Perencana Keuangan : Perkuat Dana Cadangan Dengan THR

Ahmad Ghozali pakar perencana keuangan menjelaskan cara mengelola THR yang baik, di tengah gejolak ekonomi selama pandemi Covid-19. (Sumber : Youtube/Halo Indonesia DAAI TV)
Ahmad Ghozali pakar perencana keuangan menjelaskan cara mengelola THR yang baik, di tengah gejolak ekonomi selama pandemi Covid-19. (Sumber : Youtube/Halo Indonesia DAAI TV)

Tunjangan Hari Raya (THR) lebaran tahun ini, menjadi andalan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan selama hari raya. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2021, mewajibkan perusahaan untuk membayar THR paling lambat 7 hari sebelum hari raya. 

Ahmad Ghozali, pakar perencana keuangan berbagi tips mengelola tunjangan tahunan yang diterima masyarakat menjelang hari raya Lebaran. 

Prirotas Bayar Kewajiban

Sebagai satu-satunya bonus yang diterima setiap tahun, THR bukan hanya untuk dihamburkan. Dana yang masuk terlebih dahulu harus digunakan untuk memenuhi kewajiban, semisal hutang, tunggakan, dan kewajiban lain yang belum terselesaikan atau tertunda. 

Persiapan Hari Raya

Sesuai dengan namanya, THR sudah seharusnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan hari raya. Kebutuhan utama hari raya seperti makanan untuk menjamu tamu, sedekah kepada yang kurang mampu, hingga keperluan dapur selama perayaan berlangsung. 

Hindari penggunaan THR untuk kebutuhan konsumtif lainnya, yang tidak berkaitan dengan perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah. 

Perkuat Dana Cadangan

Ingat bahwa kita saat ini masih dalam kondisi Pandemi Covid-19. Dimana situasi ekonomi masih tidak stabil, dan lonjakan harga masih sering terjadi. Ada baiknya sisa THR setelah memenuhi kewajiban dan kebutuhan hari raya, digunakan untuk memperkuat dana cadangan. 

Dana cadangan yang dimaksud dapat berupa uang darurat, atau investasi yang mudah dicairkan sewaktu dibutuhkan.

Saksikan Video Terkait :