Ilustrasi: Orang yang sedang mengalami sakit kepala akibat stres bekerja. (Foto/Canva). Ilustrasi: Orang yang sedang mengalami sakit kepala akibat stres bekerja. (Foto/Canva).

Melakukan pekerjaan sehari-hari dapat membuat seseorang rentan mengalami stres. Stres yang dirasakan saat bekerja, merupakan respon alami tubuh dalam membaca sebuah ancaman. 

Maka untuk melindungi diri, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin dalam jumlah banyak.

Hormon yang dilepaskan ini pun menyebabkan peningkatan detak jantung dan pelebaran pembuluh darah sehingga otak tidak mendapatkan asupan darah beroksigen yang cukup dan menjadi penyebab banyak orang mengalami sakit kepala saat sedang stres bekerja.

Dr. Puspasari, Sp.S, Spesialis Saraf Bethsaida Hospital, dalam acara Bincang Sehati DAAI TV menjelaskan bahwa sakit kepala dapat dipengaruhi jaringan-jaringan di sekitar kepala.

“Sakit kepala adalah sensasi tidak nyaman yang dirasakan di kepala atau leher bagian atas. Hal ini dipengaruhi oleh jaringan-jaringan yang ada di kepala, seperti mata, hidung, otot, tengkorak, dan otak. Banyak faktor yang menyebabkan sakit kepala, seperti pola hidup, penyakit komplikasi, ataupun stres.” ujar dr.Puspa

Sakit kepala stres kerja disebabkan oleh jenis sakit kepala tegang dan migrain. Sakit kepala tipe tegang  atau tension-type headache (TTH) yang ditandai dengan nyeri \ seperti sedang diikat atau ditekan di sekitar dahi, kepala, hingga menjalar ke leher dan bahu. 

Sedangkan migrain ditandai dengan sakit kepala yang terasa berdenyut dan biasanya terjadi pada satu sisi kepala saja. Sakit kepala ini umumnya sering muncul pada siang atau sore hari saat sedang maupun setelah bekerja.

Sakit kepala akibat stress umumnya dapat membaik dengan istirahat yang cukup, namun apabila mengalami sakit kepala yang tidak terkendali, hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti : 

  • Gangguan Kecemasan (Anxiety)
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung
  • Obesitas dan diabetes
  • Sulit berkonsentrasi
  •  Lebih sensitif terhadap cahaya atau suara
  • Terganggunya pola makan, seperti overeating (makan berlebihan) atau undereating (kekurangan makan).

Cara Mengatasi Sakit Kepala Akibat Stres

Sakit kepala akibat stress dapat diatasi dengan istirahat yang cukup, memijat bagian belakang kepala dan leher, mandi air hangat, berlibur, memperbaiki postur tubuh, dan melakukan terapi relaksasi seperti yoga dan meditasi.

Jika perlu, penderita dapat menggunakan obat-obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen. 

Sayangnya, cara ini kurang efektif karena  obat-obatan hanya mengatasi keluhan sakit kepala, bukan penyebabnya, sehingga sakit kepala dapat kambuh apabila stres kembali muncul.

Oleh karena itu mencari solusi dalam mengelola stress sangat diperlukan agar sakit kepala tidak muncul saat sedang bekerja. 

Misalnya jika stress diakibatkan beban kerja, cobalah mendistribusikan pekerjaan secara merata setiap harinya. Apabila stres dikarenakan lingkungan kerja, cobalah cari suasana pekerjaan yang lebih nyaman.

Selain mencari solusi untuk mengatasi stres, sebaiknya rutin berolahraga. Saat berolahraga, hormon endorfin yang “melawan” hormon stres akan dikeluarkan, sehingga tubuh akan merasa lebih nyaman dan rileks. 

NR

Saksikan Video Terkait :