Logo
tv
"Yang terindah di langit adalah bintang-bintang, yang terindah di bumi adalah cinta kasih". -Kata Perenungan Master Cheng Yen-
Lentera Kehidupan
lentera-kehidupan

Episodes

| 齋戒懺悔誠付出 Bervegetaris, Bertobat, dan Bersumbangsih dengan Tulus, tayang 31 Agustus 2017

Buddha mengingatkan kita bahwa ketidakkekalan bisa datang dalam sekejap. Melihat banyaknya bencana yang terjadi di seluruh dunia, bukankah ini membuktikan bahwa ketidakkekalan datang dalam sekejap? Ketidakkekalan bisa datang pada siapa saja tanpa memandang kaya atau miskin.

Di dunia ini, ada banyak orang yang sangat kaya, tetapi tetap menderita karena takut kehilangan. Mereka melekat pada harta kekayaan mereka sehingga diri mereka terbelenggu. Begitu bencana terjadi, mereka sangat panik. Jadi, yang paling awet adalah kekayaan batin. Untuk membangkitkan kekayaan batin, kita harus menjalin jodoh baik terlebih dahulu.

Setelah Texas dilanda bencana, Master berharap bukan hanya warga Amerika Serikat yang memberikan bantuan, tetapi semua orang di seluruh dunia bisa mendoakan para korban bencana dengan tulus. Semoga dengan demikian, ketulusan semua orang bisa menjangkau para Buddha dan Makhluk Pelindung Dharma.

Di Sierra Leone dan berbagai negara lainnya di Afrika Barat dan Timur, banyak warga yang hidup menderita akibat peperangan dan kemiskinan. Sejak bertahun-tahun yang lalu, Tzu Chi mengimbau orang-orang untuk bervegetaris dan melakukan pertobatan besar. Master berharap kini, setiap orang dapat bertobat, bermawas diri, dan berhati tulus.

| 戒慎虔誠敬天地 Menghormati Langit dan Bumi dengan Hati yang Tulus, tayang 30 Agustus 2017

Topan Hato menyapu pinggiran Taiwan. Tak disangka, setelah melewati Taiwan, ia berubah menjadi topan berkekuatan sedang di atas permukaan laut, lalu menerjang Zhuhai, Tiongkok. Hong Kong dan Macau juga dilanda angin ribut dan hujan lebat. Pascatopan, relawan Tzu Chi segera bergerak untuk membantu. Setiap orang bagaikan semut kecil. Untuk membersihkan lokasi bencana, diperlukan kerja sama setiap orang yang bagaikan semut kecil.

Di Amerika Serikat, sebuah Badai Harvey telah mendatangkan kerusakan parah di Texas. Kabarnya, ini adalah badai terparah selama belasan tahun terakhir ini. Dalam waktu singkat, ia mendatangkan angin ribut dan hujan lebat bagi Texas. Selain orang-orang tidak dapat keluar rumah, aliran listrik juga terputus. Relawan Tzu Chi melaporkan bahwa mereka aman dan selamat, tetapi mereka tidak dapat keluar rumah karena air banjir masih menggenang. Meski ini kekuatan angin sudah melemah, tetapi hujan masih turun dengan lebat. Sungguh membuat orang khawatir melihatnya.

Kita dapat melihat sumbangsih orang yang penuh cinta kasih. Anggota TIMA kita mengadakan baksos kesehatan selama 3 hari di Sri Lanka. Dokter dan perawat dari Singapura, Taiwan, Malaysia, dan Filipina, yang secara keseluruhan berjumlah lebih dari 200 orang berpartisipasi dalam baksos kesehatan itu. Selama 3 hari itu, mereka melayani lebih dari 3.000 pasien. Ini merupakan hasil pencapaian dari misi amal dan misi kesehatan kita.

| 透徹疾苦同救拔 Melihat Penderitaan di Dunia dan Memberikan Bantuan, tayang 29 Agustus 2017

Ajaran Buddha mengajarkan kita untuk memutuskan akar noda batin. Untuk memutuskan akar noda batin, diperlukan keyakinan. Hanya dengan keyakinan, baru kita dapat memutuskan noda batin yang bagaikan benang kusut. Kita harus memiliki keyakinan mendalam dan tidak menaruh keraguan terhadap prinsip kebenaran. Setelah membentangkan jalan dan menemukan arah yang benar, kita harus melangkah maju dengan mantap.

Kita semua tinggal di kolong langit dan di atas bumi yang sama. Saat Bumi terluka dan terjadi bencana, kita tidak bisa mengatakan bahwa itu tidak berhubungan dengan kita. Semuanya saling berhubungan. Kini adalah saatnya bagi kita untuk membangkitkan kesadaran. Untuk membangkitkan kesadaran, kita harus melakukan tindakan nyata. Setiap orang hendaknya membangkitkan sebersit niat yang sama untuk menyelesaikan masalah di dunia.

Kini kita dapat melihat banyak penderitaan yang terjadi di dunia ini. Ada orang yang terlahir di negara yang miskin. Meski tak berdaya, mereka tetap harus bertahan hidup di tengah kondisi serba sulit. Ada orang berkata, “Sekarang, orang yang kelebihan gizi lebih banyak dari orang yang mati kelaparan.” Ini karena mereka tidak melihat penderitaan yang sesungguhnya. Mereka tidak bersungguh hati melihat penderitaan di dunia ini.

| 鋪環保路淨天地 Membentangkan Jalan Daur Ulang demi Kelestarian Lingkungan, tayang 28 Agustus 2017

Relawan Chen Wang-fa di Tainan adalah anggota Tzu Cheng yang sangat senior. Sebelumnya, dia bekerja sebagai tukang pos. Sejak tahun 1991, dia memanfaatkan waktu luangnya untuk melakukan daur ulang. Setelah pensiun, dia berfokus melakukan daur ulang. Ketekunannya dalam melakukan daur ulang telah menginspirasi rekan-rekan kerjanya di kantor pos turut melakukan daur ulang.

Di Shanghai, insan Tzu Chi telah menggalakkan konsep daur ulang dan mengajak warga melakukan daur ulang secara rutin selama bertahun-tahun. Ada pula warga yang berinisiatif mengantarkan barang daur ulang ke titik daur ulang dan merasa sangat setuju dengan imbauan Tzu Chi.

Masalah sampah adalah masalah yang sangat serius. Selama puluhan tahun ini, Tzu Chi terus menggalakkan konsep daur ulang. Kini, seluruh dunia memahami betapa pentingnya melakukan pemilahan dan mengurangi volume sampah. Master berharap insan Tzu Chi dapat mengimbau setiap keluarga untuk menerapkan konsep bersih dari sumbernya agar kebersihan barang daur ulang terjaga dan daur ulang dapat dilakukan semaksimal mungkin. Setiap orang hendaknya sepaham, sepakat, dan bertindak bersama untuk melindungi Bumi.

| 點滴累積成大善 Akumulasi Sumbangsih Kecil Membentuk Kebajikan Besar, tayang 27 Agustus 2017

Di seluruh dunia, selain krisis bahan pangan, bencana alam dan bencana akibat ulah manusia juga kerap terjadi. Karena itu, orang-orang yang hidup aman dan tenteram hendaknya membangun tekad, bertobat, dan mengerahkan kekuatan cinta kasih untuk menolong orang yang membutuhkan.

Tahun ini, DAAI TV Indonesia telah berusia 10 tahun. Perjalanan ini tidaklah mudah. DAAI TV Indonesia telah menjalankan tugas dengan baik dalam menyebarluaskan ajaran kebajikan.

Di Desa Simpang, Kabupaten Garut, dahulu anak-anak setiap hari harus mengarungi sungai yang arusnya sangat deras untuk pergi ke sekolah. Setelah mengetahui hal ini, insan Tzu Chi pun bekerja sama dengan pemerintah setempat dan pihak militer untuk membangun sebuah jembatan penghubung. Jembatan ini dinamakan Jembatan Cinta Kasih. Selain anak-anak yang bisa pergi ke sekolah dengan aman, juga ada banyak warga desa lain yang memanfaatkan jembatan ini untuk menyeberang. Jembatan ini telah membawa manfaat bagi warga setempat.

Berkat tetes demi tetes cinta kasih, insan Tzu Chi bisa membangun jembatan, jalan, rumah permanen, dan lain-lain bagi orang yang membutuhkan. Jadi, jangan meremehkan sumbangsih-sumbangsih kecil karena saat disatukan, akan terbentuk kekuatan besar.

| 蔬食環保孝親月 Menggalakkan Pola Makan Vegetaris dan Konsep Daur Ulang, tayang 26 Agustus 2017

Pada tanggal 23, Topan Hato berkekuatan sedang menerjang Zhuhai, Makau, dan Hong Kong. Di Hong Kong terdapat banyak tunawisma. Akibat terpaan angin dan hujan, mereka kehilangan barang-barang mereka. Karena itu, insan Tzu Chi segera bergerak untuk memberikan bantuan.

Menyucikan hati manusia harus dimulai dari kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah dengan menggalakkan pola makan vegetaris. Dengan mengendalikan nafsu makan, tubuh kita akan terbebas dari racun dan karma buruk akibat membunuh hewan. Dengan begitu, perut kita tidak akan menjadi kuburan bagi hewan-hewan.

Penggalakan pola makan vegetaris bukan hanya dilakukan oleh insan Tzu Chi di Taiwan. Di Tiongkok, juga ada tenaga medis yang menggalakkan pola makan vegetaris karena mereka merasa bahwa ini merupakan pola makan tersehat.

Bulan tujuh Imlek merupakan bulan berbakti sekaligus bulan penuh syukur dan berkah. Master berharap setiap orang dapat menumbuhkan nilai-nilai kekeluargaan dan moralitas, bersyukur kepada orang tua, dan memiliki keyakinan benar. Setiap orang hendaknya lebih bersungguh hati agar dunia bisa aman dan tenteram.

| 愛心救援運四智 Memberi Bantuan dengan Cinta Kasih dan Empat Kebijaksanaan, tayang 25 Agustus 2017

Akibat tanah longsor pada tanggal 14 di Sierra Leone, hampir 500 orang tewas, lebih dari 600 orang hilang, dan lebih dari 3.000 orang kehilangan tempat tinggal. Insan Tzu Chi setempat segera bekerja sama dengan Caritas Freetown Foundation dan Healey International Relief Foundation untuk menyalurkan bantuan. Sejak pertengahan bulan Agustus, mereka terus menyediakan makanan hangat bagi para korban bencana. Agar bisa terus memberikan bantuan, dibutuhkan kekuatan cinta kasih dari lebih banyak negara untuk menghimpun barang bantuan bagi korban bencana.

Sejak Vietnam dilanda bencana kekeringan pada tahun 2016, insan Tzu Chi mendapati bahwa warga setempat membutuhkan tangki air. Kali ini, insan Tzu Chi mengantarkan tangki air ke berbagai wilayah, termasuk pulau terpencil. Mereka mengerahkan segenap hati dan tenaga untuk menolong orang yang membutuhkan.

Insan Tzu Chi membentangkan inci demi inci jalan dengan cinta kasih. Meski perjalanan mereka penuh rintangan, tetapi mereka bisa mengatasi segalanya.

| 淨心施糧助安居 Menyucikan Hati dan Memberikan Bantuan, tayang 24 Agustus 2017

Sesungguhnya, kondisi iklim bergantung pada pikiran manusia. Jika setiap orang bisa membangkitkan ketulusan dan menyelaraskan pikiran, maka kondisi iklim akan bersahabat.

Di Sierra Leone, banyak warga yang selama ini hidup kekurangan. Ditambah dengan banjir dan tanah longsor kali ini, warga sangat membutuhkan bantuan. Berhubung hidup kekurangan, menerima sedikit barang bantuan saja, mereka sudah sangat berpuas diri. Orang yang hidup kekurangan mudah berpuas diri. Jika bisa mengenal Dharma, mereka juga bisa membangkitkan kekayaan batin, bahkan bisa bersumbangsih bagi sesama.

Akibat tanah longsor yang terjadi pascatopan Soudelor pada tahun 2015, warga suku asli di Fuxing, Taoyuan kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke tempat lain. Karena mendengar bahwa proyek pembangunan kembali biasanya membutuhkan waktu tujuh hingga delapan tahun, wali kota Taoyuan pun meminta bantuan pada Tzu Chi. Tiga hari yang lalu, warga suku asli telah pindah ke sana. Insan Tzu Chi juga menyiapkan segalanya bagi mereka, seperti alat makan, beras, garam, dan minyak.

Insan Tzu Chi bersumbangsih tanpa diminta. Mereka membangkitkan hati Bodhisattva dan menjadi guru tak diundang untuk bersumbangsih dengan cinta kasih tanpa pamrih.

| 濟弱扶傾再造福 Menolong Orang yang Membutuhkan dan Kembali Menciptakan Berkah, tayang 23 Agustus 2017

Di seluruh dunia, terjadi banyak bencana dan ada banyak orang yang menderita. Ketidakkekalan bisa datang dalam sekejap. Melihat bencana-bencana yang terjadi, Master kembali mengingatkan orang-orang untuk bermawas diri dan berhati tulus.

Pada tanggal 19 Agustus lalu, Tzu Chi menggelar tiga sesi acara musikal dan doa bersama di Universitas Nasional Chung Cheng, Chiayi. Tujuan dari diadakannya acara ini adalah menghimpun cinta kasih lebih banyak orang untuk menolong orang-orang yang menderita di seluruh dunia. Meski acara tersebut hanya berlangsung satu hari, tetapi persiapannya memakan banyak waktu.

Bagaikan tubuh manusia yang membutuhkan sumsum tulang agar bisa menghasilkan darah sendiri, orang-orang yang menderita juga membutuhkan bantuan agar bisa bangkit kembali dan hidup mandiri. Sumbangsih kecil tidak akan memengaruhi kehidupan kita, tetapi dengan sumbangsih kecil itu, ada banyak orang menderita di seluruh dunia yang dapat terselamatkan.

Di Turki, mahasiswa Suriah yang menerima beasiswa dari Tzu Chi turut melakukan survei kasus. Setelah melihat penderitaan, mereka semakin menyadari dan menghargai berkah. Setelah melihat penderitaan dan menyadari berkah, kita harus menghargai berkah dan kembali menciptakan berkah.

Di Serbia, insan Tzu Chi dari Jerman mencurahkan perhatian kepada para pengungsi. Melihat para pengungsi mengenakan sepatu yang sudah usang, insan Tzu Chi merogoh kocek sendiri untuk membeli sepatu bagi mereka. Tidak peduli para pengungsi berada di negara mana, insan Tzu Chi selalu mencurahkan perhatian pada mereka.

| 拔除苦難承師志 Mewarisi Tekad Guru untuk Melenyapkan Penderitaan, tayang 22 Agustus 2017

Pusat Medis Tzu Chi Hualien telah berdiri selama 31 tahun. Saat itu, Master bertekad untuk mendirikan rumah sakit di Hualien karena wilayah timur Taiwan sangat membutuhkan fasilitas medis. Jarang ada orang yang bersedia bekerja di wilayah timur Taiwan. Karena itu, Master sangat bersyukur ada sekelompok besar orang yang bersedia mendedikasikan diri di RS Tzu Chi Hualien untuk melindungi kehidupan dan kesehatan pasien dengan cinta kasih.

Seorang pasien, Bapak Wu, dirawat di unit perawatan intensif karena lutut kanannya terinfeksi. Saat ingin mewujudkan harapannya, tim medis Tzu Chi baru mengetahui bahwa pernikahan Bapak Wu dan istrinya belum terdaftar di catatan sipil. Karena itu, mereka membantu menuntaskan langkah terakhir dalam pernikahannya agar dia dapat mewariskan hartanya pada istrinya.

Dalam baksos kesehatan di Indonesia pada tahun 2004, insan Tzu Chi mengetahui kondisi Sofyan Sukmana. Dia menderita tumor mata sehingga mata kanannya terdorong ke depan. Saat itu, dia baru berusia 14 tahun. Sejak tahun 2004, dia beberapa kali pergi ke Pusat Medis Tzu Chi Hualien untuk menjalani operasi dan pengobatan karena tumornya akan bertumbuh kembali seiring bertambahnya usia. Kini dia telah lulus dari perguruan tinggi dan menikah. Inilah hasil dari pendampingan insan Tzu Chi selama bertahun-tahun.

Staf misi kesehatan Tzu Chi bukan hanya menjalankan misi kesehatan, tetapi juga menjalankan misi amal. Mereka juga mengunjungi orang kurang mampu dan orang yang berketerbatasan fisik serta membantu membersihkan rumah mereka. Jadi, Tzu Chi memberikan bantuan secara menyeluruh bagi orang yang membutuhkan.

google plusPinterest