Episode 22

Long-sheng membantu Yan-zhu menjelaskan kepada kedua orang tuanya. Melihat Long-sheng yang begitu perhatian pada Yan-zhu, orangtua merasa penasaran akan hubungan mereka berdua. Setelah ditanya ibunya, Yan-zhu dengan malu-malu mengakui awalnya mereka hanya teman biasa, namun sekarang adalah teman spesial. Sejak Yan-zhu kembali ke rumah orangtuanya, rumah Long-sheng jadi berantakan karena tidak ada yang membersihkannya. Setelah diberitahu oleh Long-sheng tentang kondisi rumahnya, Yan-zhu berjanji hari Minggu akan ke rumah mereka untuk bantu membersihkannya. Saat bersih-bersih, Yan-zhu menemukan sebuah kotak berisi surat dan foto seorang gadis. Yan-zhu langsung marah dan pergi dari rumah Long-sheng, Long-sheng mengejar dia dan menjelaskan pada Yan-zhu bahwa gadis itu adalah mantan pacarnya dulu dan Long-sheng selama ini merasa bersalah karena dia yang memutuskan hubungan dengan gadis itu. Namun Yan-zhu tetap marah karena hal ini telah disembunyikan Long-sheng darinya. Sepulang dari rumah Long-sheng, Yan-zhu memberitahu ibunya mungkin dia akan putus dengan Long-sheng. Long-sheng akhirnya membakar surat-surat dan foto gadis itu. Long-sheng yang awalnya ingin menunggu keputusan Yan-zhu, setelah dinasihati ayahnya, dia pun sadar dia harus membuat Yan-zhu mengerti perasaannya yang sebenarnya terhadap Yan-zhu.