Untuk Sebuah Pelukan

Setiap Sabtu & Minggu |15.00 & 20.00 WIB

Lin Yu-zheng adalah putra tunggal keluarga Lin. Saat masih SMP, dia adalah anak yang sangat berprestasi dalam cabang olahraga, tetapi prestasi belajarnya sangat buruk. Karena mendapat pengaruh buruk dari temannya, dia berubah menjadi nakal, suka berkelahi, minum-minum, bahkan hampir dikeluarkan dari sekolah. Namun, ibu Yu-zheng, A Tao, tetap tidak menyerah padanya. Ibu Yu-zheng selalu diam-diam memberikan bingkisan kepada guru di sekolah karena saking takutnya Yu-zheng dikeluarkan dari sekolah. Namun, Yu-zheng tidak mengerti perasaan ibunya.

Dengan tidak mudah,Yu-zheng masuk ke sekolah pertanian, tetapi karena terlibat perkelahian temannya sehingga dia diskors. Ibunya berpikir setelah Yu-zheng ikut wajib militer, dia akan mulai berpikiran dewasa. Namun, saat wamil, karena tidak tahan dengan peraturan di militer, dia berkali-kali ingin kabur. Hal itu membuat hati ibunya menjadi bimbang. Ibunya pun sering menunggu di depan kamp karena takut Yu-zheng kabur dari militer.Setelah selesai wamil, Yu-zheng bekerja di bidang air dan listrik. Namun, karena bekerja ogah-ogahan, dia sering dimarahi oleh bosnya.

Saat dia pergi ke tempat karaoke, di sanalah dia bertemu dengan teman SMP-nya, Lu Lu. Mereka pun semakin dekat dan Yu-zheng baru sadar bahwa Lu Lu adalah pecandu narkoba. Mulai dari sinilah, Yu-zheng juga ikut memakai narkoba. Ibunya mulai sadar ada kejanggalan pada diri anaknya. Akhirnya, dia tahu bahwa Yu-zheng sudah kecanduan narkoba, bahkan sudah sampai tahap berhalusinasi. Dengan berat hati, ibunya memutuskan untuk menyerahkan anaknya kepada polisi. Saat tahu ibunya yang melaporkannya ke polisi, dia merasa dikhianati dan sangat membenci ibunya., bahkan saat keluar dari penjara pun, dia masih belum berpikiran terbuka.

Demi membayar utang anaknya karena mengonsumsi narkoba, orang tuanya sampai menjual rumah mereka dan tinggal di rumah yang sederhana. Gara-gara ulah Yu-zheng pula, adiknya, Fang-yin,harus bekerja di luar kota.Setelah mengetahuinya, Yu-zheng berjanji bahwa dia akan bangkit. Tanpa diduga, begitu dipancing oleh temannya, dia kembali jatuh dalam godaan alkohol dan narkoba.

Karena kehabisan uang, Yu-zheng membeli narkoba dengan uang mainan. Hal ini membuatnya mendapat ancaman dari temannya, Wu Jia-ming. Karena takut, dia pun melaporkan bandar narkobanya. Tak disangka, bandar tersebut malah berbalik melaporkan bahwa Yu-zheng juga merupakan pengedar narkoba.

Di tengah proses pengadilan, dia menonton Da Ai TV di rumah.Seketika itu juga, dia teringat pada masa lalunya. Adiknya, Fang-yin, juga memberinya Kata Perenungan Jing Si.  Melalui tayangan Da Ai TV dan Kata Perenungan Jing Si yang dia baca, dia mulai sadar bahwa hidupnya tidak boleh disia-siakan seperti ini. Dia merasa dirinya bagaikan kipas angin yang rusak. Jika masih bisa diperbaiki, berarti masih berguna. Dia pun memutuskan datang ke posko daur ulang Tzu Chi. Meski demikian, kebiasaan buruk sulit diubah. Namun, para relawan Tzu Chi tetap terus memberinya nasihat.

Akhirnya keputusan pengadilan keluar, Yu-zheng dijatuhi hukumanselama 5 tahun 2 bulan. Saat di penjara, dengan perhatian dari ibunya dan para relawan Tzu Chi, dia mulai berubah. Setelah bebas, Yu-zheng berlutut meminta maaf pada orang tuanya dan bertekad untuk membukalembaran hidup baru serta berbakti pada orang tuanya. Dia pun menjadi rajin bersumbangsih di posko daur ulang, bahkan menolong orang lain dengan menyumbangkan sumsum tulangnya.

YouTube
YouTube
LINKEDIN
Instagram