Mengenal Alat Musik Pipa Khas Tiongkok

Ngartini Huang seniman Pipa sedang memainkan alat musik tradisional Tionghoa Pipa (Sumber : Youtube/Bingkai Sumatera DAAI TV)
Ngartini Huang seniman Pipa sedang memainkan alat musik tradisional Tionghoa Pipa (Sumber : Youtube/Bingkai Sumatera DAAI TV)

Guzheng terkenal sebagai alat musik khas Tionghoa yang dimainkan dengan cara dipetik. Ternyata, bukan hanya Guzheng, ada pula alat musik Tionghoa yang dimainkan dengan cara dipetik, yaitu Pipa. 

Terbuat dari kayu, Pipa telah ada sejak zaman dinasti Qin, mulai dari 221 SM – 206 SM. Pipa telah dimainkan selama lebih dari 2000 tahun. 

Pada masa dinasti Tang, 618 SM – 907 SM, Pipa menjadi populer sebagai musik pengiring pada setiap acara kerajaan. Pada masa itu Pipa dimainkan secara horizontal. Namun seiring berjalan waktu alat musik Pipa mengalami perubahan, mulai dari segi bentuk, jumlah Freed dan cara memainkannya. 

Pipa moderen, banyak dimainkan dengan cara vertikal. Di Hangzhou permainan tradisional Pipa, justru masih mempertahankan versi lamanya, yakni secara horizontal. 

Ngartini Huang, seorang seniman Pipa, sekaligus kepala sekolah Jade Music School kota Medan, berbagi cerita dengan tim DAAI TV, seputar alat musik Pipa yang masih lestari hingga ribuaan tahun ini. 

Karakteristik dari alat musik Pipa ini, menarik perhatian Ngartini hingga akhirnya Ia pun memutuskan untuk mendalami Pipa. Ngartini juga mahir dalam memainkan Guzheng dan sejumlah alat musik tradisional Tionghoa. 

“Dentingannya, keindahannya, seolah mampu membuat setiap insan yang mendengarkan alat musik ini, menjadi sangat tertarik, simpatik dan terbuai,” ungkap Ngartini. 

Meskipun terlihat besar, pipa memiliki rongga pada bagian dalam, sehingga ringan saat dimainkan. Tidak perlu khawatir merasa pegal saat harus memangku badan Pipa yang dimainkan tegak lurus tersebut. 

Ngartini berbagi ilmu teknik memainkan Pipa dengan benar :

  • Gunakan tangan kiri hanya untuk memainkan melodi
  • Gunakan tangan kanan untuk menyambar senar
  • Tidak menekan senar tepat pada Freed pipa, untuk menghasilkan bunyi yang indah
  • Latih kekuatan tangan kiri terlebih dahulu, bagi pemula. 

 Butuh waktu 1 Tahun untuk membentuk kekuatan dan keluwesan tangan kiri, hingga akhirnya mampu menghasilkan alunan melodi yang indah. 

Mewariskan Kepada Generasi Muda

Kepada anak-anaknya, Ngartini turut mengenalkan alat-alat musik tradisional Tionghoa, agar tidak punah tergerus zaman. 

Salah satunya, Jocelyn Paramitha. Selama satu tahun terakhir, Jocelyn mendalami alat musik Pipa, hingga mahir mengikuti jejak sang bunda. 

“Saya tertarik belajar alat musik yang unik, dan jarang dimainkan oleh generasi muda. Jadi sekaligus untuk melestarikan juga, alat musik tradisional, di era modern ini,” kata Jocelyn. 

Jocelyn menaruh mimpi yang tinggi pada alat musik tradisional Pipa. Tidak hanya mewariskannya kepada generasi selanjutnya kelak, Jocelyn memiliki cita-cita besar menjadi musisi Pipa Internasional.

Saksikan Video Terkait :