Logo
tv
"Yang terindah di langit adalah bintang-bintang, yang terindah di bumi adalah cinta kasih". -Kata Perenungan Master Cheng Yen-
Lentera Kehidupan
lentera-kehidupan

Episodes

| 實踐四法弘誓願 Menjalankan Empat Praktik, tayang 08 Agustus 2017

Dalam kamp pelatihan fungsionaris 4 in 1 internasional di Griya Jing Si, Hualien pada bulan Juni lalu, Master sangat tersentuh melihat para relawan begitu tekun melatih diri. Di mana pun berada, insan Tzu Chi terjun ke komunitas untuk bersumbangsih secara nyata.

Di Changsha dan Beijing, daur ulang dilakukan dengan sangat baik, tetapi belum meluas. Master berharap insan Tzu Chi dapat bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk menyosialisasikan konsep bersih dari sumbernya dari rumah ke rumah. Jika bisa demikian, maka posko daur ulang akan lebih bersih dan pemilahan barang daur ulang akan lebih mudah dan menyeluruh.

Tzu Chi terus menggalakkan konsep daur ulang karena terjadi terlalu banyak pemborosan. Demi menyediakan barang-barang yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, manusia menimbulkan banyak kerusakan bagi bumi dengan mengeksploitasi tambang di pegunungan dan menyedot minyak dari perut bumi. Dengan melakukan daur ulang, sumber daya alam tidak akan terkuras.

Master juga berharap setiap orang dapat menjaga perbuatan, ucapan, dan pikiran serta membangkitkan Empat Ikrar Agung. Inilah yang disebut Empat Praktik. Selain berbuat baik dan bertutur kata baik, insan Tzu Chi juga hendaknya membuka pintu hati untuk mengasihi semua makhluk dengan penuh cinta kasih.

| 辦學有成續開展 Mengembangkan Pendidikan Cinta Kasih, tayang 07 Agustus 2017

Pada tanggal 4 Agustus 2017, di Griya Jing Si diadakan upacara serah terima jabatan kepala Sekolah Menengah Tzu Chi Hualien dari Kepala Sekolah Lee Ke-nan ke Kepala Sekolah Lee Ling-hui.

Pembangunan SD Tzu Chi Hualien dimulai pada tahun 1999. Kemudian, terjadi gempa bumi tanggal 21 September 1999. Karena banyak gedung sekolah yang runtuh, maka Tzu Chi berfokus membantu pembangunan kembali 50 gedung sekolah dan menunda pembangunan SD Tzu Chi Hualien. Selain itu, Tzu Chi juga mendirikan ruang kelas sementara dan rumah sementara. Tzu Chi mengerahkan seluruh kekuatan untuk membantu para korban gempa.

Kepala SD Tzu Chi Hualien yang pertama adalah Kepala Sekolah Yang Yue-feng. Meski saat itu lokasi sekolah terus berpindah, tetapi dia bisa mempertahankan ketertiban dan membentuk tradisi sekolah.

Saat membantu pembangunan kembali sebuah sekolah di Nantou, insan Tzu Chi menjalin jodoh dengan Kepala Sekolah Ou Yuan-rong. Setelah mengenal Tzu Chi, dia sangat terharu dan berharap bisa mendedikasikan diri di Tzu Chi. Kebetulan, saat itu Tzu Chi sedang membutuhkan kepala sekolah menengah yang bisa sekaligus menjabat sebagai kepala sekolah dasar. Jadi, dia pun menjabat menjadi kepala sekolah. Akan tetapi, dia akhirnya turun dari jabatannya lebih awal karena kondisi kesehatannya.

Yang menggantikannya adalah Kepala Sekolah Lee Ke-nan. Kepala Sekolah Lee telah mendedikasikan diri selama 11 tahun. Meski kini masa jabatannya telah berakhir, tetapi dia tidak merasa bahwa dia benar-benar akan pensiun dan meninggalkan sekolah. Dia telah berjanji kepada murid-murid TK bahwa dia akan kembali ke sekolah untuk menceritakan dongeng pada mereka.

Sekarang, kepala Sekolah Menengah Tzu Chi Hualien adalah Lee Ling-hui. Dia telah bergabung dengan Asosiasi Guru Tzu Chi selama 20 tahun. Master berharap di masa mendatang, fondasi pendidikan yang telah didirikan bisa terus dilindungi dan dipertahankan serta pendidikan cinta kasih bisa terus dikembangkan seiring perkembangan zaman.

| 永續資源勵行善 Berbuat Baik dan Menghemat Sumber Daya Alam, tayang 06 Agustus 2017

Para ilmuwan menghitung bahwa terhitung tanggal 2 Agustus kemarin, jumlah sumber daya alam yang dikonsumsi manusia telah melampaui jumlah sumber daya alam yang dapat dihasilkan Bumi dalam setahun. Jika kondisi ini terus berlanjut, berarti sumber daya alam yang dihasilkan oleh Bumi ini tidak lagi mencukupi angka konsumsi manusia.

Sejak tanggal 5 Juli lalu, wilayah timur laut Thailand tergenang banjir. Beberapa hari ini, insan Tzu Chi terus menyalurkan bantuan. Mereka akan mengantarkan tempat tidur lipat dan selimut bagi para korban bencana.

Bantuan insan Tzu Chi di Filipina pascatopan Haiyan pada tahun 2013 telah menginspirasi banyak relawan di Ormoc, Tacloban, dan Palo. Pada tanggal 6 Juli 2017, wilayah tengah Filipina diguncang gempa bumi berkekuatan 6,5 SR. Sebelum insan Tzu Chi tiba di lokasi bencana, relawan lokal terlebih dahulu melakukan survei bencana. Setelah insan Tzu Chi tiba, mereka pun bekerja sama untuk menyalurkan bantuan.

Jadi, ajaran kebajikan harus terus disebarkan. Selain menolong para korban bencana, insan Tzu Chi juga menginspirasi kebajikan mereka dan berbagi kebenaran dengan mereka agar mereka juga dapat berbuat baik. Inilah tujuan insan Tzu Chi.

| 用愛投入親膚慰 Mendampingi Pasien dengan Penuh Cinta Kasih, tayang 05 Agustus 2017

Kemarin, para relawan di seluruh RS Tzu Chi Taiwan kembali ke Griya Jing Si untuk berbagi pengalaman mereka. Dengan penuh kesungguhan hati, mereka berdiskusi bagaimana cara memberi bantuan kepada pasien. Selain itu, para relawan juga harus menghadapi berbagai kondisi di rumah sakit. Sungguh, situasi di rumah sakit sangat beragam. Banyak hal yang membutuhkan perhatian mereka, meliputi kondisi batin pasien, kondisi fisik pasien, dan hubungan dengan antarsesama.

Relawan kita bagaikan sebuah jembatan. Mereka memahami suara hati dan kebutuhan pasien serta keluarganya. Mereka menjembatani dan menjadi saksi bagaimana para dokter dan perawat memberi perawatan dengan penuh cinta kasih. Ini dapat menghilangkan banyak kesalahpahaman. Para relawan menjadi jembatan yang sangat bermanfaat bagi pelayanan medis. Selama lebih dari 30 tahun ini, relawan Tzu Chi terus memberikan dukungan baik di RS Tzu Chi Hualien, RS Tzu Chi Dalin, RS Tzu Chi Taipei, hingga RS Tzu Chi Taichung. Di setiap RS Tzu Chi terdapat relawan rumah sakit.

Pusat cuci darah Tzu Chi memiliki fasilitas yang lengkap. Selain itu, kita memberikan pelayanan gratis. Selain memberikan pelayanan cuci darah gratis, para relawan juga membantu keluarga pasien. Mereka juga memasang televisi

di hadapan para pasien. Lihatlah, setiap pasien sangat bersungguh hati mendengar dan menyerap Dharma ke dalam hati. Karena itu, sebagian besar pasien di sana sudah menjadi relawan Tzu Chi. Berkat kesungguhan hati dan pendampingan para relawan, beberapa pasien terinspirasi untuk menjadi Bodhisattva.

| 躬身力行度人間 Bersumbangsih secara Nyata untuk Membimbing Sesama, tayang 04 Agustus 2017

Sekitar 30 tahun yang lalu, Lin Chuan-qin mengalami kecelakaan serius sehingga tubuh bagian bawahnya harus diamputasi karena hancur. Setelah menjalani tiga kali operasi dan diopname enam bulan di RS Tzu Chi Hualien, nyawanya terselamatkan. Setelah mendengar Master berbagi tentang kisah Lin Chuan-qin di Taipei, Wang Chen Xiu-deng memutuskan untuk berdonasi kepada Tzu Chi dan mulai bergabung ke dalam Tzu Chi. Demi mendonasikan satu kamar pasien sebesar 300.000 dolar NT, dia bekerja di tiga perusahaan sebagai juru masak. Dia juga sangat berdedikasi. Dia terus mengemban tugas komite hingga akhirnya dilantik menjadi komite Tzu Chi. Dia juga melakukan daur ulang hingga menjadi teladan dan menyentuh hati orang-orang. Dia bersumbangsih secara nyata untuk menginspirasi orang lain dan mewariskan semangatnya.

Dunia ini bagaikan rumah yang terbakar. Akibat perbuatan manusia, kini iklim semakin tidak selaras. Manusia jugalah yang harus menanggung akibatnya. Semua orang hendaknya hidup berdampingan dengan alam. Alangkah baiknya jika setiap orang bisa mengendalikan nafsu keinginan serta lebih bersabar dan menghemat sumber daya alam. Di Dunia Saha ini, banyak orang yang hidup menderita. Karena itu, kita hendaknya menyadari berkah setelah melihat penderitaan.

| 災後送暖‧醫病醫心 Mengantar Kehangatan Pascatopan serta Mengobati Jiwa dan Raga, tayang 03 Agustus 2017

Beruntung, sebagian besar warga selamat dari terjangan topan di Taiwan kali ini. Namun, tetap ada sebagian warga yang terkena dampak bencana. Selain itu, sayuran dan buah-buahan juga mengalami kerusakan.

Pingtung telah beberapa hari dilanda banjir. Insan Tzu Chi bekerja sama dengan tentara untuk mengantarkan makanan hangat ke lokasi bencana. Insan Tzu Chi Kaohsiung juga bergerak untuk menyiapkan makanan hangat bagi warga Pingtung. Di Tainan, insan Tzu Chi juga menyiapkan dan mengantarkan makanan hangat bagi warga yang terkena dampak bencana.

Di Tzu Chi terdapat banyak kisah yang menyentuh. Salah satunya adalah seorang pasien di RS Tzu Chi Taipei. Pasien itu terjatuh dari lantai tiga sehingga wajahnya mengalami luka yang sangat serius. Para dokter bukan hanya memulihkan wajahnya, tetapi juga memperbaiki hubungannya dengan mantan istrinya dan menyatukan kembali keluarga itu.

Di RS Tzu Chi Taipei, Master melihat para dokter dan perawat di setiap departemen bekerja sama dengan harmonis. Selain itu, Master juga bisa melihat pewarisan cinta kasih, keterampilan medis, dan semangat misi. Para tenaga medis Tzu Chi menghormati kehidupan dengan kekuatan cinta kasih.

| 悲智救災懷感恩 Menyalurkan Bantuan Bencana dengan Welas Asih dan Kebijaksanaan, tayang 02 Agustus 2017

Topan Nesat menerjang Taiwan dua hari yang lalu dan diikuti oleh Topan Haitang. Sebelum Topan Nesat menerjang Taiwan, beberapa wilayah di Pingtung sudah tergenang banjir. Selain jalanan, rumah warga di dataran rendah juga tergenang banjir. Pascatopan, para petugas dan teknisi bekerja keras untuk membersihkan dan memperbaiki jalan serta memulihkan aliran listrik. Setiap orang hendaknya bersyukur kepada mereka. Untuk mengungkapkan rasa syukur, setiap orang harus menghargai air dan listrik.

Pada tanggal 31 Juli 1996, terjangan Topan Herb mendatangkan dampak bencana bagi seluruh Taiwan. Saat itu, insan Tzu Chi menerjang bahaya untuk memberikan bantuan bencana. Karena itu, kini Master sering mengingatkan insan Tzu Chi untuk menjaga keselamatan diri saat menyalurkan bantuan.

Sejarah Tzu Chi adalah bahan pelajaran untuk menumbuhkan jiwa kebijaksanaan. Dengan mengenang sejarah Tzu Chi, insan Tzu Chi bisa mengetahui bagaimana mengemban misi agar dipenuhi sukacita dan bagaimana menghindari tindakan yang berbahaya. Jika mampu, maka bersumbangsihlah dengan segenap hati dan tenaga. Sebaliknya, jika sesuatu itu berada di luar kemampuan kita, maka janganlah memaksakan diri. Setiap orang harus menggunakan kebijaksanaan dalam menciptakan berkah. Inilah praktik damai dan sukacita.

| 毫芒善種成大樹 Benih Kecil Bertumbuh menjadi Pohon Besar, tayang 01 Agustus 2017

Ajaran pertama yang Buddha babarkan kepada semua makhluk adalah tentang penderitaan. Karena itu, kita harus terjun ke tengah umat manusia baru dapat memahami penderitaan yang diajarkan oleh Buddha. Namun, pada saat bersumbangsih, kita juga harus berhati-hati dan menjaga keselamatan sendiri.

Semua makhluk memiliki hakikat kebuddhaan. Semua orang dapat mencapai kebuddhaan. Akan tetapi, karena banyaknya kegelapan batin, manusia membutuhkan waktu yang lebih panjang. Jika setiap orang dapat melenyapkan kegelapan batin, maka waktu yang diperlukan tidak akan terlalu panjang. Kita harus berusaha untuk melenyapkan kegelapan batin dan kembali pada hakikat murni yang tak ternoda, itulah yang disebut dengan kebijaksanaan.

Yang terpenting adalah setiap orang harus bersatu hati, harmonis, saling mengasihi, dan bergotong royong. Setiap orang harus bersatu hati dan berinteraksi dengan harmonis agar sebuah kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.

| 合和防災‧長情呵護 Mengantisipasi Topan dan Mencurahkan Perhatian Jangka Panjang, tayang 31 Juli 2017

Di berbagai wilayah, Tzu Chi membentuk pusat antisipasi bencana. Sebelum Topan Nesat menerjang, insan Tzu Chi mengunjungi penerima bantuan untuk mengingatkan mereka melakukan antisipasi topan. Insan Tzu Chi juga menyarankan orang-orang yang berketerbatasan gerak untuk mengungsi ke rumah kerabat atau tempat yang lebih aman. Meski ada insan Tzu chi yang mencurahkan perhatian kepada penerima bantuan, tetapi masih ada banyak lansia yang hidup sebatang kara yang membutuhkan cinta kasih dari komunitas mereka. Jadi, setiap orangnya hendaknya turut mencurahkan perhatian dengan penuh cinta kasih.

Di Kanada, terjadi kebakaran hutan yang membawa dampak bagi banyak warga. Insan Tzu Chi Kanada memberi perhatian dan penghiburan dengan cinta kasih yang tulus sehingga para korban kebakaran yang kehilangan harta benda bisa berpikiran terbuka meski kini mereka tidak tahu kelak mereka bisa tinggal di mana.

Lebih dari 20 tahun yang lalu, Jin Gen-hong mengalami kecelakaan lalu lintas sehingga lumpuh total. Relawan Yan Hui-mei tidak menyerah padanya dan terus menyemangatinya. Relawan Yan membantunya dengan sepenuh hati. Dia juga meminta Hsieh Kun-shan, seorang pelukis yang menggunakan mulut dan kaki, untuk menyemangati Jin Gen-hong. Jin Gen-hong pun mulai belajar melukis dengan mulutnya. Kini dia telah menjadi anggota dari sebuah asosiasi dan menerima gaji. Saat menerima gaji pertamanya, dia langsung berkata kepada Relawan Yan bahwa dia ingin berdonasi. Meski tangannya kehilangan banyak fungsi, tetapi dia tetap bisa berbuat baik. Dia juga akan mengadakan pameran di Huashan Creative Park, Taipei. Kini dia telah memiliki pencapaian sendiri.

| 善用人身順天理 Memanfaatkan Hidup Kita untuk Mempraktikkan Kebenaran, tayang 30 Juli 2017

Berhubung Topan Nesat akan segera menerjang Taiwan, Master mengingatkan orang-orang untuk bermawas diri, berdoa dengan tulus, dan memperhatikan perkembangannya. Selain itu, sangat penting untuk tidak bepergian, terlebih mendaki gunung.

Di seluruh dunia, ada banyak negara yang kerap dilanda bencana. Ini semua akibat perbuatan manusia. Demi memenuhi nafsu keinginan, manusia melakukan banyak hal yang menciptakan karma buruk dan mencemari alam semesta, seperti beternak, menjagal hewan, menebang pohon, dan membangun gedung-gedung bertingkat. Akibatnya, unsur alam menjadi tidak selaras dan perubahan iklim menjadi sangat ekstrem.

Dengan sebersit niat saja, manusia bisa membangkitkan nafsu keinginan yang setinggi langit dan seluas lautan. Nafsu keinginan ini tidak berujung. Kedudukan setinggi apa pun dan uang sebanyak apa pun tetaplah kurang. Sesungguhnya, dengan mengubah pola pikir, manusia bisa mengerahkan kekuatan untuk melakukan banyak kebaikan bagi dunia ini.

Chen Chu-rui merupakan salah satu korban luka bakar dalam ledakan pipa gas di Kaohsiung. Saat melihat kondisinya, Master merasa sangat tidak tega. Karena itu, Master segera meminta DA.AI Technology untuk mengembangkan pakaian kompresi yang nyaman bagi penderita luka bakar. Setelah beberapa tahun, akhirnya didapatkan hasil yang memuaskan. Saat itu, Master menyemangati Chen Chu-rui untuk bergabung menjadi relawan dokumentasi. Dia terus mengingat kata Master selama dua tahun ini. Kini dia telah bergabung menjadi relawan dokumentasi Tzu Chi.

google plusPinterest