Namaku A Tao

Setiap Hari | 11.00-15.00 WIB

Namaku A Tao bercerita tentang kisah pencarian jati diri seorang gadis bernama A Tao. Sejak kecil A Tao merupakan anak yang pintar. Setelah lulus sekolah dasar, A Tao yang tidak ingin melanjutkan pendidikannya memutuskan untuk bekerja di Taizhong mengikuti kakaknya sebagai anak magang di sebuah salon rumahan. Beberapa tahun bekerja di salon kecil tersebut, karena merasa masih ingin belajar lebih banyak, A Tao memutuskan untuk pindah kerja di salon Taipei. Di salon milik Hu-mei ini, selain sebagai karyawan, A Tao juga membantu keluarga A Mei menjadi harmonis. Setelah 2 tahun bekerja di salon A Mei, A Tao masih belum puas dengan ilmu yang didapatnya, maka ia memutuskan untuk mencari ilmu di salon yang lebih besar. Di Salon besar ini, A Tao mengalami tantangan yang cukup besar. Karena di salon besar itu, semua karyawan memakai nama Inggris, dan bagi manager salon tersebut, nama A Tao terkesan kampungan dan tidak sesuai dengan kesan salon tersebut, A Tao pun diminta untuk mengganti namanya dengan nama Inggris.Seperti di salon-salon sebelumnya, A Tao menolak untuk mengganti namanya, karena menurutnya nama adalah pemberian orangtua, tidak bisa sembarangan diganti. Tetapi setelah beberapa lama, karena saran dari manager dan teman-temannya, A Tao pun setuju untuk mengganti namanya, bukan dengan nama yang kebarat-baratan, tetapi A Tao mengganti namnaya dengan Mei-hui, yang berarti cantik dan bijaksana. Beberapa tahun bekerja di salon besar tersebut, Lisa teman kerjanya di salon berencana untuk membuka salon sendiri, dia pun meminta A Tao untuk membantunya di salonnya menjadi seorang kapster. A Tao setuju untuk bekerja di salon yang di buka Lisa. Di salon Lisa inilah, A Tao berkenalan dengan seorang pemuda bernama Li Jian-he yang kos di rumah Lisa. Kesan A Tao kepada Li Jian-he kurang baik, sehingga A Tao bersikap kurang ramah pada Li Jian-he. Tetapi Li Jian-he yang sejak awal memang sudah menyukai A Tao, selalu berusaha menarik perhatian A Tao, sampai akhirnya A Tao pun mulai menyukai Li Jian-he.

A Tao pun mengajak Li Jian-he ke desanya agar dapat mengenalkannya kepada keluarganya, sekaligus meminta restu mereka. Ibu dan Nenek A Tao menyambut baik Li Jian-he, tetapi tidak dengan ayahnya. Apalagi Jian-he yang selalu memangil A Tao dengan nama Mei-hui, sehingga membuat ayahnya mengira Jian-he mempunyai wanita lain. Akhirnya setelah dijelaskan oleh A Tao bahwa di Taipei dia mengganti namanya menjadi Mei-hui, bahkan Jian-he pun tidak tahu namanya yang sebenarnya adalah A Tao, ayahnya pun mulai bisa menerima Jian-he. Setelah mendapatkan restu dari orangtua A Tao, Jian-he pun mengajak A Tao untuk ke desanya, Xuejia. Orangtua Jian-he awalnya kurang setuju dengan wanita pilihan Jian-he, karena dulunya Jian-he pernah disakiti oleh pacarnya yang berasal dari Taipei, tetapi setelah mengetahui A Tao ternyata juga besar di desa, orangtuanya pun meyetujui hubungan mereka.

Setelah menikah, Atas permintaan orangtua Jian-he, mereka menetap di Xuejia, dan Jian-he membuka studio foto. Di desa ini, A Tao mulai mengenal judi Dajiale dari tetangganya Chun-xiang. Jian-he dan A Tao yang awalnya tidak tertarik dengan judi lotere Dajiale, karena keadaan ekonomi yang sulit, akhirnya pun terjerumus dalam judi lotere tersebut. Ibu mertua A Tao yang mengetahui mereka berjudi, meminta mereka untuk kembali ke Taipei saja agar dapat melepaskan diri dari perjudian, mereka pun setuju.

Di Taipei, A Tao kembali memakai nama Mei-hui dan membuka salon sendiri, sedang Jian-he kembali bekerja di biro wisata tempatnya bekerja dulu. Di salonnyalah A Tao mengenal Yayasan Tzu Chi dari salah satu pelanggannya yang bernama Mei-zhu, dan mulai menjadi relawan daur ulang, mengubah sampah menjadi emas, seperti yang diajarkan Master Cheng Yan. A Tao yang mengetahui visi dan misi Yayasan Tzu Chi selalu memperkenalkannya kepada para pelanggan salonnya, bahkan banyak pelanggannya yang menjadi sahabatnya dalam melakukan daur ulang.

Jian-he yang selalu menentang A Tao melakukan Tzu Chi pun selalu diam-diam membantunya dibelakang. A Tao yang selama ini memakai nama Mei-hui pun akhirnya menemukan jati dirinya yang sebenarnya dan dengan bangga kembali memakai nama A Tao, seperti semula.

 

YouTube
YouTube
LINKEDIN
Instagram