Ilustrasi: Osteoporosis dikenal dengan nama keropos tulang sehingga membuat tulang menjadi repih rapuh. (Foto/Canva). Ilustrasi: Osteoporosis dikenal dengan nama keropos tulang sehingga membuat tulang menjadi repih rapuh. (Foto/Canva).

Tubuh yang sehat tidak hanya terbebas dari virus dan bakteri, namun juga bebas dari penyakit yang menyerang sistem rangka seperti osteoporosis. 

Osteoporosis mengacu pada kondisi dimana tulang kehilangan kepadatan dan kekuatannya, sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan rentan patah. Di Indonesia, osteoporosis dikenal dengan sebutan keropos tulang. 

Meski sering diderita lansia, osteoporosis ternyata dapat terjadi sejak usia muda. Menurut penelitian Puslitbang Gizi Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2005, angka prevalensi osteoporosis dini (osteopenia) sebesar 41.7%. dan prevalensi osteoporosis sebesar 10,3%.

Hal ini menunjukan bahwa 2 dari 5 penduduk Indonesia memiliki resiko terkena osteoporosis. Resiko osteoporosis pada perempuan juga dinilai dua kali lebih besar daripada pria.

Dr. Radi Muharris Mulyana, Sp.OT, Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, dalam acara Bincang Sehati DAAI TV menjelaskan bahwa osteoporosis terjadi karena proses pengikisan tulang.

“Tugas sel tulang adalah membentuk tulang baru dan mengikis tulang yang sudah lama agar tulang tetap padat. Namun pada osteoporosis, tulang yang dikikis jauh lebih banyak dibandingkan ulang yang dibentuk.” ujar  dr. Radi.

Radi juga menjelaskan terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang berpotensi terkena osteoporosis, seperti asupan kalsium dan protein yang kurang serta tubuh yang kurang bergerak. Hal ini menyebabkan tulang kekurangan stimulus untuk membentuk kepadatan tulang.

Faktor Risiko Osteoporosis

Dilansir Kementerian Kesehatan RI, terdapat beberapa faktor risiko osteoporosis:

  •  Indeks massa tubuh (IMT) di bawah atau sama dengan 19.
  • Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan bersoda secara berlebihan.
  • Penderita gangguan makanan seperti anoreksia dan bulimia.
  • Riwayat orang tua yang mengidap osteoporosis dan mengalami retak tulang pangkal paha.
  • Penyakit Hormonal seperti hipertiroidisme.
  • Malabsorpsi yaitu ketidakmampuan usus untuk menyerap nutrisi di dalam makanan, seperti dalam penyakit Cellac dan penyakit Crohn.
  • Tidak berolahraga atau tidak aktif bergerak untuk jangka waktu lama.
  • Asupan kalsium rendah karena jarang makanan berserat dan minum susu.
  • Efek samping konsumsi obat kortikosteroid dosis tinggi dalam waktu yang lama. 

Gejala Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit yang biasanya tidak menunjukkan gejala (silent disease) pada tahapan awal. Bahkan, dalam beberapa kasus, orang yang mengalami osteoporosis tidak mengetahui secara pasti kondisinya, hingga mengalami patah tulang.

seiring berjalannya waktu, penderita osteoporosis dapat memiliki beberapa gejala osteoporosis, di antaranya adalah:

  • Postur punggung bungkuk seperti yang terlihat pada orang lanjut usia. 
  • Menurunnya tinggi badan secara bertahap.
  • Sakit punggung berkelanjutan dalam jangka waktu lama.
  • Sering mengalami cidera atau keretakan tulang. Biasanya terjadi pada tulang belakang, pergelangan tangan, lengan, dan pangkal paha.

Pencegahan Osteoporosis Sejak Usia Muda

Tidak hanya menyerang orang lanjut usia, risiko osteoporosis  yang dapat terjadi di usia muda membuat banyak orang khawatir.  Untuk mencegah risiko osteoporosis di usia muda, terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

  • Konsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D.
  • Beraktivitas dan latihan fisik secara rutin dan teratur.
  • Cukup paparan sinar matahari dengan berjemur di pagi hari.
  • Hindari  kebiasaan merokok serta minum alkohol dan kafein berlebih.

Secara tidak langsung, peluang seseorang terkena osteoporosis sebenarnya tergantung pada seberapa banyak massa tulang yang terbentuk, khususnya saat masih muda.

Oleh karena itu penting untuk mencegah osteoporosis sejak usia muda untuk mengurangi resiko osteoporosis seiring bertambahnya usia.

NR

Saksikan Video Terkait :