chi merupakan pengalaman pertama bagi A Chua. Saat itu dia benar-benar merasakan kebahagiaan membantu orang lain. Walau hati A Chua penuh kebahagiaan, tapi didalam lubuk hatinya dia masih ingin menjadi biksuni agar dia bisa lepas dari kepahitan duniawi. Apalagi setelah pulang kerumah melihat A Yuan yang masih suka marah-marah dan minum minuman keras. Kata-kata yang diucapkan keluarga yang dia kunjungi mengiang ditelinga A Chua ‘Semua ini adalah jodoh, jika sudah bertemu tidak ada jalan lain lagi, hanya bisa bersabar’ Mengingat jodohnya dengan A Yuan sebanyak 3 reinkarnasi, A Chua menjadi takut. A Chua bertekat ingin cepat membayar semua hutangnya pada A Yuan, agar dikehidupan mendatang tidak saling menyiksa. 

Seputih Cahaya Rembulan, 21 Ju;i 2009, Pk 21.00 - Episode : 51

A Chua yang sudah banyak menderita demi keluarga, merasa segan pulang kerumahnya sendiri. walau kelakuan A Yuan sudah keterlaluan, tapi A Chua hanya bisa bersabar. Sebenarnya semua ini demi jodohnya dengan You Jin Yuan, karena ingin memutuskan tali jodohnya, A Chua ingin membayar hutangnya pada A Yuan sekaligus bunganya. Saat mengunjungi keluarga tidak mampu untuk yang kedua kalinya, A Chua mengingat masa lalunya, mengingat perjuangannya untuk menghidupi anak-anaknya. Pengalaman kali ini membuat A Chua merasakan kebahagiaan dari menolong orang, melihat senyuman dari wajah orang yang dia bantu, A Chua merasa senyuman seperti ini lebih berharga dari emas. Karena itu, A Chua semakin kencang mengayuh sepedanya, waktu yang dia pakai untuk mengumpulkan sumbangan lebih banyak dibanding dia berdagang. Walau ibu mertuanya sering mengeluh A Chua sering pergi-pergi, tapi hati A Chua semakin gembira.  

Seputih Cahaya Rembulan, 22 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 52

Karena tahu ibunya giat beramal, Zhi Long merasa takut ibunya ditipu. Zhi Long tahu sekali kalau ibunya tidak akan mendengar nasihatnya, makanya dia minta tolong pada neneknya untuk menasihati ibunya. Ibu mertua A Chua merasa kekhawatiran cucunya ada benarnya juga, makanya dia juga merasa takut kalau A Chua dibohongi. Saat membongkar lemari A Chua, ibu mertuanya menemukan jubah biksuni A Chua. Ibu mertuanya marah sekaligus sedih begitu tahu A Chua akan menjadi biksuni, dia minta A Chua berjanji untuk tidak menjadi biksuni, karena dia takut kelak tidak ada yang menjaganya lagi, begitu juga dengan putranya A Yuan. mendengar ibu mertuanya menangis dengan begitu sedih, A Chua tidak tega, dia terpaksa berjanji bahwa akan mengurungkan niatnya dan kelak jika ibu mertuanya telah tiada dia berjanji akan menjaga A Yuan dan A Rui dengan baik. Karena Lan Fang tiba-tiba masuk rumah sakit, A Chua diminta tolong untuk membawa para kakak-kakak naik kereta api Tzu Chi, karena menjenguk Lan Fang juga A Chua ada inisiatif untuk menghibur pasien. kehidupan A Chua jadi semakin dekat dengan Tzu Chi. 

Seputih Cahaya Rembulan, 23 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 53

Karena Lan Fang tiba-tiba masuk rumah sakit, A Chua diminta tolong untuk membawa para kakak-kakak naik kereta api Tzu Chi, karena menjenguk Lan Fang juga A Chua ada inisiatif untuk menghibur pasien. Setelah rumah sakit Tzu Chi selesai dibagun, A Chua menjadi relawan disana, dia merasa sangat terhibur melihat senyuman dan kesembuhan pasien. Suatu hari, saat mengambil uang sumbangan, A Chua tertabrak motor, walau kakinya terluka, tapi A Chua malah merasa bersyukur karena jiwanya selamat, dia merasa begitu diberkati oleh sang Buddha. Oleh sebab itu Semakin hari, A Chua semakin giat menjadi relawan dan mengumpulkan sumbangan, sampai dagangannya pun hampir dia lupakan. Tapi kegiatan amal A Chua harus terbagi, karena ibu mertuanya sakit dan butuh perawatannya. Sedangkan A Yuan dan A Rui sama sekali tidak bisa diharapkan. 

Seputih Cahaya Rembulan, 24 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 54

Ibu mertua A Chua semakin bersandar pada A Chua, dia tidak mau orang lain yang menjaganya, termasuk A Yuan dan A Rui. Mengingat kondisi kesehatan ibu mertuanya yang semakin hari semakin melemah, A Chua untuk sementara istirahat menjadi relawan walaupun dalam hatinya dia tidak begitu rela. Menjaga ibu mertua, A Yuan dan A Rui selalu menjadi beban dalam hidup A Chua. Tapi walau sesusah apapun, A Chua tetap memanfaatkan setiap kesempatan untuk menjadi relawan. A Chua tahu, sekarang dia sudah berumur 60 tahun lebih, dia tidak tahu waktunya masih tinggal berapa lama, dia hanya ingin berbuat kebajikan dengan sepenuh hati. Melihat ibu mertuanya sudah menderita sepanjang hidup, A Chua menasihati A Yuan agar lebih berbakti sedikit pada ibunya, karena ini yang selalu diharapkan ibu mertuanya dari putra semata wayangnya. Setelah mendengar kata-kata A Chua, hati A Yuan sedikit tersentuh, dia teringat semua yang pernah ibunya lakukan untuk dirinya dan mulai mencoba untuk lebih perhatian pada ibunya.  

Seputih Cahaya Rembulan, 25 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 55

Penyakit ibu mertua A Chua semakin parah, bahkan buang air besar dan kecilpun harus membutuhkan bantuan orang lain. Melihat A Chua begitu berbakti pada ibu mertuanya, A Juan merasa heran. Tapi setelah tahu cerita masa lalu yang pernah dilalui ibu mertua dan nenek mertuanya, A Juan menjadi mengerti semuanya. Setiap perbuatan dan kata-kata yang diucapkan dari mulut A chua membuat menantunya, A Juan begitu mengaguminya.      Melihat ibunya begitu menderita, A Yuan tidak tega dan mulai memperhatikan ibunya dengan menyuapinya makan dan minum. Setelah meninggalkan pesan terakhir pada A Yuan dan merasakan bakti dari putranya, tidak lama kemudian ibu mertua A Chua meninggal.  Setelah ditinggal ibu mertua yang telah hidup bersamanya selama 48 tahun A Chua semakin merasakan ketidak kekalan hidup manusia, dengan membawa hati yang tenang A Chua  pulang ke Hua Lian dan di Visudhi oleh Master Cheng Yen. 

Seputih Cahaya Rembulan, 26 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 56

Setelah 7 tahun menjadi relawan, A Chua akhirnya dilantik sebagai komite. Bagi A Chua, bisa saling berbagi canda tawa, saling memperhatikan dan menjaga bersama kakak kakak Tzu Chi adalah waktu yang paling berharga. Hubungannya dengan para kakak sudah dekat seperti satu keluarga, hal ini membuatnya teringat akan kata-kata guru tentang kekeluargaan, tapi waktu itu A Chua belum tahu bahwa perasaan ini akan mempengaruhi sepanjang hidupnya. Saat sedang mengunjungi seroang nenek yang usianya hampir sama dengannya, dalam hati A Chua bertanya, jodoh seperti apakah ini, jelas-jelas putra nenek tua itu tinggal bersebelahan dengannya tapi malah seperti tidak mempunyai putra.  Melihat kehidupan nenek tua itu, A Chua merasa dirinya sangatlah beruntung juga mempunyai berkah karena bisa menjaga You Jin Yuan dan A Rui.

Seputih Cahaya Rembulan, 27Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 57

Saat bangun untuk ke kamar kecil, A Chua mendengar A Rui memanggil namanya, begitu A Chua masuk ke kamar, A Rui sudah tergeletak dilantai karena mabuk. Karena kasihan, A Chua membersihkan badan A Rui dan mengganti bajunya. Keesokan harinya, A Rui merasa tersentuh dan merasa bersalah terhadap A Chua. Sejak kejadian itu, setiap kali habis minum-minum, A Rui selalu membersihkan sisa minumannya. Selain menjadi relawan dirumah sakit, A Chua juga rutin mengunjungi ibu Guo Liang. Tapi kehadiran relawan Tzu Chi membuat putranya tidak senang, dia merasa A Chua dan teman-temannya terlalu mencampuri urusan rumah tangga orang. Setelah diselidiki ternyata Guo Liang benci dengan ibunya karena kematian istri dan anak yang masih berada didalam kandungan. Saat masih muda, ibu Guo Liang sangat galak pada menantunya, karena tidak tahan siksaan ini maka istri Guo Liang bunuh diri disungai. Sejak itu, Guo Liang benci pada ibunya.

Seputih Cahaya Rembulan, 28 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 58

Melihat kakak-kakak Tzu Chi memasak, memandikan, mencuci pakaian, dan membersihkan rumah ibunya, Guo Liang mulai merasa tersentuh dengan kehangatan yang mereka berikan. Atas inisiatifnya sendiri, dia memasak untuk ibunya. Karena sering pulang malam, A Chua kembali diprotes oleh Zhi Long, tapi setelah A Chua menceritakan tentang dharma yang dia dengar dari guru serta suasana hatinya setelah masuk Tzu Chi, Zhi Long mulai merasakan perubahan pada diri A Chua. Zhi Long jadi mengerti mengapa ibunya bisa mengerjakan Tzu Chi dengan senang. Sekali lagi A Chua lolos dari maut, diperjalanan pulang dari rumah ibu Guo Liang, A Chua ditabrak motor lagi. A Chua tidak mengalami luka berat, hanya kakinya saja yang sedikit tergores, A Chua percaya semua ini adalah berkat dari sang Buddha, karena sang Buddha tahu besok harinya A Chua akan berangkat ke Hua Lian untuk menjadi relawan.

Seputih Cahaya Rembulan, 29 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 59

Begitu kembali dari Hua Lien, A Chua mendapat kabar bahwa ibu Guo Liang telah meninggal dunia. Guo Liang yang kini sebatang kara, akhirnya rela berlutut di depan nisan ibunya dan memaafkan kesalahan yang pernah ibunya lakukan. Dalam beberapa waktu ini, A Chua selalu aktif menjadi relawan, di rumah sakit dia telah melihat kenyataan dari lahir, tua, sakit dan mati. Begitu tahu A Yuan menderita kanker hati, A Chua juga merasa sedih. waktu pertama kali ke griya perenungan, A Chua mendengar guru mengatakan tentang tidak ada perbedaan, saat itu hati A Chua merasa ini sangat sulit, tapi secara perlahan dia berhasil melakukannya. Terhadap orang yang tidak ada tali persaudaraan saja, A Chua bisa berkorban, apalagi terhadap ayah dari anaknya. Makanya A Chua memutuskan untuk membantu biaya pengobatan A Yuan serta memberinya semangat hidup dan dukungan yang besar.

Seputih Cahaya Rembulan, 30 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 60

Karena tidak mau membebani putranya, A Chua memutuskan untuk menanggung sendiri biaya pengobatan A Yuan. Karena kondisi A Yuan yang semakin hari semakin parah, selain mengumpulkan biaya pengobatan, A Chua juga sudah mempersiapkan pemakaman A Yuan. karena itu, A Chua yang sudah lama tidak berdagang kembali kedunia usahanya.
Setelah tahu A Yuan sakit, Zhi Long dan Wen Xiong mulai memperhatikan dan menjenguk ayahnya, mereka bahkan memberi obat-obatan untuk A Yuan. Sejak tahu dirinya menderita kanker hati, kelakuan A Yuan pada A Chua menjadi baik, dia merasa telah banyak menyusahkan dan bersalah A Chua dan merasa dia bukan seorang ayah yang baik. Oleh sebab itu, dia merasa tidak layak makan obat-obatan yang diberikan oleh kedua putranya.

Seputih Cahaya Rembulan, 31 Juli 2009, Pk 21.00 - Episode : 61

Hidup sampai setuai ini, orang yang paling dicemaskan A Yuan adalah A Rui. Sejak muda, A Rui sudah jadi istri keduanya, mengikutinya hidup susah, berkelana dari satu tempat ke tempat lain, dan sangat bersabar padanya. A Yuan merasa sangat bersalah padanya. Sebelum meninggal, A Yuan mengucapkan terimakasih pada A Chua untuk yang pertama kalinya serta memintanya untuk menjaga A Rui. Setelah A Yuan meninggal, A Rui merasa sebatang kara dan sering memabukkan diri. Sedangkan Zhi Long dan Wen Xiong sudah memaafkan kesalahan ayahnya. A Chua merasa sangat bersyukur karena sejak A Yuan sakit hingga meninggal dia tidak pernah menyusahkan putranya sedikitpun, semua biaya pengobatan bisa ditutupi dengan hasil dagangannya. A Chua merasa tanggungjawabnya pada A Yuan sudah habis, sekarang hanya tinggal A Rui.

Seputih Cahaya Rembulan, 1 Agustus 2009, Pk 21.00 - Episode : 62

Semakin hari A Rui semakin melemah, dia tidak mau makan, yang dipikirkannya hanya A Yuan seorang. Sejak A Yuan meninggal, A Rui merasa hidupnya sangat hampa dan tidak berarti lagi. A Chua yang ada disampingnya selalu memberi perhatian ,merawat serta memberinya semangat hidup. Walau sudah berusaha, tapi A Chua tidak mampu menghalangi A Rui untuk menyusul A Yuan. karena merasa A Rui hanya sebatang kara, maka A Chua memutuskan untuk menyemayamkannya disamping A Yuan. setelah menghantar kepergian A Yuan dan A Rui, A Chua yang berusia 68 tahun semakin hari semakin sibuk, dia selalu memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat kebajikan. Tapi kehidupan manusia selalu ada kejadian yang tidak terduga, kesehatan A Chua tidak seperti dulu lagi.

Seputih Cahaya Rembulan, 2 Agustus 2009, Pk 21.00 - Episode : 63

Walau Mei Shui berbakti pada A Chua, tapi kadang juga ada keluhan. Cobaan dalam keluarga A Chua datang lagi, Mei Shui menderita kanker payudara dan sudah stadium ke dua. Dokter menyarankan harus segera operasi dan menjalani kemoterapi. Saat dirawat dirumah sakit, Mei Shui merasakan kebaikan ibu mertuanya yang tulus. Sepanjang malam Mei Shui mengingat kebaikan A Chua terhadapnya. Mengingat kelakuan buruk yang pernah dia lakukan pada ibu mertuanya, Mei Shui merasa sedih, malu dan menyesal. Karena sejak dia menikah dengan Zhi Long, ibu mertuanya sudah menganggapnya bagiakan putri sendiri. Supaya bisa istirahat dengan baik, A Chua menyarankan Mei Shui untuk beristirahat di kuil, dan memberi dorongan pada Mei Sui jika sudah sembuh nanti harus giat mengerjakan Tzu Chi.

Seputih Cahaya Rembulan, 3 Agustus 2009, Pk 21.00 - Episode : 64

Saat berkunjung ke kantor penghubung Tzu Chi yang ada diThailand, A Chua ikut kunjungan dan bakti sosial. Saat mengunjungi seorang nenek tua yang sudah lama tidak berdiri, A Chua memberinya dukungan yang sangat besar sehingga nenek tua tersebut bisa berdiri kembali dan merasakan bagaimana rasa melangkah. Melihat masih banyak warga yang hidup susah, hati A Chua merasa pedih dan sedih. Dia berjanji akan membantu guru berbuat kebajikan sampai akhir hidupnya. Setelah sembuh dari penyakitnya, Mei Shui aktif mengerjakan Tzu Chi, dia juga membantu ibu mertuanya mengambil uang sumbangan. Saat kembali dari Thailand, A Chua kedatangan tamu yang sudah 50 tahun tidak bertemu, tamu tersebut adalah tuan Gao yang pernah jatuh cinta dengannya.

Seputih Cahaya Rembulan, 4 Agustus 2009, Pk 21.00 - Episode : 65

Setelah telpon berkali-kali, akhirnya tuan Gao Xian Liang bisa menemukan A Chua. Selama 50 tahun ini, A Chua selalu ada di hati Gao Xian Liang. Begitu mendengar suara Gao Xian Liang, sepanjang malam A Chua tidak bisa tidur dan merenungi masa lalunya bersama Gao Xian Liang. A Chua tahu kedatangan Gao Xian Liang adalah ingin mengajaknya hidup bersama, tapi A Chua menolaknya dan memintanya agar melupakan masa lalu. A Chua membuat keputusan ini karena ingin melepaskan masalah duniawi, kini didalam hati A Chua sudah tidak ada beban dan penyesalan sama sekali. Setelah Mei Shui sembuh, A Chua mengajaknya mengumpulkan sumbangan, sepasang menantu dan ibu mertua itu berkeliling dari satu jalan ke jalan lain membantu guru mencari sumbangan.

Seputih Cahaya Rembulan, 5 Agustus 2009, Pk 21.00 - Episode : 66

Tahun 2000, rumah sakit Tzu Chi di Dalin mulai beroperasi, karena kondisi lututnya, karma lebih dekat dari rumah, A Chua pindah jadi relawan di rumah sakit yang ada di Dalin. Beberapa waktu setelah kembali ke Amerika, Gao Xian Liang mengirimi A Chua sebuah cek atas nama Tzu Chi, melihat sumbangan ini, A Chua percaya Gao Xian Liang sudah bisa melepaskan cinta lamanya dan mulai menyebarkan cinta kecil menjadi cinta besar dengan berbuat amal. Kini setiap pagi, A Chua membuka matanya dengan rasa syukur yang tak terhingga, dengan senang dia menyambut datangnya hari yang baru. Walau A Chua yang berusia 82 tahun ini masih tinggal sendiri, tapi perasaannya begitu leluasa dan senang. Saat ini A Chua benar-benar merasakan, tanpa rasa takut hati menjadi tentram, hati tentram maka perasaan akan menjadi baik. A Chua yang masih muda, telah banyak merasakan penderitaan, dikehidupan mendatang dia tidak ingin reinkarnasi lagi, dia juga sempat berpikir untuk menjadi biksuni. Tapi A Chua yang sekarang sudah merasakan kebahagiaan dari kitab sang Buddha. Dilubuk hatinya, dia merasa puas. Kebijaksanaan yang bersinar dari dalam dirinya, seperti sinar rembulan, dengan tanpa ego menyinari dunia fana ini.