Penulis : Grace Kolin

“Saya hobinya segala seni hobi saya. Yang musik lah, yang tarian lah. Makanya tahun 84 pada masa-masa break dance itu, saya juga hobi, tarian juga hobi. Disitulah kecelakaan kaki saya ini. Jatuhnya terduduk, kena tulang ekor. Dari situ sampai sekarang jalan lebih kurang 38 tahun,” kenang Dirga Saputra, seorang pria asal Kota Lubuk Pakam, Sumatera Utara. Karena kecelakaan yang dialaminya, Dirga harus mengandalkan kursi roda untuk menunjang kesehariannya.

Kecelakaan memang telah merenggut kemampuan berjalan Dirga. Namun semangatnya untuk terus melestarikan kebudayaan Tionghoa tidak pernah padam. Sejak muda, bakat seni sudah mengalir dari diri Dirga, selepas kecelakaan, ia bangkit dan memantapkan hati untuk menjadi pemain alat musik Tionghoa. Semua alat musik ini ia pelajari secara otodidak. Kini, ia mahir memainkan beragam alat musik Tionghoa, mulai dari alat musik pukul hingga tiup. Kemampuannya ini juga menjadi mata pencahariannya dalam bermain musik di acara adat Tionghoa.

Potensi Dirga menyadarkan Ade Chandra, tetangga Dirga. Ia lantas mengajak Dirga untuk bergabung di Yayasan Istana Harta Lima Penjuru, sebuah yayasan yang juga turut serta melestarikan kebudayaan Tionghoa khususnya di Sumatera Utara.

“Kebetulan kita satu kampung, terus memang kita secara pribadi juga hobi sih memperhatikan musik-musik tradisional Tionghoa, khususnya di bidang ritual kematian. Jadi dasar pertimbangan itu, kita dengan beberapa tokoh-tokoh peduli, kita membentuk suatu lembaga. Lembaga inilah kita nantinya akan coba intens membina para pelaku-pelaku seniman khususnya seniman musik tradisional,” kata Ade. 

Kian hari, kian sedikit orang yang berminat untuk memainkan alat musik tradisional, khususnya untuk acara adat kematian. Dirga khawatir ketidaktertarikan ini akan menjalar pada generasi muda. Padahal menurutnya generasi muda bisa mempelajari alat musik tradisional ini melalui YouTube.

“Ya kita harap ada yang mau melestarikan lagi gitu. Jadi alat musik tradisional kita ini, nggak habis, nggak putus sampai disini.” kata Dirga. Berkat kerja kerasnya, seniman alat musik Tionghoa ini pernah mendapat penghargaan dari pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.