Bukan Perawat Judes

Setiap Sabtu & Minggu | 15.00 & 20.00 WIB

Shen Fang-ji, atau biasa dipanggil A Ji, merupakan gadis yang lincah dan tomboi. Perilakunya sangat mirip dengan anak laki-laki. Berhubung tidak bisa masuk SMA, A Ji memilih mengambil jurusan keperawatan. Jalinan jodohnya dengan keperawatanpun berawal dari sana. A Ji tidak pandai dalam akademis, tetapi dia memiliki kemampuan menyuntik yang sangat hebat.Sejak mulai bermagang di rumah sakit, karakter A Ji yang sangat berterus terang sering membuatnya mendapat masalah dengan pasien dan perawat senior. Namun, sifatnya yang tidak mau kalah membuatnya bertekad menjadi perawat yang terhebat.

Dalam masa magangnya, dia berkenalan dengan seorang petugas pemadam kebakaran, bernama Zhang Wen-yuan. Pria inilah yang akan menjadi suaminya. Meski awalnya hubungan mereka ditentang oleh orang tua A Ji karena pekerjaan Wen-yuan yang berbahaya, tetapi akhirnya mereka mendapat restu. A Ji dan Wen-yuan berkarier dan membentuk keluarga di Hualien.

Setelah menikah sekian tahun, akhirnya A Ji hamil. Selain hamil, A Ji juga mendapatkan penilaian kerja baik dan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi ke diploma dua. A Ji merasa itu semua merupakan pengaturan Tuhan dan dia harus bersyukur. Lalu, A Ji memutuskan untuk menyatakan berguru pada Master. Setelah mendengarkan cerita A Ji, Wen-yuan sangat mendukung keputusan A Ji.

Tidak lama setelah menjadi kepala perawat, A Ji diangkat menjadi pengawas. Dia menjadi perawat senior dan ketua yang sangat dihormati. Saat virus SARS merebak, masyarakat umum sangat takut begitu melihat perawat, tetapi A Ji sangatlah berbangga mengenakan seragam perawatnya. Setelah beberapa bulan berlalu, di bawah perjuangan semua tim medis, akhirnya Taiwan bisa melewati bahaya ancaman SARS.

Suatu hari, A Ji menyadari bahwa saraf lehenya tertekan sehingga bisa mengakibatkannya lumpuh. Namun, berkat dukungan Wen-yuan, keluarga, dan seluruh perawat, operasi A Ji berjalan sangat lancar dan akhirnyadia sembuh. Selama menjalani pemulihan pascaoperasi di rumah, A Ji memanfaatkan waktu itu untuk menyelesaikan tesis S2-nya. A Ji sangat mencintai kehidupannya. Dia semakin mencintai hidupnya sebagai perawat. A Ji berharap semua orang bisa tersenyum dan hidup bahagia sepertinya.

YouTube
YouTube
LINKEDIN
Instagram