Ilustrasi: Pneumonia yang terjadi pada anak terjadi ketika paru-paru anak mengalami infeksi atau peradangan. (Foto/Canva). Ilustrasi: Pneumonia yang terjadi pada anak terjadi ketika paru-paru anak mengalami infeksi atau peradangan. (Foto/Canva).

Pneumonia merupakan jenis penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada paru-paru. Pneumonia terjadi ketika paru-paru anak mengalami infeksi atau peradangan yang diawali dengan gangguan sistem pernapasan bagian atas  yang kemudian menghambat pergerakan udara dalam paru-paru.

Dilansir UNICEF, pneumonia menjadi penyebab kematian tertinggi pada anak dibandingkan penyakit menular lainnya. Secara global, terdapat lebih dari 1.400 kasus pneumonia per 100.000 anak, atau 1 kasus per 71 anak setiap tahunnya. Pneumonia paling banyak terjadi di Asia Selatan, Afrika Barat, dan Afrika Tengah.

Kematian akibat pneumonia pada anak sangat dipengaruhi oleh kemiskinan seperti kekurangan gizi, air minum dan sanitasi yang tidak bersih, polusi udara, sistem kekebalan tubuh yang lemah, serta akses kesehatan yang tidak memadai.

Dr. Johanes Edy Siswanto, SpA (K), spesialis anak, dalam acara Bincang Sehati DAAI TV menjelaskan bahwa pneumonia dapat terjadi karena berbagai faktor. 

“Pneumonia adalah suatu penyakit yang menyerang paru-paru yang umumnya disebabkan karena virus, bakteri, infeksi jamur, merokok, dan beberapa faktor lainnya”. 

Dr. Johannes juga menjelaskan bahwa pneumonia pada anak bisa terjadi karena penularan droplet di udara. Droplet ini masuk melalui mulut atau hidung yang masuk ke rongga pernapasan, kemudian masuk ke dalam paru-paru. 

Sebagian besar pneumonia dapat ditangani dalam waktu satu hingga dua minggu. Namun, pneumonia yang disebabkan oleh virus umumnya membutuhkan waktu penyembuhan yang lebih lama.

Gejala Pneumonia Pada Anak

Dilansir Hellosehat gejala penyakit pneumonia pada anak mungkin berbeda-beda tergantung penyebabnya. Terdapat beberapa gejala pneumonia pada anak yang disebabkan oleh bakteri, yaitu :

  • Demam
  • Batuk kering atau berdahak yang diikuti dengan lendir
  • Muntah-muntah atau diare
  • Rasa nyeri pada bagian dada dan perut
  • Kelelahan serta kehilangan nafsu makan
  • Pada kondisi yang lebih akut, warna bibir dan kuku anak akan membiru

Sedangkan gejala pneumonia yang disebabkan karena virus dapat menyebabkan masalah pernapasan dan gejala yang bertambah parah. Virus penyebab pneumonia sangat banyak, misalnya rhinovirus, respiratory syncytial virus (RSV) atau virus influenza.

Berikut beberapa gejala lain yang mungkin terjadi akibat virus, seperti:

  • Berkeringat dan panas dingin
  • Kesulitan bernapas atau napas terasa lebih cepat
  • Sakit kepala

Pneumonia dapat menjangkiti salah satu atau kedua paru-paru. Anak-anak yang terkena pneumonia akut akan sulit dan terasa sakit untuk bernapas karena paru-parunya dapat berisi nanah dan cairan. 

Bagaimana mencegah pneumonia pada anak?

Salah satu hal penting dan perlu dilakukan orangtua untuk mencegah terjadinya pneumonia pada anak adalah memberikan vaksin sejak usia anak 2 bulan, seperti vaksin Haemophilus influenzae tipe b (Hib), vaksin pneumokokus, vaksin influenza, vaksin Varicella, dan vaksin DPT.

Pencegahan pneumonia pada anak pun dapat dilakukan dengan mengurangi paparan polusi serta memberikan ASI eksklusif sampai anak berumur 6 bulan. 

Memberikan makanan yang bergizi serta mengajari anak menjaga kebersihan diri juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga anak terhindar dari berbagai penyakit.

NR

Saksikan Video Terkait :