Mentari Bersinar Lagi

Setiap Hari | 12.00 – 15.00 WIB

Gu Qing-xi dan Hu Yu-bei adalah sepasang suami-istri suku Bunun yang gemar sekali meminum arak. Jika sudah minum arak, mereka bisa lupa segalanya, seperti pergi bekerja ataupun menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Bahkan mereka sering bertengkar saat mabuk. Hal ini membuat mereka tidak dekat dengan anak-anaknya.

Sampai suatu ketika, Gu Qing-xi kehilangan pekerjaannya karena pabrik tempatnya bekerja berhenti berproduksi. Gu Qing-xi semakin tenggelam dalam araknya. Hinga suatu ketika, putra tertuanya, Gu Hua-xing, mengalami kecelakaan akibat mabuk saat pulang dari minum-minum bersama rekan kerjanya. Yang membuat keadaan lebih buruk adalah Gu Hua-xing dituduh menabrak seorang kakek tua hingga tewas. Gu Qing-xi menunjukkan sikap tanggung jawabnya sebagai ayah dengan memberikan uang ganti rugi pada keluarga korban. Hu Yu-bei yang sadar kejadian ini disebabkan oleh kegemaran minum arak mereka, membujuk Gu Qing-xi untuk menghentikan kebiasaan mereka.

Berkali-kali keluarga ini jatuh bangun dalam perjuangannya untuk berhenti minum arak. Karena bagi penduduk asli arak adalah simbol sopan santun, jika ada orang mengajak kita minum arak mereka, dan kita menolaknya, itu artinya kita tidak menghormati orang yang mengajak kita minum.

YouTube
YouTube
LINKEDIN
Instagram