Seni Menyimpul Makrame : Dari Hobi Jadi Untung

Lily Novelyna, perajin makrame asal Medan, tengah demonstrasi tekni k menyimpul makreame yang Ia pelajari secara otodidak. (Sumber : Youtube/Bingkai Sumatera)
Lily Novelyna, perajin makrame asal Medan, tengah demonstrasi tekni k menyimpul makreame yang Ia pelajari secara otodidak. (Sumber : Youtube/Bingkai Sumatera)

Sekilas kesenian menyimpul seperti Macrame atau Makrame terlihat mudah. Namun setelah anda melakukannya, bisa jadi kebingungan bagaimana membentuk motif yang diinginkan. 

Keterampilan menyimpul macrame kini tengah viral sebagai pengisi waktu luang, selama beraktivitas di rumah. Selain lebih bermanfaat mengisi waktu dengan keterampilan menyimpul, hasil dari kerajinan Makrame dapat mempercantik ruang. 

Lily Novelyna, perajin makrame asal Medan, Sumatera Utara, sudah 3 tahun terakhir menekuni dunia simpul Makrame. Bermula dari membeli produk makrame di media sosial, hingga akhirnya tertarik dan menekuni secara otodidak teknik menyimpul makrame. 

Dikala pandemi Covid-19, dimana aktivitas masyarakat banyak berlangsung di rumah. Mulai bermunculan hobi-hobi baru seperti bercocok tanam, dekorasi ruang, hingga kerajinan tangan, salah satunya makrame. 

“Orang-orang lagi suka tanam, suka dekor juga, tinggal pajang, untuk pot gantung, Alhamdulillah prospeknya (penjualan makrame) bagus,” ungkap Lily.

3 tahun menekuni kesenian makrame, Lily berhasil mengembangkan kemampuannya. Ia bisa menghasilkan ragam makrame secara otodidak. Mulai dari pembungkus kursi, hiasan gordon, taplak meja, hiasan gantung, hingga pembungkus bantal. 

Pahami Teknik Dasar

Untuk bisa mahir melakukan anyaman makrame, perlu memahami terlebih dahulu simpul-simpul dasar. Nantinya, setelah paham simpul dasar, akan lebih mudah membuat variasi dalam karya kerajinan makrame ini. 

Seperti halnya chef yang perlu tahu ragam jenis bumbu dan manfaatnya, baru dengan mudah menciptakan resep dan menu makanan baru. 

Dahulukan Konsep / Layout

Setelah tahap konsep, barulah mulai menyimpul satu demi satu. Tahap konsep juga membantu mengetahui berapa panjang tali yang akan digunakan, dan berapa jumlah tali yang dibutuhkan. 

Kesabaran

Sama halnya dengan kerajinan tangan yang lainnya, dimana butuh ketelitian dan keuletan dalam merapikan setiap karya, maka perlu kesabaran agar karyanya bisa selesai sesuai dengan konsep yang dibuat. 

Jangan terburu-buru dan terlalu mengejar kuantitas, karena akan memberikan dampak pada penurunan kualitas produk hiasan makrame. 

Saksikan Video Terkait :