Ramadan Penuh Cinta DAAI TV : Mengubah Sedih Menjadi Bahagia

Muhammad Nur Jabir tengah memberikan tausiyah dalam program Harmoni Ramadan DAAI TV. (Sumber : Youtube/DAAI TV Indonesia)

Masa pandemi adalah momen terbaik untuk memikirkan hakekat diri kita, agar kita menemukan hikmah terbaik. Apapun yang diinginkan, sang pembuat sebab akan mewujudkan, Sang kuasa mutlak akan membinasakan semua sebab.  

Syair Maulana Rumi :

“Dahulu kita satu tanpa kepala dan kaki, jatuh ke dunia terpisah satu sama lain”.

Ramadan tahun ini adalah Ramadan kedua kita menjalankan ibadah puasa sekaligus menghadapi pandemi. Semua orang tidak ada pengecualian, mengalami hal yang sama. Pandemi adalah guru terbesar utk mengajarkan untuk kembali pentingnya tali kemanusiaan satu sama lain. Karena tanpa kebersamaan, kita akan sulit menghadapi pandemi ini.

Pandemi juga mengubah cara pandang kita untuk menerima semua cobaan dengan penuh syukur. Kita tidak ada apa-apanya dengan kuasa Tuhan yang begitu besar. Hakekat kemanusiaan adalah kefakiran dan kerendahan kita terhadap Allah Swt.

Mengubah sedih menjadi bahagia, adalah persoalan mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu. Isilah pikiran dengan hal positif, sehingga kesedihan yang kita terima bisa kita ubah menjadi hikmah dan kebahagiaan.

Saksikan Video Terkait :