Bukan Impian Biasa

Setiap Hari | 10.00 & 21.00 WIB

Huang Qiu-liang adalah seorang anak yang sangat penurut. Dia juga hidup rukun bersama sebelas saudara-saudaranya dan suka membantu orang tuanya bekerja di ladang. Meski orang tuanya giat bekerja, kondisi keuangan keluarganya yang kian memburuk memaksa mereka untuk memberikan lima adik dan kakak perempuannya kepada keluarga lain. Melihat ibunya yang begitu sedih, Qiu-liang bertekad dalam hatinya, kelak dia harus sukses dan menjemput saudara-saudaranya pulang.

Suatu kali saat bekerja di ladang, di bawah teriknya matahari, ibu Qiu-liang melihat seorang petani pingsan karena tidak ada air minum. Hal ini menumbuhkan rasa welas asihnya. Sejak itu, setiap hari ibu Qiu-liang menyediakan satu teko besar teh di bawah pohon besar untuk memberi minum kepada orang-orang yang kehausan. Ibunya mengajarinya, “Meski kami tidak punya uang, tetapi juga bisa berbuat kebaikan melalui teh ini.” Perkataan ini pun menanamkan sebuah benih kebajikan dalam hatinya.

Setelah lulus SD, dengan modal 150NTD yang diberikan oleh ibunya, Qiu-liang pergi ke Taipei. Dia coba mencari pekerjaan dan melamar ke berbagai tempat. Dengan susah payah, akhirnya dia diterima di sebuah perusahaan. Dia yang giat bekerja sangat disukai oleh atasannya. Dalam suatu kesempatan, dia pun direkomendasikan untuk kenaikan jabatan. Pada saat yang bersamaan, dia juga memutuskan untuk bekerja sambil melanjutkan pendidikannya.

Karena benih kebaikan yang tertanam sejak kecil, Qiu-liang selalu tergerak untuk membantu masalah orang lain. Saat keluarga atau kerabatnya menghadapi masalah, dia pun bantu menyelesaikannya dengan bijaksana. Sesuai tekadnya, setelah sukses, dia pun menjemput saudara-saudaranya menemui orang tua kandungnya dan menyatukan keluarganya agar utuh kembali.

 

 

YouTube
YouTube
LINKEDIN
Instagram