Misi Menjernihkan Kali Angke Dengan Eco Enzim

Relawan Tzu Chi dan komunitas Save The Earth menuangkan larutan eco enzim ke sumur resapan, sebagai uji coba pemulihan ekosistem air yang tercemar dengan eco enzim. (Sumber : Youtube/DAAI Inspirasi)
Relawan Tzu Chi dan komunitas Save The Earth menuangkan larutan eco enzim ke sumur resapan, sebagai uji coba pemulihan ekosistem air yang tercemar dengan eco enzim. (Sumber : Youtube/DAAI Inspirasi)

Cairan eco enzim hasil fermentasi limbah dapur, seperti kulit buah dan sayur, ternyata dapat pula digunakan untuk memperbaiki ekosistem lingkungan yang rusak. Seperti aliran air yang keruh, akibat paparan limbah kimia rumah tangga. 

Relawan Tzu Chi bersama komunitas Save The Earth  melakukan uji coba penjernihan air yang keruh menggunakan eco enzim. Juny Leong, salah seorang relawan Tzu Chi menjelaskan kerja sama tersebut merupakan upaya Tzu Chi menggandeng banyak tangan, dalam upaya pelestarian lingkungan. 

“Kalo tangan aku dan relawan lain saja, mungkin kurang ya (untuk pelestarian lingkungan). Kita mengajak lebih luas lagi. Kita menyelamatkan bumi bersama,” ujar Juny. 

Sebanyak 74 liter liter eco enzim dituangkan kedalam sumur resapan, yang berada di komplek perumahan Prima Center 1, Jakarta Barat. 

Asniati Astono, salah seorang anggota komunitas Save The Earth menuturkan sasaran utama dan mimpi utama komunitasnya, bisa menjernihkan kali angke yang kotor. 

“Kita sambil meneliti, danau ini airnya akan mengalir ke kali angke, kalo tidak hujan meresap kebumi, jadi kita meneliti disini, apakah bisa eco enzim menjernihkan,” ungkap Asniati. 

Dari hasil uji coba penjernihan, akan menjadi rujukan bagi komunitas Save The Earth untuk melanjutkan misi mereka menjernihkan kali angke.

Saksikan Video Terkait :