Gambar: Thompson HS pernah membawa pertunjukan Opera Batak ke Jerman. (Foto/ Cerita Pandemi DAAI TV). Gambar: Thompson HS pernah membawa pertunjukan Opera Batak ke Jerman. (Foto/ Cerita Pandemi DAAI TV).

Keanekaragaman budaya Indonesia menyimpan banyak hal menarik yang bisa dilestarikan. Masing-masing daerah memiliki ciri khas budayanya sendiri, salah satunya opera batak.

Opera Batak adalah seni pertunjukan dalam tradisi Batak Toba yang memadukan drama, tarian, musik, dan nyanyian. Pertunjukan Opera Batak kental akan budaya Indonesia karena  menceritakan suatu fenomena atau cerita rakyat.

Sebelum masa kemerdekaan Indonesia, Opera Batak ditampilkan untuk membakar semangat masyarakat untuk mempertahankan haknya dari penjajah Belanda. 

Pemerintah Hindia Belanda pun melakukan segala cara untuk menghalangi pertunjukan opera seperti melarang pertunjukannya atau memberi ijin tampil dengan penetapan pajak tinggi.

Namun tingginya antusiame Masyarakat kala itu tidak menyurutkan penampilan Opera Batak. Pertunjukan Opera Batak dahulu dilakukan dengan sistem berkeliling dari kampung ke kampung. 

Salah satu pelestari Batak Toba, Thompson HS, dalam acara Cerita Pandemi DAAI TV menjelaskan bahwa opera Batak merupakan bagian dari sejarah Indonesia.

“Opera Batak ini sebenarnya mendorong orang agar tidak melupakan akar budaya dan sejarah Indonesia. Bahkan Presiden Soekarno meminta pertunjukan opera Batak tampil di Istana Negara pada tahun 50-an untuk mengajak orang bersatu melalui kesenian,” ujat Thompson.

Sejak kecil, Thompson sudah memiliki ketertarikan di bidang seni, terutama puisi. Setelah menjalani masa pendidikan hingga SMA di Tarutung, ia melanjutkan ke Universitas Sumatera Utara pada program studi Bahasa dan Sastra Indonesia. 

Baginya, kunci upaya pelestarian budaya adalah konsistensi dan disiplin berlatih.  Ia memiliki prinsip bahwa rasa sabar, syukur, dan ikhlas akan mendapatkan 3K, yaitu Ketenangan, Kebahagiaan, dan Keberkahan.

Karena kecintaannya terhadap budaya Batak Toba, Thompson akhirnya mengumpulkan kaum muda untuk bergerak bersama mengembangkan budaya Batak Toba, termasuk opera Batak. 

Pada tahun 2013-2018  ia berhasil membawa pertunjukan Opera Batak ke Jerman. Tak hanya membawa budaya Indonesia ke kancah dunia, ia juga pernah mendapatkan Penghargaan Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) sebagai pelestari Opera Batak oada 2016.

Baginya, Opera Batak harus diperhatikan dan di apresiasi agar masyarakat Indonesia tetap memiliki identitas, khususnya bagi generasi milenial.

“Kemanapun kalian pergi, kalian tetap memiliki cerita  tentang akar budaya dan sejarah bangsa sendiri. Memperhatikan dan menceritakan kesenian akan menarik perhatian bangsa lain. Masih ada nilai-nilai yang bisa digali, dilestarikan, dilindungi, dan dimanfaatkan dari kebudayaan’” ujar Thompson.

NR
  • Referensi

Saksikan Video Terkait :