Ilustrasi: Kera berbulu emas Sichuan disebut juga dengan keras emas berhidung pesek. Kera ini memiliki bulu yang relatif beraneka warna dan panjang, terutama di bagian bahu dan punggung. (Foto/Wikipedia). Ilustrasi: Kera berbulu emas Sichuan disebut juga dengan keras emas berhidung pesek. Kera ini memiliki bulu yang relatif beraneka warna dan panjang, terutama di bagian bahu dan punggung. (Foto/Wikipedia).

Kera berbulu emas Sichuan (川金丝猴) merupakan spesies yang dilindungi di Tiongkok. Kera berbulu emas Sichuan disebut juga dengan keras emas berhidung pesek. Kera ini termasuk dalam genus Rhinoceros

Kera berbulu emas sichuan memiliki bulu yang relatif beraneka warna dan panjang, terutama di bagian bahu dan punggung. Mereka tumbuh dengan panjang 51–83 cm dengan panjang ekor 55–97 cm. 

Kera berbulu emas sichuan merupakan herbivora. Mereka biasanya makan lumut, jarum pinus, hingga kulit pohon. Kera ini bersifat diurnal atau aktif pada siang hari.

Fakta Unik Kera Berbulu Emas Sichuan

1.Hidup Berkelompok

Kera berbulu emas Sichuan hidup bersama dalam kelompok yang sangat besar hingga 600 anggota,yang terdiri lebih banyak kera berjenis kelamin laki-laki daripada perempuan. 

Kera ini memiliki kemampuan komunikasi yang baik menggunakan bahasa tubuhnya. Mereka juga mempertahankan wilayah mereka dengan teriakan.

Terdapat fenomena yang unik kelompok kera ini, setelah induk kera melahirkan, maka kera betina lain dalam kelompoknya yang masih muda dan belum melahirkan akan membantu merawat bayi kera.

2. Bisa Tinggal di Lingkungan Bersuhu Ekstrim

Umumnya, kera berbulu emas sichuan tinggal di hutan pegunungan. Habitat mereka adalah arboreal atau hidup di pohon dan menghabiskan sekitar 97% waktunya di kanopi hutan.

Spesies ini hanya ditemukan di Tiongkok, tepatnya di wilayah Ganssu, Hubei, Shaanxi, dan Sichuan. Habitatnya ini adalah empat yang bersalju selama enam bulan dalam setahun.

Dilansir Bobo Grid, hidung monyet yang pesek ini membantu tubuhnya terhindar dari frostbite atau radang dingin. Kera ini juga dapat menahan suhu rata-rata yang lebih dingin daripada primata lainnya.

3. Terancam Punah

Walaupun memiliki warna dan bentuk yang mencolok, kera berbulu emas Sichuan memiliki status konservasi yang terancam punah. 

Hal ini dikarenakan habitatnya yang semakin berkurang karena perluasan lahan pertanian dna pembangunan jalan di sekitar hutan serta menghadapi perburuan liar.

Mereka dilindungi layaknya panda, takin emas, dan burung ibis jambul yang dinobatkan sebagai empat harta karun nasional Tiongkok.

4. Dilahirkannya Kera Berbulu Emas Sichuan di Taman Safari Chimelong

Kebun Binatang Guangzhou memperkenalkan anggota keluarga baru kera berbulu emas sichuan.  

Seekor bayi kera berbulu emas yang lahir di Taman Safari Chimelong pada 11 Februari lalu. Bayi kera ini diberi nama Dian. 

Ye Xin, pengasuh hewan di Taman Safari Chimelong, dalam acara DAAI Mandarin menjelaskan bahwa sang induk baru pertama kali melahirkan, sehingga masih membutuhkan bantuan untuk merawat bayi kera.

“Kami membimbingnya untuk beradaptasi dalam kawanan monyet. Meskipun begitu, sang induk menunjukkan keibuan yang sangat baik. Dia selalu menggendong, memperhatikan, dan merawat bulunya.” ucap Ye Xin.

Saat lahir, bayi kera ini hanya memiliki berat 430 gram. Namun sekarang bayi kera berbulu emas Sichuan ini sudah berusaha berbaur dengan anggota kelompok kera lainnya.

NR

Saksikan Video Terkait :