Perasaan kesepian.

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Survei kesehatan mental masyarakat Indonesia pada Mei-Juni 2021 yang dilakukan oleh Into The Light dan Change.org mengungkapkan ada sekitar 98 persen partisipan yang merasa kesepian dalam sebulan terakhir.

Kesepian tampaknya menjadi fenomena sejuta umat yang jarang terangkat ke permukaan dan sering diabaikan. Meski isu kesepian tidak sebesar isu perubahan iklim, ekonomi atau pendidikan, kesepian dapat menjadi kanker sosial yang pelan-pelan ‘membunuh’ dalam diam.

Level kesepian yang terus-menerus diabaikan akan meningkat dapat menyebabkan risiko kesehatan  fisik dan mental yang lebih buruk. Menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh US National Library of Medicine National Institutes of Health menemukan, kesepian sama mematikannya dengan merokok 15 batang per hari.

Jika dibandingkan dengan kodrat manusia sebagai makhluk sosial, kehadiran kesepian ibarat pencuri yang tidak diharapkan. Ditambah lagi stigma “perasaan sedih akibat tidak punya teman” yang disematkan pada perasaan ini, membuat kesepian menjadi hal yang terkesan tabu atau memalukan.

Obrolan seputar kesepian juga jarang mengemuka ke permukaan, dan orang-orang yang kesepian juga cenderung memilih untuk menyembunyikan perasaan ini rapat-rapat karena mereka takut dianggap rapuh atau lemah oleh orang-orang di sekitarnya.

Seorang penyair bernama Jalaluddin Rumi pernah menulis puisi yang indah tentang penerimaan terhadap semua perasaan berjudul The Guest House atau Rumah Tamu. Sama seperti judul puisi Jalaluddin, laman Counselling Directory menyarankan kita untuk memandang kesepian sebagai tamu familiar yang muncul dari waktu ke waktu. Dan jika kita membiarkan kesepian itu untuk menemani kita sejenak sebelum ia pergi, kita pasti akan belajar banyak darinya, tidak peduli seberapa tidak menyenangkannya perasaan itu.

Dilansir dari laman The Conversation, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengelola perasaan kesepian, seperti:

  • Menetapkan tujuan atau kegiatan bersama teman, keluarga atau kolega.
  • Menentukan goals perawatan diri mulai dari olahraga, meditasi, memasak, hobi, hingga mempelajari keterampilan baru.

Karena kesepian adalah perasaan yang kompleks, maka tidak ada solusi yang paling pas untuk semua orang. Untuk menemukan solusi terbaik dalam mengatasi kesepian, semuanya berpulang pada preferensi pribadi, pengalaman di masa lalu, dan kapasitas dalam menjangkau jejaring sosial.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber