Sumber : Independensi
Sumber Gambar : Zoom


Editor : Gilang Syahbani
Penulis : Grace Kolin

Pandemi Covid-19 merupakan bencana yang juga menjadi perekat solidaritas antar umat manusia. Banyak aksi-aksi kebaikan yang lahir dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk aksi menyemangati sesama untuk tetap hidup dan bertahan di tengah masa-masa sulit.

Salah satu pihak yang bergerak dalam menanggulangi pandemi adalah Human Initiative. Sebuah organisasi kemanusiaan yang telah berdiri sejak 1999 dan berfokus pada isu-isu kemanusiaan di bidang pemberdayaan masyarakat, program perlindungan anak, dan manajemen kebencanaan dan tanggap darurat, baik di Tanah Air maupun luar negeri.

Di masa pandemi, Human Initiative menjalankan respon dalam memperkuat penghidupan masyarakat di masa pandemi dan resesi berdasarkan beberapa jenis klaster bantuan. Berdasarkan Kontribusi dan Pembelajaran Human Initiative (Februari – Agustus 2020) yang diterbitkan pada laman resmi human-initiative.org, klaster bantuan itu terbagi dalam: Ketahanan Pangan & Gizi; Hunian; Suplai Air, Sanitasi & Promosi Kebersihan; Kesehatan; dan Penghidupan. Intervensi ini telah dilakukan sejak bulan Maret hingga awal Agustus 2020, dan membantu lebih dari 400 ribu jiwa.

Organisasi ini kemudian meluncurkan aplikasi toko daring ‘initiative store’ sebagai dukungan terhadap UMKM. “Kami membuat sebuah platform digital yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk penjualan produk-produk binaan UMKM yang Human Initiative lakukan,” kata Tomy Hendrajati, Presiden Human Initiative.

Salah satu penerima manfaat dari desa Kekait, Lombok, NTB, Khairul Wahid, memaparkan jika harga produk aren di desanya mengalami kenaikan setelah dibantu oleh organisasi ini. Human Initiative memberikan pelatihan kepada mereka dalam melakukan pengembangan olahan produk aren menjadi gula semut, sehingga nilai ekonomi dari produk aren yang mereka produksi kini menjadi lebih tinggi.

“Yang dimana perbandingan harganya setelah dikembangkan gula semut ini, yang dulunya hanya harga 5000-an, sekarang gula semut dengan harga per kilonya lima puluh ribuan. Jadi jauh lebih tinggi setelah kita dikenalkan dengan lembaga Human Initiative ini,” ujar Khairul.